Benni Erick
STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelaan Diri hingga Hilangnya Nyawa: Analisis Yuridis dalam Hukum Positif dan Hukum Islam Nur Syafriana; Benni Erick; Ida Rahma
CONSTITUO Journal of State and Political Law Research Vol 4 No 2 (2025): CONSTITUO Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara Islam (Siyasah Syar'iyyah) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/constituo.v4i2.6251

Abstract

Pembelaan diri yang mengakibatkan hilangnya nyawa merupakan persoalan yuridis yang kompleks karena berada pada irisan antara perlindungan hak untuk mempertahankan diri dan penghormatan terhadap hak hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, batasan, dan implikasi hukum pembelaan diri hingga hilangnya nyawa dalam perspektif hukum positif dan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Bahan hukum yang dianalisis meliputi ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, literatur hukum pidana, Al-Qur’an, hadis, serta pandangan para ulama fikih jinayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif dan hukum Islam sama-sama mengakui pembelaan diri sebagai tindakan yang sah apabila dilakukan untuk menolak serangan yang bersifat melawan hukum dan seketika. Dalam hukum positif, pembelaan diri diposisikan sebagai alasan pembenar atau alasan pemaaf dengan penekanan pada unsur proporsionalitas, sedangkan dalam hukum Islam pembelaan diri dilegitimasi oleh prinsip perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan harta (ḥifẓ al-māl) dengan mempertimbangkan niat, keadaan darurat, dan larangan melampaui batas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan pendekatan kedua sistem hukum dapat saling melengkapi, sehingga integrasi nilai keadilan substantif hukum Islam berpotensi memperkuat penegakan hukum positif dalam mewujudkan putusan yang adil dan humanis.
Dari Empati ke Aksi: Upaya Kemanusiaan dalam Penyaluran Bantuan Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang Benni Erick; Nanda Ramadhan; T. Ade Vidian Maqfirah; Alit Fajar Kurniawan; Muhammad Radhial
ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): ZONA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/zona.v3i2.501

Abstract

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan kemanusiaan sekaligus meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat terdampak. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan asesmen kebutuhan, pengelolaan logistik, distribusi bantuan, serta edukasi kebencanaan. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Relawan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, bekerja sama dengan aparatur desa dan masyarakat setempat di Desa Semadam, Kecamatan Babo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan merata melalui koordinasi yang baik antar pihak. Selain itu, kegiatan edukasi dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana dan memperkuat solidaritas sosial. Masyarakat juga menunjukkan respons positif terhadap kehadiran tim relawan, yang tidak hanya memberikan bantuan material tetapi juga dukungan moral. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan masyarakat terdampak sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengabdian masyarakat berbasis kebencanaan yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.