Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Self Efficacy Dan Dukungan Sosial Terhadap Student Well Being Di SMA N 4 Karawang Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Nur Ainy Sadijah; Ahmad Paisal Gojali; Kurnia Pratiwi
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving the quality of human resources is one of the emphasis of educational goals. High school students in their developmental stage are classified as teenagers. According to Santrock (2011) there are several problems experienced by adolescents in fulfilling developmental tasks in adolescence, namely personal problems and typical adolescent problems. Teenagers today get a lot of pressures starting from environmental and socio-cultural conditions as well as the self-development of the teenagers themselves.This study aims to determine the effect of self-efficacy and peer social support on student well-being at SMAN 4 Karawang. In this study there are three variables, namely Self Efficacy, peer social support, and student well-being. The major hypothesis of this study is that there is an influence of Self Efficacy and peer social support on student well-being at SMA N 4 Karawang. Self-efficacy is a learning strategy in which students are metacognitively motivated or driven to learn and actively participate in the independent learning process. Peer social support is an individual's assessment of positive assistance or support received from friends whose level of maturity or age is more the same, so that individuals feel valued, cared for, and loved (Simanjuntak & Indrawati, 2019). The number of samples used was 177 students at SMA N 4 Karawang. Using purposive sampling method. The data method in this study uses a quantitative method. The analysis in this study used multiple regression analysis using SPSS 22.0.
ADOLESCENT SELF-CONTROL AND ITS EFFECT ON DEVIANT BEHAVIOR: A QUANTITATIVE STUDY Elis Karina Febriyani; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Anggun Pertiwi
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.188

Abstract

Adolescent delinquency remains a salient educational and psychosocial challenge, particularly in contexts where biological, psychological, and social pressures increase young people’s vulnerability to deviant behaviors. This study investigated whether self-control predicts juvenile delinquency among students in Karawang Regency. Using a quantitative causal design, data were collected from 348 students aged 13–19 years (167 males; 181 females) recruited through convenience sampling. Self-control was measured using the Brief Self-Control Scale (BSCS), and juvenile delinquency was assessed using a researcher-constructed delinquency scale. Data were analyzed using simple linear regression (SPSS v25). The results show that self-control has a statistically significant effect on juvenile delinquency (sig. = 0.000; p < 0.05), indicating that self-control is a meaningful predictor of delinquent tendencies. However, the effect size is relatively small, with self-control explaining 3.7% of the variance in delinquency (R Square = 0.037), suggesting that other factors outside the present model contribute substantially to adolescent delinquency. The principal conclusion is that strengthening students’ self-control is relevant but insufficient as a standalone approach; educational interventions should be complemented by consistent parental and school support to foster positive adolescent development. Future studies are recommended to incorporate broader ecological determinants (e.g., family characteristics, socioeconomic conditions, and residential environment) and to test more comprehensive explanatory models.
SELF DISCLOSURE DI SECOND ACCOUNT INSTAGRAM: PERAN SELF ESTEEM PADA PEREMPUAN GEN Z DI KARAWANG Annisa Farhatun Sholeha; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; M. Choirul Ibad
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 01 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i01.2581

Abstract

Fenomena penggunaan second account Instagram oleh perempuan Generasi Z menunjukkan dinamika pengungkapan diri (self-disclosure) yang kompleks dan belum banyak dikaji secara lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap self-disclosure pada perempuan Gen Z pengguna second account Instagram di Karawang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan populasi perempuan Gen Z berusia 15–28 tahun. Karena jumlah populasi tidak diketahui, penentuan sampel dilakukan menggunakan tabel Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 363 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang telah diadaptasi oleh Maroqi (2019) dan skala self-disclosure berdasarkan teori Wheeless & Grotz (1976). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana, didahului oleh uji asumsi klasik yaitu uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji linearitas. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-disclosure (β = 0,479; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 22,9%. Individu dengan self-esteem tinggi cenderung lebih terbuka dalam mengungkapkan informasi pribadi di ruang digital yang dipersepsi aman secara psikologis. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus terhadap second account sebagai ruang ekspresi privat yang belum banyak dikaji, khususnya pada perempuan Gen Z di wilayah semi-urban.
Tingkat Motivasi Belajar Sebagai Prediktor Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Universitas Buana Perjuangan Karawang Egi Koswara; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Anggun Pertiwi
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2558

