Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Relevance of Prophetic Hadith on Knowledge in Modern Islamic Education: Exploring the Role of Digitalization and Motivation in Learning Indriani Safitri; Izzatinur Fathiyah; Nabila Athia Ning Tyas
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v6i1.10874

Abstract

Background and Objectives: Education in Indonesia faces significant challenges, as reflected in its low global rankings in education quality. One of the primary factors contributing to this issue is the lack of student motivation, often driven by boredom and a lack of understanding of the material. This study aims to explore the relevance of a hadith from Prophet Muhammad (SAW) about the virtue of those who acquire and teach knowledge, and contextualize this hadith within modern Islamic education, especially in the face of digitalization. Methodology: This qualitative research employs a library research method, utilizing primary data from the books Syarh Ibnu Baththal and Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Secondary data is gathered from relevant literature on Islamic education and technology. The data is analyzed using linguistic studies and hadith authentication (takhrij). Main Results: The study reveals that the hadith likening knowledge to beneficial rain highlights the importance of spreading knowledge. It categorizes people into three types based on how they receive knowledge: those who absorb and teach it, those who lack understanding, and those who reject it. In the digital age, the ability to receive and apply knowledge depends heavily on individual readiness and technology. Contributions: This research contributes by linking classical Islamic teachings with contemporary educational challenges, especially digitalization. It enriches the understanding of how Islamic education principles can be applied in the modern context, integrating technology with moral and academic development. Conclusions: The hadith about knowledge remains a timeless guide in Islamic education. Education today should focus on integrating knowledge, ethics, and technology to shape individuals who are not only intellectually competent but also morally grounded, prepared to face global challenges.
Inovasi Rolade Lele sebagai Solusi Gizi untuk Mengatasi Stunting dan Meningkatkan Kemandirian UMKM Budidaya Lele di Desa Tengki, Kabupaten Brebes Rahman, Wadidur; Abdul Rohman; Adhi Gunawan; Muhammad Muhyidin; Hilda Apriyani; Indriani Safitri; Sri Devi; Rischa Nur Anisa; Mita Okta Viyani; Kovovatun Nada; Zuli Arista; Lufitasani Khusnunisa; Aysha Widya Utami
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.609

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Tengki masih tinggi. Hal ini dipicu oleh faktor-faktor seperti terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan kurangnya pemahaman tentang gizi. Upaya intervensi melalui edukasi gizi dan inovasi pangan lokal, termasuk penyediaan pangan bergizi bagi ibu hamil dan balita, diharapkan dapat menurunkan angka stunting. Pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan potensi budidaya ikan lele sebagai sumber protein. Program pengabdian masyarakat dari Universitas Alma Ata bertujuan untuk mengembangkan produk rolade lele sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik konsumsi dan memperbaiki gizi masyarakat. Melalui pelatihan dan pemasaran digital, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) budidaya ikan lele dapat mengatasi kendala produktivitas dan pemasaran, berkontribusi terhadap kesehatan dan ekonomi setempat.
Inovasi Rolade Lele sebagai Solusi Gizi untuk Mengatasi Stunting dan Meningkatkan Kemandirian UMKM Budidaya Lele di Desa Tengki, Kabupaten Brebes Rahman, Wadidur; Abdul Rohman; Adhi Gunawan; Muhammad Muhyidin; Hilda Apriyani; Indriani Safitri; Sri Devi; Rischa Nur Anisa; Mita Okta Viyani; Kovovatun Nada; Zuli Arista; Lufitasani Khusnunisa; Aysha Widya Utami
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.609

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Tengki masih tinggi. Hal ini dipicu oleh faktor-faktor seperti terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan kurangnya pemahaman tentang gizi. Upaya intervensi melalui edukasi gizi dan inovasi pangan lokal, termasuk penyediaan pangan bergizi bagi ibu hamil dan balita, diharapkan dapat menurunkan angka stunting. Pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan dan potensi budidaya ikan lele sebagai sumber protein. Program pengabdian masyarakat dari Universitas Alma Ata bertujuan untuk mengembangkan produk rolade lele sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik konsumsi dan memperbaiki gizi masyarakat. Melalui pelatihan dan pemasaran digital, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) budidaya ikan lele dapat mengatasi kendala produktivitas dan pemasaran, berkontribusi terhadap kesehatan dan ekonomi setempat.