Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Model Quantum Teaching dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas IX pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 33 Bandar Lampung Jihan Nur Afifah; Beti Susilawati; H.A. Fatoni
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.352

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan model Quantum Teaching dalam pengubahan belajar yang meriah dan menyenangkan dengan segala nuansanya. Penerapan model Quantum Teaching dapat membuat siswa lebih aktif karena guru dapat menumbuhkan minat belajar siswa dengan memberikan suatu masalah dan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Keterampilan Berpikir Kritis siswa dalam pembelajaran PAI melalui penerapan pendekatan Model Quantum Teaching pada siswa kelas IX F SMP Negeri 33 Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 33 Bandar Lampung. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX F dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024-Januari 2025 semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan model siklus penelitian dari Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilakukan dengan melalui empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi sebagai dasar perencanaan ulang untuk penelitian selanjutnya. Pada siklus I, keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 15 orang siswa atau dengan presentase sebesar 46.87%. Pada siklus II ini telah mengalami peningkatan dengan memperoleh hasil kemampuan Keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran PAI yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 25 orang siswa atau dengan presentase sebesar 78.12%. Adapun presentase instrumen pemantau tindakan guru pada siklus I pertemuan 1 sebesar 67,5%, pertemuan 2 sebesar 80% dan instrumen pemantau tindakan siswa pada siklus I pertemuan 1 sebesar 47.5%, pertemuan 2 sebesar 62.5%. Adapun presentase instrumen pemantau tindakan guru pada siklus II pertemuan 1 sebesar 82.5%, pertemuan 2 sebesar 90% dan instrumen pemantau tindakan siswa pada siklus II pertemuan 1 sebesar 77.5%, pertemuan 2 sebesar 87.5%. Implikasi dari penelitian tindakan kelas ini adalah bahwa kemampuan Keterampilan berpikir kritis siswa kelas IX F SMP Negeri 33 Bandar Lampung dalam pembelajaran PAI dapat meningkat dengan menerapkan pendekatan Model Quantum Teaching di dalam proses pembelajarannya.
Learning Cycle 9E Learning Model: How Does it Affect Students' Problem Solving Skills? Anna Sintia; Nursilawati Nursilawati; Pina Rama Deani; Niken Diah Warastri; Desma Hemaliyah Apita; Nurul Azizah; Beti Susilawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.418

Abstract

Problem-solving skills are essential for achieving optimal learning outcomes. However, student participation in activities that develop these skills remains low, with only about 9% of students actively involved. This indicates a lack of self-confidence and a reluctance to express opinions or participate in discussions, which hinders the development of their problem-solving abilities. The Learning Cycle 9E instructional model is considered effective in enhancing these skills due to its clearly structured learning stages. This study aims to examine the effectiveness of the model in increasing student learning engagement at SMA Negeri 15 Bandar Lampung. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving class XII F1 as the experimental group and class XII F2 as the control group, both of which were randomly selected using the simple random sampling technique. The results of the normality test showed that the data in both groups were normally distributed (significance values of 0.077 for the experimental group and 0.647 for the control group). The t-test revealed a significance value of 0.590, indicating no significant difference between the two groups. However, students who were taught using the Learning Cycle model demonstrated better problem-solving abilities, were more engaged, and were more capable of applying their knowledge in real-life situations compared to those taught using direct instruction
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (TUNAGRAHITA) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Prima Bestari Bandar Lampung Mely Nada Amatullah; Beti Susilawati; Saidy Saidy
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.476

