Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SARGA

Metode Pemilihan Material Arsitektur Neo-Vernakular pada Redesain Wisata Pantai Indah Popoh Dinka Sekar Tiara; Benny Bintarjo; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 19 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v19i1.1205

Abstract

Wisata Pantai Indah Popoh yang berada di Desa Besole Kecamatan Besuki merupakan wisata unggulan Kabupaten Tulungagung. Akan tetapi, Wisata Pantai Indah Popoh ini kalah bersaing dengan wisata- wisata baru yang memiliki desain yang menarik sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung semakin menurun. Beberapa fasilitas pada destinasi wisata juga rusak, tidak layak, dan masih belum memadai. Hal ini juga dipengaruhi oleh pemilihan material dalam pengembangan fasilitas penunjang wisata yang kurang tepat sehingga diperlukan adanya metode pemilihan material sehingga diperoleh material yang berkualitas dan ideal.  Selain itu, pendekatan Neo-Vernakular dugunakan untuk terciptanya keselarasan antara material, desain, dan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan penjabaran eliminir pada prosesnya. Hasilnya penelitian ini menunjukan bahwa pemilihan material yang ideal dapat diperoleh dari karakteristik material gaya arsitektur, analisis SWOT, manufacturing and logistics, end of life recycling.
Pemanfaatan Material Lokal Pada Redesain Kawasan Wisata Bukit Kayoe Putih di Mojokerto: Utilization of Local Materials in Redesign of Bukit Kayoe Putih Tourism Area in Mojokerto Yanuarista, Nilam; Suko Istijanto; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.782

Abstract

Pengembangan wisata yang dapat menyesuaikan dan memitigasi kondisi lingkungan harus menjadi prioritas seiring dibukanya kembali sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Di kawasan hutan Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah wisata dengan nama Bukit Kayoe Putih. Wisata tersebut berfokus pada edukasi kayu putih yang digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri. Ketidaksesuaian kondisi eksisting wisata dengan branding yang diusung membuat tempat wisata memerlukan peninjauan ulang. Hal tersebut antara lain tidak adanya fasilitas edukasi pengolahan minyak atsiri dan implementasi material bangunan maupun landscape yang kurang sesuai dengan karakter lingkungan sekitar. Selain permasalahan eksisting, kawasan tersebut berpotensi menjadi tempat wisata yang unggul jika memanfaatkan ciri khas daerah Mojokerto sebagai penunjang pembangunannya. Setelah dilakukan evaluasi terhadap pembangunan wisata, penelitian ini ditujukan untuk memberikan solusi dan mewadahi potensi dengan menerapkan prinsip pemanfaatan material lokal. Prinsip pemanfaatan material lokal adalah pendekatan berkelanjutan yang bertujuan meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan dan memaksimalkan potensi material daerah sekitar. Metode deskriptif-kualitatif dilakukan dalam penelitian dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara secara langsung serta kajian pustaka terkait. Kemudian dihasilkan kesimpulkan bahwa bata merah merupakan material lokal yang tepat untuk mendukung pengembangan wisata tersebut karena berperan mengangkat citra daerah yang ikonik, hingga kontribusi positifnya terhadap pembangunan wisata berkelanjutan.
Kajian Fasilitas Umum Terminal Trunojoyo Kabupaten Sampang: Evaluation of Trunojoyo Bus Station Facility in Sampang Regency Miskiyah; R.A Retno Hastijanti; Darmansjah Tjahja Prakasa
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 18 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v18i1.789

Abstract

Terminal Trunojoyo adalah terminal tipe B yang berada di Kabupaten Sampang. Terminal ini mengambil nama dari salah satu pejuang di pulai madura yang bernama Raden Trunojoyo. Fasilitas di dalam terminal sangat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan yang di perlukan oleh pengguna terminal, maka dari itu sangat di perlukan fasilitas yang memadai di dalam terminal agar penumpang merasa nyaman dan juga aman saat melakukan aktivitas di dalam terminal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi, fasilitas dan permasalahan yang ada di dalam terminal. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap antara lain tahap persiapan yang berupa pengamatan terhadap lingkungan di terminal trunojoyo. Data pada tahapan ini akan di gunakan untuk bahan pada tahapan analisis dan tahap kesimpulan yaitu kesimpulan yang akan di jadikan acuan untuk pengelolaan fasilitas di terminal.
Konsep Extending Tradition pada Fasilitas Kesenian Wayang Thengul di Bojonegoro: Extending Tradition Concept of Wayang Thengul Art Facilities in Bojonegoro Rikza Anjani Lutfiyah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Ibrahim Tohar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.804

Abstract

Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah diakui oleh Hak Kekayaan Intelektual dan diperkenalkan oleh pemerintah sebagai seni pertunjukan khas Bojonegoro. Akibat pengaruh modernisasi, kesenian ini sudah mulai luntur dan dilupakan karena berkurangnya minat dan motivasi generasi muda untuk melestarikannya. Apalagi di Bojonegoro sendiri sangat minim akan fasilitas yang mampu mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesenian wayang thengul baik sebagai pelatihan hingga pertunjukan. Kebanyakan fasilitasnya hanya sebatas rumah sang dalang yang digunakan juga sebagai sanggar pelatihan. Untuk mempertahankan nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut diperlukan upaya sebuah fasilitas yang berperan sebagai wadah wisata edukasi budaya kepada masyarakat dengan menerapkan tema Extending Tradition sebagai pendekatan arsitekturnya. Tema ini diterapkan agar masyarakat dapat mempelajari ilmu budaya yang ada sehingga tertanam suatu kebanggaan terhadap budaya di daerahnya. Metode pendekatan desain ini menggunakan tradisi lokal sebagai ide dasar desain dan memodifikasinya agar sesuai dengan masyarakat modern. Konsep desainnya meliputi pada bagian pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan.