Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Sikap Keuangan dan Lokus Kendali Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pengguna Jenius Pada Generasi Z Karawang Rahmatiana Azyzatun Nisa; Sihabudin; Robby Fauji
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 4 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Mei 202
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i4.851

Abstract

Perubahan teknologi dalam sektor keuangan telah mengubah perilaku keuangan masyarakat, termasuk beralihnya dari sistem keuangan konvensional atau tradisional menuju arah yang lebih moderat. Bank digital merupakan salah satu hasil dari perubahan teknologi tersebut, dan pengguna layanan bank digital terbanyak adalah Jenius milik bank BTPN, mencapai 2,34 juta pengguna layanan Jenius, salah satunya didominasi oleh Generasi Z. Menganalisis, mengidentifikasi, dan menjelaskan perilaku pengelolaan keuangan akibat pengaruh sikap keuangan dan lokus kendali adalah tujuan dari penelitian ini. Seluruh anggota Generasi Z yang menggunakan layanan perbankan digital Jenius di Kota Karawang menjadi sampel dalam penelitian ini. Purposive sampling, sebuah metodologi non-probabilitas, digunakan untuk memilih sampel. Pendekatan deskriptif dan verifikatif yang menerapkan pendekatan kuantitatif. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan mendistribusikan survei berbasis Google Formulir di sejumlah saluran media sosial. Selain memiliki dampak langsung atau simultan terhadap perilaku manajemen keuangan, temuan analisis memperlihatkan bahwa variabel perilaku manajemen keuangan dapat terdampak parsial akibat variabel sikap keuangan dan lokus kendali.
Scoping Review of Technostress Drivers and Mitigation Strategies in Hybrid Work Environments I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya; Yeni Fajrin; Robby Fauji; Askolani Askolani; Eeng Ahman
JURNAL ECONOMINA Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL ECONOMINA, Juni 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v5i6.2683

Abstract

Objective: This study aims to systematically analyze the antecedents, impacts, and mitigation strategies of technostress specifically within the context of hybrid work environments. It seeks to address the emerging "digitalization paradox," in which the flexibility of remote work arrangements paradoxically compromises employee psychological well- being and long-term sustainability. Research Design & Methods: A scoping review was conducted in accordance with PRISMA-ScR guidelines to map the evolving landscape of digital stress. The dataset was retrieved from the Scopus database, focusing on peer-reviewed empirical articles published between 2020 and 2025. A final corpus of 50 high- quality studies was analyzed using a dual approach of bibliometric mapping to identify temporal trends and thematic synthesis to consolidate k ey narratives. Findings: The analysis reveals a critical shift in stressors from technical accessibility to "techno-invasion" and the "always-on" culture. Specific phenomena, such as videoconferencing fatigue and cognitive fragmentation, emerged as distinct drivers of exhaustion. The findings highlight a "sustainability gap" in which organizational productivity in hybrid models is often maintained by depleting employees' cognitive resources, leading to accelerated burnout despite reported flexibility. Implications & Recommendations: The study implies that individual coping mechanisms are insufficient to combat systemic technostress. Practical recommendations for management include moving beyond soft wellness programs to implement structural "guardrails," such as formal "Right to Disconnect" policies. Furthermore, leadership training must pivot towards "digital empathy" and asynchronous communication protocols to effectively buffer the physiological strain of virtual work. Contribution & Value Added: This research extends the Job Demands-Resources (JD-R) model by conceptualizing digital tools as "conditional resources" that become demands when boundary management is absent. It contributes a novel conceptual framework that links specific digital antecedents to divergent organizational outcomes, offering a blueprint for designing healthier socio-technical.
Analisis Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan di Kantor Desa Jayanegara Kabupaten Karawang Patimah Patimah; Sihabudin Sihabudin; Robby Fauji
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.17187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan kerja dalam membentuk kinerja pegawai di Kantor Desa Jayanegara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami kondisi lingkungan kerja fisik dan non fisik serta pengalaman aparatur desa dalam melaksanakan tugas pelayanan publik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik, seperti tata ruang dan ketersediaan fasilitas kerja, serta lingkungan kerja non fisik berupa hubungan kerja, komunikasi, dan dukungan pimpinan, berperan dalam meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan efektivitas kerja pegawai. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa keterbatasan pada aspek lingkungan kerja fisik yang memengaruhi kenyamanan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif merupakan faktor penting dalam mendukung kinerja aparatur desa secara berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah desa dalam upaya perbaikan lingkungan kerja guna meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.
THE PARADIGM SHIFT OF LEARNING ORGANIZATIONS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW OF KNOWLEDGE MANAGEMENT IN THE ERA OF HUMAN-AI HYBRID INTELLIGENCE I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya; Ade Sobandi; Robby Fauji; Yeni Fajrin
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 3 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i3.1554

Abstract

The conceptual landscape of organizational development has undergone a radical transformation, primarily driven by the maturation of digital ecosystems and global disruptions. This systematic review examines the paradigm shift of learning organizations (LO), tracing the evolution from geographical workforce distribution to cognitive human-AI synergy. By synthesizing core literature, the study identifies critical mechanisms for tacit knowledge transfer, including digital-tacit synthesis and hybrid analytical modeling. The findings reveal that Organizational Learning Culture (OLC) remains the indispensable anchor for sustainable performance, while human-machine trust serves as the pivotal psychological gatekeeper for knowledge management success. This research proposes a Socio-Technical Hybrid Learning Ecosystem (STH-LE) framework, which bridges the gap between seminal organizational theories and the contemporary intelligence-driven reality. The study concludes with a future research agenda focusing on the ethical dimensions of AI-generated knowledge and the long-term sustainability of hybrid learning cultures.