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak tunagrahita memiliki kompleksitas khusus karena keterbatasan kemampuan intelektual mereka yang memerlukan pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan khusus mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, perencanaan, evaluasi pembelajaran Pendidikan Agam Islam bagi anak berkebutuhan khusus (Tunagrahita). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PAI, waka kurikulum, dan peserta didik di SLB Insan Prima Bestari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan secara fleksibel dengan memperhatikan kondisi kognitif siswa.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI di SLB Insan Prima Bestari telah dilaksanakan dengan pendekatan yang adaptif dan humanis, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut dari segi metode dan sarana pendukung. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Efektivitas Model Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap Keterampilan Berpikir Analitis pada Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMP Nurul Dwi Novita; Ruswanto Ruswanto; Beti Susilawati
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.73855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen melalui desain Posttest-Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas di SMP Negeri 1 Purbolinggo, yaitu kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda yang berfokus pada kemampuan kognitif analitis (C4). Hasil uji reliabilitas instrumen memperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0,82 yang menunjukkan reliabilitas sangat tinggi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,036 (<0,05), sehingga model SSCS berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model SSCS dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan fokus pada peningkatan kemampuan berpikir analitis yang masih jarang diteliti. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pendidikan Islam.
Model Pembelajaran RADEC: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik? pinaramadeani Pina Rama Deani; Ruswanto; Beti Susilawati
SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni | In Press
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/sakalima.v3i2.473

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) learning model in improving students’ learning activeness in Islamic Religious Education at SMP Negeri 1 Purbolinggo. The study employed an experimental method using a Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of two eighth-grade classes selected through simple random sampling: an experimental class taught using the RADEC model and a control class taught through conventional methods. The research instrument was a learning activeness questionnaire that had been tested for validity and reliability, with a Cronbach’s Alpha value of 0.82. Data were analyzed using normality, homogeneity, and pooled variance t-tests. The findings revealed that the RADEC learning model had a significant effect on students’ learning activeness, with a significance value of 0.035 < 0.05. Improvements were observed in students’ critical thinking, discussion participation, problem-solving abilities, and creative idea development. The novelty of this study lies in the implementation of the RADEC model in Islamic Religious Education at the junior high school level, focusing on learning activeness. This study contributes to the development of active, collaborative, and meaningful learning strategies.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN APLIKASI EDUCAPLAY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI Halimatus Sa'diyah; Syamsuri Ali; Beti Susilawati; Baharudin Baharudin
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10627

Abstract

The low motivation to learn Islamic Religious Education (PAI) at SMK IT ICERA Babatan, caused by the lack of learning media innovation, is the background of this research. The main focus of the study is to evaluate the effectiveness of the use of the Educaplay application in increasing student learning motivation. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group type. The research stages include data collection through a motivation questionnaire that has been tested for validity and reliability, followed by data analysis using an independent t-test through SPSS software. The research findings show a significant difference between the experimental and control classes, where the t-value is 4.244 with a significance level of 0.000 < 0.05. These results prove that students who use Educaplay have a level of motivation, especially on the material relevance indicator, which is much better than the conventional learning group. The main conclusion confirms that the integration of interactive digital technology such as Educaplay is very effective as an innovative strategy to enliven the atmosphere of the PAI class and help students understand the connection of the material to real life. Practically, this study recommends educators to adopt educational game-based media to optimize student active engagement. The theoretical contribution of this research enriches the literature on the use of digital media in strengthening the affective aspects of students at the vocational high school level in a sustainable and measurable manner in the future to answer the challenges of modern education. ABSTRAK Rendahnya motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK IT ICERA Babatan yang disebabkan oleh kurangnya inovasi media pembelajaran melatarbelakangi penelitian ini. Fokus utama kajian adalah mengevaluasi efektivitas penggunaan aplikasi Educaplay dalam meningkatkan dorongan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group design. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui angket motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dilanjutkan dengan analisis data menggunakan independent t-test melalui perangkat lunak SPSS. Temuan penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol, di mana nilai t-hitung sebesar 4,244 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa siswa yang menggunakan Educaplay memiliki tingkat motivasi, khususnya pada indikator relevansi materi, yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok pembelajaran konvensional. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi teknologi digital interaktif seperti Educaplay sangat efektif sebagai strategi inovatif untuk menghidupkan suasana kelas PAI dan membantu peserta didik memahami keterkaitan materi dengan kehidupan nyata. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pendidik untuk mengadopsi media berbasis permainan edukatif guna mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa. Kontribusi teoretis penelitian ini memperkaya literatur mengenai pemanfaatan media digital dalam memperkuat aspek afektif siswa pada jenjang sekolah menengah kejuruan secara berkelanjutan dan terukur di masa depan guna menjawab tantangan pendidikan modern.