Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : conference proceeding on waste treatment technology

Rancang Bangun Teknologi Pengolahan Limbah Cair Domestik (IPAL MINI) pada Kegiatan Asrama Mahasiswi Mar’atus Sholihah; Ahmad Erlan Afiuddin; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grey water adalah salah satu limbah cair dari kegiatan domestik yang banyak menyumbangkan pencemaran akibat dibuang secara langsung ke badan air. Air limbah domestik ini mengandung bahan pencemar organik yang cukup tinggi meliputi BOD, COD, TSS, amoniak, fosfor, minyak dan lemak. Konsentrasi bahan pencemar yang tinggi terutama bahan organik akan menurunkan kualitas badan air jika tidak dilakukan pengolahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan memberikan alternatif pengolahan yang sederhana dan dapat seefisien mungkin untuk mengolah limbah cair domestik (grey water). Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa merancang IPAL Mini yang merupakan pengolahan biologis gabungan dari sistem pertumbuhan melekat yaitu aerobic dan anoxic biofilter. Rancangan IPAL Mini ini berupa alat berbentuk silinder volume 200 liter dengan pembagian kompartemen yaitu kolom aerasi, ruang lumpur dan kolom biofilter aerobic-anoxic. Pada kolom aerasi terjadi suplai oksigen untuk proses aerob, sedangkan pada kolom biofilter terjadi proses degradasi bahan pencemar organik oleh lapisan biofilm mikroorganisme yang terbentuk pada media biofilter yaitu sarang tawon. Inovasi alat ini dirancang dengan desain unit yang simpel dan menggunakan sistem biofilter untuk menurunkan konsentrasi bahan pencemar pada limbah cair domestik.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Dr. R. Koesma Tuban) Anjan Victor Perdana; Moch. Luqman Ashari; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Dr. R. Koesma Tuban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas pengolahan 100 m3/hari. Rumah Sakit Tuban melakukan pengembangan luas bangunan untuk meningkatkan standart Rumah Sakit dari tipe C ke tipe B. Tahun 2017/2018 rumah sakit menambah dua gedung baru yaitu Graha Aryo Tejo 1 dan 2, sehingga kebutuhan air bersih dan debit air limbah yang dihasilkan Rumah Sakit meningkat. Hal ini mengakibatkan overflow pada IPAL eksisting, karena debit air limbah yang dihasilkan rumah sakit melebihi kapasitas IPAL eksisting. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan ulang IPAL rumah sakit, dengan cara penambahan IPAL baru untuk mengolah penambahan debit air limbah rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan pengumpulan data meliputi jumlah tempat tidur, jumlah karyawan, jam operasi laundry dan gizi, jumlah jenazah, layout Rumah Sakit, hasil uji karakteristik air limbah, luas lahan, dan dimensi IPAL eksisting. Hasil perhitungan dimensi IPAL baru didapatkan dimensi bak ekualisasi : 4 m x 4 m x 2,3 m, bak extended aerasi : 6,6 m x 2,2 m x4,3 m, bak pengendap diameter = 2,4 m dan tinggi = 3 m, bak penampung : 1,5 m x 0,75 m x 1,3 m dan bak desinfeksi : 1 m x 0,75 m x 1,3 m.
Identifikasi Komposisi Limbah Karbit dan Pengaruh Penambahan Limbah Karbit Terhadap Uji Waktu Ikat Semen (Uji Setting Time) Nuris Sidah Perdana; Moch. Luqman Ashari; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit merupakan limbah yang dihasilkan dari unit pembuatan gas acetylene pada salah satu industry gas di daerah Gresik. Gas acetylene diproduksi dengan mereaksikan kalsium karbida dengan air, sehingga menghasilkan gas acetylene dan meninggalkan endapan karbit yang berwujud slurry. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa komposisi kimia yang terdapat dalam limbah karbit dan pengaruhnya terhadap uji waktu ikat semen. Analisa dilakukan dengan menggunakan X-Ray Flourescene (XRF). Hasil uji XRF menunjukkan bahwa komposisi limbah karbitterdiri dari senyawa Al2O3 sebear 0.61%, SiO2 0,94%, SO3 0,3%, CaO 95,37%, Fe2O3 0,48%, Y2O3 0,25% dan MoO3 sebesar 2,1%. Uji waktu ikat semen (uji setting time) bertujuan untuk mengetahui waktu ikat awal dan waktu ikat akhir semen. Hasil uji waktu ikat awal dan waktu ikat akhir penambahan limbah karbit sebesar 0% terhadap pengurangan semen adalah pada menit ke 77,5 dan 135 , penambahan 10% terjadi pada menit ke 60 dan 135, penambahan 20% terjadi pada menit ke 35 dan 105, penambahan 30% terjadi pada menit ke 22,5 dan 90.
Kajian Teknis Pemanfaatan Limbah Spent Bleaching Earth sebagai Substitusi Agregat Halus pada Paving Block dengan Penambahan Cangkang Kulit Kerang Hijau Muhammad Ikhwan Habib; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spent Bleaching Earth (SBE) merupakan salah satu limbah dari proses pemucatan minyak kelapa sawit yang kaya akan senyawa pozzolan. Berdasarkan penelitian terdahulu material SBE apabila digunakan sebagai bahan pengganti maka mutu paving block yang dihasilkan tidak lebih baik dari mutu paving block tanpa SBE, sehingga untuk meningkatkan mutu maka diperlukan material tambahan salah satunya adalah cangkang kulit kerang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material SBE sebagai bahan pengganti dengan bahan tambahan cangkang kulit kerang terhadap kelayakan mutu paving block. Pada penelitian ini perbandingan semen dan pasir yangdigunakan adalah 1;4, FAS 0,35, dengan 4 variasi substitusi limbah SBE 0%,10%,15% dan 20% selain itu ditambahkan 5% cangkang kerang dari berat total semen yang digunakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa formulasi terbaik adalah paving block dengan formulasi substitusi 10% limbah SBE dengan nilai kuat tekan sebesar 40,4 MPa, berdasarkan hasil kuat tekan rata-rata menunjukkan bahwa formulasi substitusi 10% termasuk kedalam paving block dengan kelas mutu A.
Studi Kuat Tekan Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Pasir untuk Batako Pejal Rizki Medy Prasetyo; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copper slag merupakan salah satu limbah dari proses Industri peleburan dan pemurnian tembaga yang memiliki karakteristik fisik dan kimiawi menyerupai agregat halus pasir. Tercatat pada tahun 2021, salah satu industri peleburan tembaga di Jawa Timur menghasilkan limbah tembaga (Copper slag) sebanyak 665.000 ton per tahun yang belum dimanfaatkan seluruhnya. Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan Copper slag sebagai material penyusun beton banyak dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik solidifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material Copper slag sebagai bahan pengganti agregat halus batako pejal. Perbandingan semen dan pasir yang digunakan pada penelitian ini adalah 1:5, FAS (0,45), dengan 4 variasi substitusilimbah Copper slag 0%,10%,15% dan 20%. Tiap variasi di uji kuat tekan setelah benda uji berusia 28 hari. Pengujian karakteristik Copper slag dilakukan melalui pengujian XRF dan SEM. Hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai kuat tekan pada umur 28 hari untuk komposisi 0%, 10%, 15%, 20% masing-masing sebesar 105,83 kg/cm2; 112,92 kg/cm2; 143,89 kg/cm2; dan 103,19 kg/cm2. Kuat tekan optimum yang memenuhi mutu tingkat B2 pada substitusi limbah 15%.
Penggunaan Air Laut dan Air Tawar sebagai Media Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Semen Faa’iz Samanta Rachmadani; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pemurnian dan peleburan tembaga menghasilkan limbah berupa copper slag yang menurut PP 22 Tahun 2021 dikategorikan sebagai limbah B3. pada tahun 2021 copper slag yang dihasilkan oleh PT. Smelting Gresik sebanyak 655.000 Ton per-tahun yang belum optimal pemanfaatannya. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan limbah copper slag sebagai bahan substitusi semen pada beton. Terdapat kemiripan karakteristik antara copper slag dan semen, yaitu pada oksida yang terkandung serta bentuk dan struktur baik dari copper slag dan semen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan substitusi limbah sebesar 0%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat semen. Perencanaan mix desain menggunakan SNI 03-2834-2000 dengan faktor air semen sebesar 0,45 dan dilakukan curing dengan media air tawar dan air laut. Kuat tekan beton subtitusi copper slag pada umur 7 hari sebesar 20,00 MPa; 20,24 MPa; 19,04 MPa; dan 17,18 MPa pada curing air tawar dan 19,47 MPa; 19,39 MPa; 17,14 MPa; dan 16,22 MPa pada curing air laut.
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan dan Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi pengganti Sebagian Semen Dalam Pembuatan Paving Block Naufal Gagas Santosa; Denny Dermawan; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang ikan merupakan salah satu bentuk limbah dari industri pengolahan ikan yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi dan abu ampas tebu merupakan hasil limbah pembakaran dari pabrik gula. Paving block merupakan suatu bahan bangunan yang banyak diminati masyarakat sebagai bahan lapisan penutuppermukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas paving block dengan menggunakan bahan campuran limbah tulang ikan dan abu ampas tebu sebagai pengganti sebagian semen dengan menggunakan metode perawatan yaitu tutup karung goni basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran ini menghasilkan paving block dengan kuat tekan rata-rata sebesar 45,152 MPa. Kandungan tinggi kalsium pada tulang ikan dan silika pada abu ampas tebu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kekuatan tekan paving block. Penggunaan campuran semen dengan limbah tulang ikan dan abu ampas tebu dalam pembuatan paving block dapat menghasilkan produk berkualitas baik, sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. Dengan memanfaatkan limbah ini, kita tidak hanya mengurangi limbah industri, tetapi juga menciptakan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam konstruksi jalan. Namun, penting untuk memperhatikan batas penambahan limbah agar tidak mengurangi kualitas paving block dan menjaga keandalan struktur jalan. Denganmemadukan inovasi dan pemanfaatan limbah, kita dapat mendorong pengembangan konstruksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang positif.