Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Problematika Guru Pendidikan Agam Islam (Pai) Dalam Menyusun Soal Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) Di SMP Negeri 2 Palu Siti Rahma; Erniati Erniati; Hamlan Hamlan
Journal on Education Vol 6 No 4 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 4 Mei-Agustus 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i4.6251

Abstract

This study aims to find out the problems faced by teachers and find out solutions for teachers who experience problems in compiling problems based on Higher Orther Thinking Skill (HOTS) or high-level thinking skills. This study uses qualitative research methods to understand a condition that occurs in PAI teachers in compiling HOTS questions. The results of this study show that the problems faced by PAI teachers in compiling Higher Thinking Skill (HOTS) questions at SMP Negeri 2 Palu have various problems. There are two problems with the three PAI teachers, namely first, the difficulty in compiling questions that contain problem solving. Second, PAI teachers have problems in determining the KKO (Operational Verb) that is appropriate and in accordance with Bloom's Taxonomy. Another problem is caused by the age factor experienced by one of the elderly PAI teachers resulting in decreased competence so that it is difficult to understand high-level problem solving. This research confirms that the school should conduct workshops related to the preparation of HOTS questions for teachers at SMP Negeri 2 Palu more often. As for PAI teachers, they should always improve their competence in compiling HOTS questions by utilizing the internet, social media and relevant books. In addition, PAI teachers should seriously participate during the Workshop and MGMP activities, so that the knowledge and information obtained can be truly understood and applied in the preparation of HOTS questions.
STRATEGI PEMBENTUKAN ADAB PESERTA DIDIK BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM Afifa Ramadhani; Moh Arfan Hakim; Agustan Agustan; Erniati Erniati; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12482

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the strategies for developing Islamic manners (adab) among students at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Nunu, Palu City, through the stages of planning, implementation, and evaluation. The study was motivated by the phenomenon of moral degradation among young generations, reflected in declining politeness in communication, reduced respect for teachers, and weak application of Islamic values in daily life. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. The collected data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the development of Islamic manners was carried out through the planning of religious habituation programs integrated into school activities, teacher role modeling, worship habituation, strengthening communication between school and family, and controlling students’ use of digital devices. Evaluation was conducted continuously through behavioral observation and collaboration with parents. The results indicate that the success of Islamic character development is influenced by the synergy among the school environment, family involvement, and the digital ecosystem that supports the internalization of Islamic values. Therefore, integrated and sustainable strategies can serve as an effective model for strengthening Islamic character education at the elementary Islamic school level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembentukan adab Islami peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Nunu Kota Palu melalui tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral pada generasi muda yang ditandai dengan menurunnya kesantunan dalam bertutur, sikap hormat kepada guru, serta lemahnya pengamalan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembentukan adab Islami dilakukan melalui perencanaan program pembiasaan keagamaan yang terintegrasi dalam kegiatan sekolah, implementasi keteladanan guru, pembiasaan ibadah, penguatan komunikasi antara sekolah dan keluarga, serta pengendalian penggunaan gawai oleh peserta didik. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan perilaku peserta didik dan kerja sama dengan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan adab Islami dipengaruhi oleh sinergi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan ekologi digital yang mendukung internalisasi nilai-nilai karakter Islami. Dengan demikian, strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat menjadi model penguatan pendidikan karakter Islami di tingkat madrasah ibtidaiyah.
PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Kardina Baondong; Erniati Erniati; Wiwin Mistiani; Hidawati Hidawati; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12483

