Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN HAND SANITIZER BERSTANDAR WHO DALAM PENINGKATAN KEPEDULIAN CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS OSO PADA MASA COVID-19 SEBAGAI INTEGRASI PENERAPAN STOIKIOMETRI DALAM MATA KULIAH KIMIA DASAR: The Production of WHO-Standard Hand Sanitizer to Enhance the Awareness of the Academic Community at Universitas OSO During the COVID-19 Pandemic as an Integration of Stoichiometry Application in the Chemistry Course Shofiyah*, Sofi Siti; Raynaldo, Adityo; Marista, Etha; Linda, Riza
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.148

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pertama kali terdeteksi di Indonesia pada Februari 2020. Indonesia telah mengalami dua kali gelombang kasus COVID-19 yang parah hingga Juni 2021, dengan 4,24 juta kasus terjadi dan lebih dari 140 ribu kematian tercatat. Penanganan kasus COVID-19 di Indonesia terus dilakukan baik melalui kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah, maupun upaya preventif yang dilakukan oleh tiap-tiap warga masyarakat. Pada masa awal pandemi, terjadi kelangkaan dan lonjakan harga masker dan hand sanitizer. Sebagai respon akan hal itu, WHO telah mengeluarkan prosedur praktis untuk pembuatan hand sanitizer yang dapat diterapkan masyarakat dengan pengetahuan, fasilitas, dan kompetensi yang memadai, sehingga dapat memproduksi secara mandiri untuk skala kecil guna mengatasi keterbatasan pasokan da tingginya harga pasar. Laboratorium Sains Dasar dan Kelautan memiliki fasilitas dasar yang dapat digunakan untuk memproduksi hand sanitizer skala kecil. Dalam rangka meningkatkan kepedulian civitas akademika, Program Studi Ilmu Kelautan mengadakan pelatihan kepada mahasiswa prodi Ilmu Kelautan untuk dapat memproduksi hand sanitizer sesuai formulasi WHO. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 Juni 2021 dengan diikuti oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan. Selain itu, kegiatan ini juga mensosialisasikan upaya dasar pencegahan penularan COVID-19 dengan selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan benar menggunakan air atau hand sanitizer kepada sivitas akademika Universitas OSO. Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya mengintegrasikan penerapan stoikiometri dalam pembelajaran kimia dasar tetapi juga berkontribusi pada upaya pencegahan COVID-19 di lingkungan kampus
PEMBUATAN KARBON AKTIF AMPAS KELAPA DENGAN AKTIVATOR ASAM FOSFAT (H3PO4) UNTUK MENGADSORPSI ION LOGAM BESI (Fe) Prawiranti, Yulizar; Mandasari, Weni; Shofiyah, Sofi S; Febrianty, Irma R; Utami, Naniek T
Akta Kimia Indonesia Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v9i2.22084

Abstract

Peat water contains high iron levels and is reddish-brown in color. Consuming iron in doses above the threshold can endanger health and even lead to sudden death. Additionally, iron pollution can disrupt aquatic ecosystems. Coconut pulp has the potential to adsorb heavy metal iron due to its cellulose, mannan, and galactomannan content. The stages of producing adsorbent from coconut pulp include preparation, carbonization, activation of activated carbon, testing of activated carbon consisting of moisture content, volatile matter content, ash content, and pure carbon content tests, FTIR testing, and determining the % adsorption efficiency of iron (Fe) metal ions and adsorption capacity of iron (Fe) metal ions using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Carbonization is carried out at a temperature of 400°C for 2 hours, and activation is performed with 3 N phosphoric acid activator for 24 hours. The FTIR results of coconut pulp activated carbon (CPAC) show a slight increase in the C=O stretching absorption peak and a decrease in almost all absorption peaks such as O-H stretching, C=C aromatic ring, C-H bending, C=O stretching, and =C-H aromatic. A new absorption peak appears in CPAC at the absorption region of 908.47 cm⁻¹, indicating the formation of =C-H aromatic bonds. The efficiency percentage shows that CPAC can adsorb Fe metal ions by 99.16% with an adsorption capacity of 0.22 mg/g, while coconut pulp carbon (CPC) can adsorb Fe metal ions by 34.66% with an adsorption capacity of 0.08 mg/g.