Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penggunaan Jamur (Trichoderma sp. dan Beauveria bassiana) Terhadap Hama Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Fase Vegetatif Tanaman Melon(Cucumis melo L.): Fungal Control of Whitefly (Bemisia tabaci Genn.) Using Trichoderma sp. and Beauveria bassiana in Vegetative-Stage Melon (Cucumis melo L.) Muhammad Faisal Setiawan; Andayanie, Wuye Ria; Wardhani, Ratna Mustika
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.190

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) is a high – value horticultural commodity with increasing demand. One of the main challenges in melon cultivation is infetstation by whitefly (Bemisia tabaci Genn.) which causes direct damage and acts as a virus vector. This study aimed to evaluate the effect of Trichoderma sp. and Beauveria bassiana on the vegetative growth of melon and the suppression of whitefly infestasion. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments : control (P0), Trichoderma sp. (P1), Beauveria bassiana (P2), and their combination (P3), each repeated three times with nine plants per replicate. Observed parameters included spore density, spore viability, plant growth (height, stem diameter, number of leaves, and flowers), whitefly population, and leaf damage intensity. The results showed that the combination treatment (P3) produced the best outcome, with plant height of 149,85 cm, stem diameter of 0,68 cm, higher leaf and flower number compared to control, although not statistically significant. More over, the combination effectly reduced whitefly populations from 49,66 to 10,55 insects per plant at 49 days after transplanting, and decreased leaf damage intensity below the control threshold. Both fungi exhibited spore viability above 90%, indicating good inoculum quality. These findings suggest that the combined application of Trichoderma sp. and B. bassiana has potential as an environmentally friendly integrated pest management (IPM) strategy for melon cultivation under greenhouse conditions.  
Efektivitas Tinggi Tiang dan Warna Cahaya pada Light Trap untuk Pengendalian Hama Padi (Oryza sativa L.): Effect of Pole Height and Light Color on the Effectiveness of Light Traps for Rice Pest Control (Oryza sativa L.) Heru Kurniawan; Andayanie, Wuye Ria; Martono, Djoko Setyo
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.192

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,19% per tahun meningkatkan kebutuhan beras, sementara produksinya sering terganggu oleh serangan hama, seperti wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) dan walang sangit (Leptocorisa oratorius), yang dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 20–25% setiap tahun. Upaya pengendalian hama pada budidaya padi umumnya masih mengandalkan pestisida sintetik, yang berdampak negatif terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ramah lingkungan seperti Pengendalian Hama Terpadu (PHT), salah satunya dengan pemanfaatan perangkap cahaya (light trap) menggunakan variasi tinggi tiang dan warna cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ketinggian tiang dan warna cahaya pada light trap dalam mengendalikan hama padi serta mengetahui interaksi antar perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan pada bulan Maret–April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu tinggi tiang (50 cm, 100 cm, dan 150 cm) dan warna cahaya (ungu ultraviolet, biru, dan kuning), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah hama, intensitas serangan, efektivitas perangkap cahaya, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tiang setinggi 100 cm dengan cahaya ungu ultraviolet merupakan perlakuan paling efektif, ditunjukkan dengan jumlah hama tertangkap terbanyak dan intensitas serangan terendah. Warna cahaya berpengaruh nyata terhadap daya tarik hama nokturnal, sedangkan tinggi tiang tidak berinteraksi signifikan dengan warna cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. Penerapan light trap dengan konfigurasi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pengendalian hama secara ramah lingkungan dan menjadi bagian dari strategi PHT yang mendukung pertanian padi berkelanjutan.