Greece Maria Lawalata
Institut Teknologi Garut

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMERINGKATAN JALAN HIJAU UNTUK MENDUKUNG IMPLEMENTASI PROGRAM KONSTRUKSI JALAN BERKELANJUTAN Greece Maria Lawalata
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i1.3198.%p

Abstract

Abstract At present a green road ranking has been carried out on several road projects. This is intended to encourage the implementation of sustainable construction by road operators. But the participation of road projects in the green road ranking did not get the response as expected. This study is intended to examine the implementation of green road ratings, identify green road subcategories that are difficult to implement, and identify steps to encourage the implementation of sustainable construction on other road projects. The analysis is performed by comparing the green road subcategories that can be applied to all road projects and green road subcategories which cannot be applied in all road projects. The results of this study indicate that the subcategory of green road rating that is less widely applied is the subcategory in the material and natural resource categories and the category of pavement technology. Keywords: sustainable construction, green road ranking, green roads, road projects  Abstrak Saat ini telah dilakukan pemeringkatan jalan hijau pada beberapa proyek jalan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong dilaksanakannya konstruksi berkelanjutan oleh penyelenggara jalan. Tetapi keikutsertaan proyek jalan pada pemeringkatan jalan hijau tersebut tidak mendapat respons sesuai dengan yang diharapkan. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji pelaksanaan pemeringkatan jalan hijau, mengidentifikasi subkategori jalan hijau yang sulit diterapkan, dan mengidentifikasi langkah-langkah untuk mendorong implementasi konstruksi berkelanjutan pada berbagai proyek jalan yang lain. Analisis dilakukan dengan membandingkan subkategori jalan hijau yang dapat diterapkan pada semua proyek jalan dan subkategori jalan hijau yang tidak dapat diterapkan di semua proyek jalan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa subkategori pemeringkatan jalan hijau yang kurang banyak diterapkan adalah subkategori yang terdapat pada kategori material dan sumber daya alam serta kategori teknologi perkerasan. Kata-kata kunci: konstruksi berkelanjutan, pemeringkatan jalan hijau, jalan hijau, proyek jalan
IMPLEMENTASI PROGRAM JALAN HIJAU UNTUK MENDUKUNG PELAKSANAAN KONSTRUKSI RENDAH KARBON Wimpy Santosa; Greece Maria Lawalata
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3367.65-74

Abstract

Abstract Negative impacts from the implementation of road construction, namely increasing carbon emissions or Greenhouse Gas Emissions, need to be taken into account, because it is very influential on climate change. Indonesia will experience significant losses due to climate change, because Indonesia is an island-shaped country. The longer dry season will increase the frequency of extreme weather, and heavy rains are increasingly likely to increase flooding. The Green Road Program is a program that has the potential to reduce carbon emissions from the implementation of road construction. Currently the Green Road Rating Program has been held in Indonesia for 3 years, from 2015 until 2017. By looking at the results obtained in other countries, the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions starting at around 28%, for roads with rigid pavement, up to around 37%, for roads with flexible pavements. When linked to the planned road construction in the 2014-2019 Directorate General of Highways Strategic Plan, which is 2,650 km of non-toll national roads and 1,000 km of toll roads, the implementation of the Green Road Program has the potential to reduce carbon emissions between 1.5 million tons and 2.0 million tons of CO2 equivalent. Keywords: implementation of road construction, carbon emissions, green roads, green road ranking  Abstrak Dampak negatif yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan, yaitu meningkatnya emisi karbon atau emisi Gas Rumah Kaca, perlu diperhitungkan, karena sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim. Indonesia akan mengalami kerugian yang signifikan akibat perubahan iklim, karena Indonesia merupakan suatu negara yang berbentuk kepulauan. Musim kering yang semakin panjang akan meningkatkan frekuensi cuaca ekstrim, dan hujan lebat yang semakin sering berpeluang untuk meningkatkan terjadinya banjir. Program Jalan Hijau merupakan suatu program yang berpotensi untuk mengurangi emisi karbon yang berasal dari pelaksanaan konstruksi jalan. Saat ini Program Pemeringkatan Jalan Hijau telah diselenggarakan di Indonesia selama 3 tahun, yaitu pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Dengan melihat hasil yang diperoleh di negara lain, Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon mulai dari sekitar 28%, untuk jalan dengan perkerasan kaku, hingga sekitar 37%, untuk jalan dengan perkerasan lentur. Bila dikaitkan dengan rencana pembangunan jalan yang terdapat pada Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga 2014-2019, yaitu 2.650 km jalan nasional nontol dan 1.000 km jalan tol, implementasi Program Jalan Hijau berpotensi mengurangi emisi karbon antara 1,5 juta ton hingga 2,0 juta ton CO2 ekuivalen. Kata-kata kunci: pelaksanaan konstruksi jalan, emisi karbon, jalan hijau, pemeringkatan jalan hijau
PENETAPAN INDIKATOR JALAN BERKELANJUTAN Greece Maria Lawalata
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3370.97-108