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda-nunda tugas akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Buana Perjuangan, Karawang. Pengambilan sampel melibatkan 335 mahasiswa melalui teknik sampling insidental. Skala dalam penelitian ini yaitu skala prokrastinasi akademik yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek dari Ferrari (1995) dan skala Academic Motivation Scale (AMS) yang telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh Natalya (2018) yang didasarkan pada Teori Vallerand (1992). Hasil uji analisis regresi linier sederhana menunjukkan sig. 0,041 < 0,05 yaitu Ha diterima dan H0 ditolak, artinya motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Pada penelitian ini mengindikasikan bahwasanya semakin tinggi motivasi belajar, dengan demikian semakin besar pula potensi munculnya perilaku prokrastinasi akademik.
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Self Regulated Learning Pada Siswa SMKN 2 Karawang Findi Pramesthi; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; M. Choirul Ibad
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 04 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i04.2569

Abstract

Self regulated learning adalah kemampuan siswa untuk belajar mandiri, seperti menentukan tujuan belajar, membuat rencana belajar, dan mengevaluasi hasil belajar. Rendahnya self regulated learning pada siswa merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di lingkungan sekolah, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap self regulated learning pada siswa SMKN 2 Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana pada 325 siswa SMKN 2 Karawang dengan menggunakan skala sebagai alat ukur pengumpulan data. Alat ukur yang dipakai adalah skala self regulated learning yang disusun peneliti berdasarkan teori Zimmerman (2015) dan skala dukungan sosial yang merupakan skala adaptasi dari Sulistiani (2022). Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, yang membuktikan bahwa adanya pengaruh dari dukungan sosial terhadap self regulated learning siswa di SMKN 2 Karawang. Dukungan sosial yang diberikan oleh teman sebaya, guru, dan keluarga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam merencanakan strategi belajar, memotivasi diri, dan mengatasi hambatan yang muncul selama proses belajar. Dengan adanya dukungan tersebut, siswa lebih mampu mengatur waktu, menetapkan tujuan belajar, dan mengevaluasi kemajuan mereka secara efektif. Kebaharuan dalam penelitian ini adalah secara khusus menguji pengaruh dukungan sosial terhadap self regulated learning pada siswa SMK. Penelitian sebelumnya lebih banyak dilakukan pada siswa di tingkat pendidikan umum atau universitas. Dengan fokus pada SMK, penelitian ini memberikan wawasan baru dan spesifik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kejuruan.
SCROLL, KLIK, BELI : PERAN KONTROL DIRI DALAM PERILAKU IMPULSIVE BUYING DI KARAWANG Yenny Dwi Virgyana; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Regi Ramadan
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.11744

Abstract

The rapid growth of e-commerce in Indonesia has changed consumption patterns, particularly among early adults who are increasingly exposed to digital marketing stimuli that may encourage impulsive buying. This study aims to examine the relationship between self-control and impulsive buying among early adult e-commerce users in Karawang. This research employed a quantitative approach with a predictive correlational design. The participants were 385 early adults aged 20–35 years who had experience using e-commerce platforms and were selected through convenience sampling. Data were collected using the Brief Self-Control Scale and the Impulsive Buying Tendency Scale and analyzed using simple linear regression. The results showed that self-control had a significant negative relationship with impulsive buying. These findings indicate that individuals with better self-control tend to have lower tendencies toward impulsive buying. This study highlights that self-control is one of the psychological factors associated with impulsive purchasing behavior among early adult e-commerce users ABSTRAK Perkembangan e-commerce di Indonesia telah mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama pada dewasa awal yang rentan terpapar berbagai stimulus pemasaran digital sehingga meningkatkan kecenderungan impulsive buying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan impulsive buying pada dewasa awal pengguna e-commerce di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Partisipan penelitian berjumlah 385 dewasa awal berusia 20–35 tahun yang pernah menggunakan e-commerce dan dipilih melalui teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Brief Self-Control Scale dan Impulsive Buying Tendency Scale, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan impulsive buying. Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan kontrol diri yang lebih baik cenderung memiliki kecenderungan impulsive buying yang lebih rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol diri merupakan salah satu faktor psikologis yang berperan dalam perilaku pembelian impulsif pada pengguna e-commerce dewasa awal.