Abstract

ABSTRACT The use of the internet as a learning resource has become an effective alternative for improving the quality of classroom instruction and enhancing students' learning motivation in elementary schools. This study aimed to describe the use of the internet as a learning resource in improving the learning motivation of third-grade students at MIS Al-Khairaat Pombewe. This research employed a qualitative approach using a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation. The findings revealed that teachers utilized the internet as a learning resource through instructional videos, educational images, and supplementary learning materials relevant to the subject matter, making the learning process more engaging, interactive, and easier for students to understand. The use of the internet positively influenced students' learning motivation, as reflected in increased attention, interest, participation, enthusiasm, and active involvement during classroom activities. Although several challenges were identified, including limited internet connectivity, inadequate learning devices, and limited instructional time, the internet remained an effective learning resource. Therefore, the use of the internet contributes positively to improving students' learning motivation and supports the implementation of more effective and meaningful learning processes in elementary schools. ABSTRAK Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar menjadi salah satu alternatif yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus mendorong motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan internet sebagai sumber belajar dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III MIS Al-Khairaat Pombewe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memanfaatkan internet sebagai sumber belajar melalui video pembelajaran, gambar edukatif, serta materi tambahan yang sesuai dengan materi pelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami peserta didik. Pemanfaatan internet memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar yang ditunjukkan oleh meningkatnya perhatian, minat, keaktifan, antusiasme, dan partisipasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan jaringan internet, perangkat pembelajaran, dan waktu pembelajaran, penggunaan internet tetap mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif. Dengan demikian, internet sebagai sumber belajar memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik serta mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah dasar.
Strategi Peningkatan Kerjasama Guru dan Siswa untuk Mengatasi Ketidakfokusan dalam Tugas Akademik SMA Negeri 1 Sigi Fauzya Nayla; Hati Nurani; Revalina Amanda Putri; Nur Linda; Nurhaliza Nurhaliza; Muh. Rifki Alfiansyah; Muh. Syahrur Ramadhan; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakfokusan peserta didik dalam menyelesaikan tugas akademik menjadi permasalahan yang semakin kompleks dalam praktik pendidikan modern. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan karakteristik internal siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas interaksi dan kerjasama antara guru dan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketidakfokusan akademik siswa serta merumuskan strategi kerjasama guru dan peserta didik yang efektif dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sigi. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakfokusan akademik dipengaruhi oleh faktor psikologis (rendahnya motivasi, kecemasan, dan takut gagal), faktor lingkungan sosial dan keluarga, distraksi digital, serta lemahnya manajemen waktu siswa. Adapun strategi kerjasama yang efektif meliputi pemberian peran yang jelas dalam kerja kelompok, pendekatan personal dan dialogis guru, pemberian umpan balik konstruktif, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerjasama guru dan peserta didik yang dibangun secara relasional dan berkelanjutan mampu meningkatkan fokus, tanggung jawab, dan keterlibatan akademik siswa dalam proses pembelajaran
Strategi Penilaian Ranah Psikomotorik Berbasis Peer Assessment Pada Pembelajaran PAI: Studi Kualitatif Di SMP Negeri 1 Sigi Rorind Cahyani Aulia; Sazkia Wahyuni; Fani Fani; Siti Aisyah; Rezkiyana Ningsi; Ikram Ikram; Rangga Rangga; Supardi Said; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian psikomotorik pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya keterampilan membaca Al-Qur’an, membutuhkan observasi langsung terhadap performa siswa. Namun, keterbatasan jumlah guru dan banyaknya siswa sering menyulitkan proses penilaian individual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan peer assessment berbasis rubrik dalam penilaian membaca Al-Qur’an serta menganalisis persepsi guru terhadap efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer assessment diterapkan melalui penyusunan rubrik, sosialisasi kriteria penilaian, dan pelaksanaan penilaian sebaya pada kegiatan praktik membaca Al-Qur’an. Strategi ini membantu memperluas jangkauan observasi dan meringankan beban penilaian guru, sekaligus meningkatkan partisipasi dan kesadaran reflektif siswa. Guru memandang peer assessment relevan untuk mendukung penilaian psikomotorik, dengan catatan guru tetap bertindak sebagai validator akhir penilaian
KETIDAKMAMPUAN SISWA DALAM MENILAI DIRI SENDIRI DENGAN JUJUR (SELF ASSESMENT) DI SMP Husnul Khotima; Tiara Sani; Mardianah Mardianah; Mutmainah Mutmainah; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nita anggreani; Nurul Hasanah; Eka Selvi Anggita Sari; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakmampuan siswa dalam menilai diri sendiri dengan jujur melalui metode self-assessment di SMP Negeri 5 Palu. Ketidakmampuan siswa menilai diri secara objektif merupakan isu penting yang berdampak pada integritas akademik dan perilaku belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-shot case study melibatkan 21 siswa kelas IX. Instrumen berupa angket skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pemahaman mengenai tujuan dan indikator self-assessment serta umpan balik guru, 19 dari 21 siswa (90,48%) mampu melakukan penilaian diri secara jujur sesuai dengan pengamatan guru. Analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri (r = 0,742, p < 0,01) dan kepercayaan diri (r = 0,681, p < 0,01) dengan kejujuran siswa, serta hubungan negatif signifikan antara rasa takut dinilai buruk dengan kejujuran (r = -0,623, p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor psikologis berperan penting dalam kejujuran self-assessment. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan self-assessment yang sistematis dan berkelanjutan, pendampingan guru yang intensif, serta integrasi pendidikan karakter untuk menumbuhkan kejujuran siswa dalam menilai diri. Dengan demikian, self-assessment tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas akademik dan kesadaran metakognitif siswa.
Transformasi Evaluasi Digital Inovasi Klasifikasi Capaian Belajar Berbasis Blooket Menggunakan Sistem Cerdas A. Nurul Hidayat; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan memerlukan metode evaluasi inovatif yang objektif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan capaian belajar siswa menggunakan data yang diekstraksi dari platform gamifikasi Blooket melalui pendekatan komputasi sistem cerdas. Masalah utama yang diangkat adalah adanya celah dalam pengolahan data gamifikasi yang selama ini hanya menjadi angka statistik mentah tanpa analisis kategori kompetensi yang mendalam. Metodologi penelitian melibatkan alur sistematis mulai dari akuisisi data leaderboard, pra-pemrosesan dalam format CSV, hingga implementasi algoritma Naive Bayes di lingkungan Anaconda Jupyter Notebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan klasifikasi dengan akurasi mencapai 100%, memetakan siswa ke dalam kategori Mastery, Developing, dan Emerging secara tepat sesuai parameter akurasi. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi sistem cerdas pada data gamifikasi merupakan terobosan strategis bagi asesmen pedagogik modern di Universitas Muhammadiyah Palu guna meminimalkan subjektivitas penilaian.
Effectiveness of Teacher Professional Education Program (PPG) of UIN Datokarama Palu from Students' Perspective (A Mixed Method Approach) Erniati Erniati; Sitti Nadirah; Nurdin Nurdin; Ubadah Ubadah; Andi Anirah
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 2 (2025): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i2.7269

Abstract

This study aims to investigate PPG students' perceptions regarding the program's effective implementation at UIN Datokarama Palu and identify factors that affect the program's effectiveness. The research method used is a mixed method in which we simultaneously employed quantitative and qualitative methods. We surveyed the distribution of questionnaires using Google Forms and conducted in-depth interviews with several PPG students. The results indicate that most students consider the PPG relevant to improving teachers’ competencies and skills. The competencies include selecting, planning, developing, using, and actualizing various classroom teaching materials. Meanwhile, the skills include practicing digital learning and choosing and using relevant teaching material in digital format. However, various obstacles still exist, such as the lack of active interaction in learning, internet connection issues, and the mismatch between task load and available time. Based on the findings, this study recommends improving technological infrastructure, strengthening mentoring, and re-evaluating the curriculum and program management to enhance the Effectiveness of PPG in the future. Future studies should focus on increasing PPG students’ engagement experience during the online PPG program delivery.