Abstract

Abstract The sustainable road indicator is one of the evaluation tools for sustainable road development, which is an effort to support the Indonesian Government's policy in implementing sustainable development. This paper describes the determination of sustainable road indicators based on sustainable road indicators that have been proposed in previous studies. The step taken is to examine the proposed indicators that are appropriate to be applied in the stages of planning and implementation of road construction and to analyze the interests and ease of applying these indicators. The results of this study indicate that there are 14 sustainable road indicators that can be applied in the stages of construction planning and implementation. Keywords: sustainable development, sustainable roads, road planning, road construction, sustainable road indicators Abstrak Indikator jalan berkelanjutan merupakan salah satu perangkat evaluasi pembangunan jalan berkelanjutan, yang merupakan suatu upaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan pem-bangunan berkelanjutan. Makalah ini menguraikan penentuan indikator jalan berkelanjutan berdasarkan indikator jalan berkelanjutan yang pernah diusulkan pada studi sebelumnya. Langkah yang dilakukan adalah memeriksa usulan indikator-indikator yang sesuai untuk diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jalan dan melakukan analisis kepentingan dan kemudahan penerapan indikator-indikator tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 indikator jalan berkelanjutan yang dapat diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Kata-kata kunci: pembangunan berkelanjutan, jalan berkelanjutan, perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi jalan, indikator jalan berkelanjutan
USULAN INDIKATOR JALAN BERKELANJUTAN UNTUK INDONESIA (PROPOSED SUSTAINABLE ROAD’S INDICATORS FOR INDONESIA) Greece Maria Lawalata
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 34 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJalan berkelanjutan adalah jalan yang dibangun dengan berbagai upaya agar terdapat keseimbangan antara aspek lingkungan, ekonomi, sosial. Indikator sebagai salah satu perangkat untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah dapat digunakan pada pelaksanaan jalan berkelanjutan. Makalah ini memaparkan pemilihan usulan indikator jalan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah mengidentifikasi 91 indikator yang ada dari literatur sebagai daftar panjang dan dipilih sesuai aspek-aspek jalan berkelanjutan serta peraturan. Hasil seleksi tersebut berjumlah 46 usulan indikator jalan berkelanjutan dan diajukan untuk mendapatkan kesepakatan kepada responden dengan kualifikasi sebagai pelaksana jalan, praktisi lingkungan jalan, dan para pengambil kebijakan dibidang jalan. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan hasil kuisioner terhadap responden. Usulan indikator ditetapkan berdasarkan mayoritas pemilih, sebesar minimal 51 % responden. Hasil yang diperoleh adalah 44 indikator jalan berkelanjutan yang menggambarkan pengaruh jalan terhadap aspek-aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.Kata kunci: pemilihan indikator, usulan indikator, indikator jalan, kesesuaian peraturan, jalan berkelanjutanABSTRACTSustainable road is road built by encouraging balance between environmental, economic, and sosial. Indikators as one tool to evaluate government policies that can be used in the implementation of sustainable roads. This paper presents a proposal of sustainable road indikators, determination of the sustainable roads criteria, and weighting of each criterion. The method is to identify long list 91 sustainable roads indicators from literature and are selected in accordance of sustainable roads with rules. The selection list is 46 indicators and sent to respondent in questioners (selection list). Using descriptive analysis and choosed by majority respondents 51 % minimum, proposed indicators are determined. Results are 44 indicators which describe that road affect social, economic, and environment aspects.Keywords: indicator selection, proposed indicator, road indicator, rules, sustainable roads
PENENTUAN BOBOT ASPEK PENILAIAN KEBERLANJUTAN DALAM PEMERINGKATAN JALAN HIJAU Gede Budi Suprayoga; Greece M Lawalata
