Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Pangan dalam Upaya Perbaikan Status Gizi Balita di Wilayah Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi; Cica Sopia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.308

Abstract

Selama periode dua tahun pertama, gizi dan faktor lingkungan memiliki peran dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Kebutuhan gizi pada periode ini akan meningkat, jika tidak tercukupi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Pola asuh gizi dapat berhubungan dengan tumbuh kembang balita. Salah satu cara untuk memberikan pola asuh yang baik adalah  dengan pengolahan bahan makanan. Pengabdian ini bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini adalah 23 kader balita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali tahap pengambilan data, pemberian edukasi, dan monitoring evaluasi. Untuk mengukur keberhasilan pelatihan dilakukan pengukuran pretest dan postest. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa karakteristik peserta rata-rata berusia 41-65 tahun, memiliki pendidikan terakhir SMA, lama menjadi kader belum sampai 4 tahun.  Untuk nilai pretest dan postest mengalami kenaikan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengolahan pangan balita dan diharapkan dapat memperbaiki status gizi balita.
Dukungan Lintas Sektor dalam Pencegahan Stunting melalui Posyandu di Kota Yogyakarta Putri Kinayungan, Utami; Hasanbasri, Mubasysyir; Siwi Padmawati, Retna
Al GIZZAI: PUBLIC HEALTH NUTRITION JOURNAL Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/algizzai.v4i2.48201

Abstract

The prevalence of stunting has decreased, but is not yet in accordance with WHO standards. There has been a lot of research on the role of the community through community based services in efforts to improve nutritional status and most of them recommend cross-sectors. The aim of this research is to identify and analyze forms of cross-sector support in preventing stunting. This type of research is qualitative with a case study approach. Data collection was carried out by in-depth interviews with mothers of toddlers, health workers at community health centers, posyandu and PKK cadres, as well as sub-district officials using a purposive sampling method. Data analysis was carried out by open coding using the OpenCode 4.03 application. The research results show that cross-sector support in preventing stunting is realized in the form of: health workforce, service delivery and financing. Health workforce is realized in empowering cadres and TPK in providing education, assisting toddlers and making posyandu reports. Service delivery is realized in measuring body weight and height, carrying out validation, following up on cases of malnourished toddlers by conducting examinations at community health centers, providing medicine and multivitamins, as well as PMT for toddlers. Financing is realized by high levels of community self-reliance in providing financial support for posyandu activities, Health Operational Assistance (BOK) from the Central government for socialization and cadre training activities, sub-district APBD for stunting PMT, and the Health Service for cadre incentives.
EDUKASI IBU BALITA DAN KADER POSYANDU TENTANG STUNTING DI PUSKESMAS MEKARMUKTI Lestari Nurpratama, Widya; Putri Kinayungan, Utami; Fauzia Asmi , Nur; Dandi Sanjaya
Jurnal Medika Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Medika Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/fnat5g72

Abstract

Stunting termasuk salah satu permasalahan gizi karena asupan zat gizi yang kurang dan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak. Tujuan kegiatan ini  untuk mengetahui gambaran perbedaan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu sebelum dan sesudah penyampaian materi edukasi.  Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Mekarmukti pada Hari Jum’at, 9 Agustus 2024. Sasaran edukasi gizi pada pengabdian masyarakat ini yaitu 14 orang ibu balita dan 15 kader posyandu di wilayah Puskesmas Mekarmukti. Metode edukasi yang digunakan berupa ceramah dengan menggunakan media leaflet. Tahapan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan media leaflet terkait stunting, pemberian makanan bayi dan anak (PMBA), dan penyampaian materi edukasi. Evaluasi edukasi yang telah disampaikan diukur menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini berupa adanya sosialisai dan koordinasi dengan puskesmas terkait izin kegiatan. Kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dilaksanakan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu balita dan kader posyandu tentang stunting.  Materi edukasi dibuat berdasarkan hasil FGD yaitu terkait stunting. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan nilai test dengan rata-rata peningkatan dari 75,17 menjadi 82,14. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan terdapat adanya perbedaan yang signifikan (p-value 0,000). Kesimpulan : edukasi gizi menggunakan metode ceramah dengan media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan responden.
Edukasi dan pelatihan kader tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis dalam makanan dan minuman di wilayah Puskesmas Mekarmukti Widya Lestari Nurpratama; Deni Alamsah; Dandi Sanjaya; Utami Putri Kinayungan; Nur Fauzia Asmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34480

Abstract

Abstrak Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis buatan dan pewarna sintesis di wilayah Puskesmas Mekarmukti menjadi masalah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman dengan menggunakan media leaflet, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman, dan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman kader posyandu tentang topik yang dibahas. Sasaran pada kegiatan ini 34 kader posyandu Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Pasir Gombong. Hasil kegiatan yaitu kader posyandu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis, kemudian dapat mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis yang aman. Program PkM ini diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan kader yang dapat mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar sehingga masyarakat Desa Pasir Gombong memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis. Kata kunci: pemanis buatan; pewarna sintesis; kader; keamanan pangan. AbstractThe increasing consumption of processed foods and beverages containing Food Additives (BTP) such as artificial sweeteners and synthetic dyes in the Mekarmukti Community Health Center area is a significant issue in efforts to maintain public health. The purpose of this community service (PkM) is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres about the content of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages. The method used is counseling on the use of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages using leaflets, then continued with practical testing of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages, and a discussion and question and answer session to deepen the understanding of Posyandu cadres on the topic discussed. The target of this activity is 34 Posyandu cadres in Pasir Gombong Village which is the working area of Mekarmukti Community Health Center. This activity was carried out in the Pasir Gombong Village Hall. The results of the activity are that Posyandu cadres have good knowledge about the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes, then can educate the community about the safe use of artificial sweeteners and synthetic dyes. This PkM program is expected to be a cadre empowerment program that can support improving the health of the surrounding community so that the people of Pasir Gombong Village have a better awareness of the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes. Keywords: artificial sweeteners; synthetic colorants; cadres; food safety.