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 32 No 3 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJalan hijau sebagai suatu skema penilaian dan pemeringkatan proyek jalan memberikan profil atas aspek atau elemen jalan yang memerlukan perhatian dalam rangka mewujudkan konstruksi jalan yang berkelanjutan. Makalah ini bertujuan untuk menentukan bobot nilai kategori dan subkategori dalam persyaratan sukarela yang mencerminkan kontribusi setiap aspek maupun elemen proyek dalam pewujudannya tersebut. Metode pengumpulan data adalah wawancara tatap muka dengan menggunakan perangkat kuesioner. Pemilihan sampel dilakukan secara purposif, yaitu data yang dikumpulkan dari para ahli yang terdiri dari peneliti, pakar, dan praktisi dalam konstruksi jalan, transportasi, dan pengelolaan lingkungan jalan. Teknik analisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang menguraikan perbandingan berpasangan setiap kategori dan subkategori. Melalui analisis ini, bobot setiap kategori adalah sebagai berikut: ‘lingkungan dan kecairan’ memiliki bobot terbesar 26,7% diikuti oleh kategori ‘teknologi perkerasan’, dan kategori ‘penggunaan material dan sumber daya alam’ sebesar 20,2% dan 20,1%. Dua bobot terkecil adalah 13,7% dan 19,3% yang dimiliki oleh kategori ‘penyediaan akses dan kesetaraan hak’ dan ‘pelaksanaan konstruksi’. Berdasarkan analisis prioritas global, tiga subkategori dengan bobot terbesar terhadap keseluruhan tujuan adalah ‘penyediaan sistem drainase’, ‘perancangan perkerasan berumur panjang’ dan ‘analisis banjir lingkungan’ dengan bobot 5,4%, 4,1%, dan 4,0% secara berturut-turut.Kata kunci : jalan hijau, proyek jalan, keberlanjutan, kategori penilaian, Analytical Hierarchy Process (AHP)
STUDI KONFLIK LALU LINTAS SEBAGAI ALAT MENGEVALUASI PENGATURAN LALU LINTAS: (STUDI KASUS SATU SIMPANG-T DI KOTA BANDUNG) Greece Maria Lawalata
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 27 No 2 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Road improvement program such as geometric intersection improvement or traffic light should consider road safety and accessibility. Those could be evaluated in a short phase without waiting any accident data from police department or accident occurence but using the tool of traffic conflict study. With the tool, the effectiveness of road improvement program could be valued and evaluated. Traffic conflict study is a traffic event which two or more vehicles involved, and those vehicles take evasive act to avoid crashes. In Indonesia, traffic conflict has been used sevral times i.e. for motorcyle facilicty at intersection, intersection improvement, and traffic management at intersection. This paper describes traffic conflict application at one T-intersection to evaluate conflict resulting from the presence of an illegal traffic office (PTR). The method is comparing some conflict with and without PTR. The result showed taht the presence of OTR do not significantly influence on the number of severe and simple conflicts. In terms of conflict category, the major conflict is generated by turning movement to the right (conclict 1), conflict avoiding vechicles turning right on the same road lane (conflict 4), conflict avoiding vehicles turning right from opposite direction (conflict 7). To overcome such problems and to improve capacity, it should be applied an arrow mark for conflict in the same direction to tun right (category 1), and stop sign form conflict avoiding vehicle which turn right in the same road lane (category 4) and conflict avoiding vehicle turn right from opposite direction (category 7). Key words : conflict study, conflict severity, vehicle manouver, T-intersection, traffic volume.
KENDARAAN DESAIN UNTUK PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN DI INDONESIA Greece Maria Lawalata; Faisal Rahman; Ida Rumkita Sebayang; Vera Gardenia; Sri Amelia; Harlan Pangihutan; Parbowo -
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 36 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan desain adalah kendaraan yang dipilih untuk mempresentasikan semua kendaraan yang berada di jalan. Kendaraan desain diperlukan untuk merancang geometrik jalan dan perkerasan jalan. Kendaraan desain yang digunakan untuk perancangan geometrik jalan dimaksudkan untuk mengetahui radius putar, pola pelebaran lintasan, jarak pengereman, tinggi mata pengemudi, kemampuan melakukan percepatan dan perlambatan, dll. Produk kendaraan pada saat ini telah meningkat dengan pesat sehingga perlu ditentukan kembali. Makalah ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kendaraan desain dan tinggi mata pengemudi berdasarkan dominasi panjang kendaraan-kendaraan <9 meter (kelas jalan 3), <12 meter (kelas jalan 2), <18 meter (kelas jalan 1) yang beredar pada saat ini melalui data sekunder dan primer dengan cara analisis deskriptif. Pengelompokan kendaraan disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009. Data sekunder adalah data jenis dan dimensi kendaraan yang beredar. Data primer adalah data identifikasi kelompok merek kendaraan yang melalui 21 ruas jalan kelas-kelas 1, 2, dan 3 di Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Jawa. Analisis dilakukan terhadap dominasi panjang kendaraan, dominasi kendaraan yang melewati 21 ruas jalan, persentile panjang kendaraan ke-85, penentuan kendaraan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlu adanya 12 kendaraan desain yang meliputi 3 kendaraan mobil penumpang (tinggi mata pengemudi 1,5m), 2 bis (tinggi mata pengemudi 1,9m), dan 7 truk berbagai ukuran (tinggi mata pengemudi 2,2-2,3). Penggunaan kendaraan desain tersebut adalah memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku. Kata kunci: dominasi kendaraan, kendaraan desain, dimensi kendaraan, tinggi mata pengemudi, tata cara geometrik jalan.
RADIUS PUTAR KENDARAAN DESAIN UNTUK PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN DI INDONESIA Greece Maria Lawalata; Faisal Rahman
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Designing the width of the vehicle lane must consider the type of vehicle that passes through it. This is obtained by knowing the dimensions of the vehicle and the vehicle's wheelbase. From these two data we can find out the wheel tracks and the outer size of the vehicle body (sweeping path). This paper is intended to determine the turning radius of a design vehicle for the geometric design of the road. The design vehicles in question are the vehicles whose dimensions are mentioned in various regulations and vehicles which are the dominant results of research on the Road and Bridge Research and Development Center. The method used is a literature study of the rules and research results of the Road and Bridge Research and Development Center. Determination of the turning radius of the vehicle is done using the Autoturn software application with the assumption: flat pavement surface, the tire does not slip, the vehicle steering lock is 40o, the steering angle is 31.6o, the U-turn maneuver is 180o. The results showed that there were 17 vehicles that became design vehicles equipped with a turning radius. There are 2 vehicles that have 2 vehicles that have a turning radius of more than 12 meters. Keywords: vehicle turning radius, vehicle trail, vehicle design, vehicle dimensions, road geometric procedures.
PENGKINIAN FAKTOR PENYESUAIAN KAPASITAS JALAN PERKOTAAN TIPE 22-TT AKIBAT LEBAR LAJUR Greece Maria Lawalata; Anjang Nugroho; Vera Gardenia; Faisal Rahman; Sri Amelia
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 37 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan di Indonesia meningkat, penyiapan infrastruktur jalan pun harus menyiapkan prasarana jalan yang aman, selamat, dan tidak mengganggu lingkungan sesuai dengan perkembang kendaraan saat ini. Dengan demikian perhitungan kapasitas jalan dapat disesuaikan dengan perkembangan kendaraan pada saat ini. PenelitIan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu merubah penempatan marka garis untuk mendapatkan variasi lebar lajur jalan yang dilakukan di kota Bandung dan kota Medan. Variasi lebar lajur yang didapat adalah 11, 8, 5,7. Data kendaraan (kendaraan berat, kendaraan ringan, sepeda motor) yang dicatat menggunakan kamera video adalah waktu yang dihabiskan melewati tanda garis 20m. Data selanjutnya dihitung untuk mendapatkan kapasitas maksimum. Data kapasitas dari berbagai variasi lebar lajur dibandingkan dengan data kapasitas lebar standar, sehingga didapatkan factor koreksi kapasitas akibat perbedaan-perbedaan lajur. Hasil penelitian yang didapat adalah perbandingan factor kapasitas 2019 dan 1997 menunjukkan bahwa pada tipe jalan 2TT terlihat bahwa perbedaan berkisar 2,4 sampai dengan 65,1. Kata kunci: kapasitas jalan 2 lajur 2 arah, factor koreksi kapasitas jalan, manual kapasitas jalan.
Prioritas Pemeliharaan Jalan Kabupaten Berdasarkan Ketersediaan Alokasi Anggaran Prayoga, Dadan Yuda; Herman, Herman; Farida, Ida; Fathir, Mirza; Lawalata, Greece Maria
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 2 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-2.1550

Abstract

Road infrastructure is one of the most strategic transportation infrastructure facilities. This is supported by road stability which is supported by road maintenance and repairs. Handling road repairs cannot be separated from funding from the budget of each region, especially in the district. Budget limitations affect road repairs, so there needs to be priority handling. The aim of the research is to determine the criteria that are the basis for prioritizing road maintenance and to develop a priority order for district road maintenance based on the availability of budget allocations in Banyuresmi District, Garut Regency. The research methodology uses a descriptive evaluative method, analyzed using the Analytical Hierarchy Process. The results of respondents' assessments of road maintenance handling show that the priority criteria consisting of the type of road damage factor have an influence of 31.9%; policy factors influence 31.7%; traffic condition factors influence 23%; and the service condition factor has an influence of 13%. The priority order for handling Regency road maintenance is based on the availability of budget allocations in Banyuresmi District, Garut Regency, for the Pasirmuncang - Cipicung, Tanjung - Maleer, Cipicung - Wanaraja, Cibudug - Cipicung, Bojongsalam - Menger, Jager - Jolok/Cipicung, and Warungpeuteuy - Kiaralawang roads.