Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Tinggi Tiang dan Warna Cahaya pada Light Trap untuk Pengendalian Hama Padi (Oryza sativa L.): Effect of Pole Height and Light Color on the Effectiveness of Light Traps for Rice Pest Control (Oryza sativa L.) Heru Kurniawan; Wuye Ria Andayanie; Djoko Setyo Martono
JURNAL AGRI-TEK : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Eksakta Vol. 26 No. 2 (2025): JURNAL AGRI-TEK
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/agtek.v26i2.192

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,19% per tahun meningkatkan kebutuhan beras, sementara produksinya sering terganggu oleh serangan hama, seperti wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) dan walang sangit (Leptocorisa oratorius), yang dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 20–25% setiap tahun. Upaya pengendalian hama pada budidaya padi umumnya masih mengandalkan pestisida sintetik, yang berdampak negatif terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ramah lingkungan seperti Pengendalian Hama Terpadu (PHT), salah satunya dengan pemanfaatan perangkap cahaya (light trap) menggunakan variasi tinggi tiang dan warna cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ketinggian tiang dan warna cahaya pada light trap dalam mengendalikan hama padi serta mengetahui interaksi antar perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan pada bulan Maret–April 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dua faktor, yaitu tinggi tiang (50 cm, 100 cm, dan 150 cm) dan warna cahaya (ungu ultraviolet, biru, dan kuning), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah hama, intensitas serangan, efektivitas perangkap cahaya, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tiang setinggi 100 cm dengan cahaya ungu ultraviolet merupakan perlakuan paling efektif, ditunjukkan dengan jumlah hama tertangkap terbanyak dan intensitas serangan terendah. Warna cahaya berpengaruh nyata terhadap daya tarik hama nokturnal, sedangkan tinggi tiang tidak berinteraksi signifikan dengan warna cahaya terhadap pertumbuhan tanaman. Penerapan light trap dengan konfigurasi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pengendalian hama secara ramah lingkungan dan menjadi bagian dari strategi PHT yang mendukung pertanian padi berkelanjutan.
PARTISIPASI GAPOKTAN “MULYO ASRI” DI DESA JENGGRIK KABUPATEN NGAWI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT KEDELAI BERBAHAN KULIT BIJI JAMBU METE Wuye Ria Andayanie; Indah Rekyani Puspitawati; Ratna Mustika Wardhani
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v10i2.21573

Abstract

Abstract. Participation comunication for soybean farmers is carried out to reduce the use of chemical pesticides is absolutely necessary in sustainable and environmentally friendly agricultural activities. Farmer extension in community-based service activities aims to determine the level of farmer participation in the implementation of pest and disease control programs on cashew nut shell plants. The method of implementing community-based service uses purposive sampling. Samples were taken from 28 respondents from the Gapoktan "Mulyo Asri". Data collection techniques through direct interviews with farmers based on a list of questions and direct observation of respondents carried out interactively and documentation. The level of farmer participation was measured by inferential statistics using the multivariate analysis method. Evaluation results of the distribution of participation levels in the use of insecticides and antivirals made from cashew nut shells is in the low category with an average percentage of 32.58%. However, after community service activities, there was an increase in farmers' understanding and skills in utilizing cashew nut shell waste as an insecticide and antiviral in controlling pests and diseases in soybean plants. The results of the unpaired t-test for chemical pesticide users were 47.48 ± 7.21. The value can be said to be in the normal category. Meanwhile, the farmer group using herbal pesticides made from cashew nut skins has an average value of 45.13 ± 4.72. This value has a range close to the use of chemical pesticides.   Abstrak. Partisipasi pada petani kedelai dilakukan untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia mutlak sangat diperlukan dalam kegiatan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kegiatan pengabdian berbasis masyarakat bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam pelaksanaan program pengendalian hama dan penyakit pada tanaman berbahan kulit biji jambu mete.  Metode pelaksanaan pengabdian berbasis masyarakat menggunakan purposive sampling. Sampel diambil dari 28 responden dari Gapoktan “Mulyo Asri”. Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung ke petani berdasarkan daftar pertanyaan dan observasi langsung ke responden yang dilakukan secara interaktif serta dokumentasi. Tingkat partisipasi petani diukur dengan statistik inferensia menggunakan metode analisis multivariate. Hasil evaluasi dari distribusi tingkat partisipasi petani kedelai terhadap kegiatan penggunaan insektisida dan antiviral berbahan kulit biji jambu mete dalam kategori rendah dengan rata-rata persentase 30,84 %.  Namun demikian setelah kegiatan pengabdian berbasis masyarakat terjadi peningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam pemanfaatan bahan limbah kulit biji jambu mete sebagai insektisida dan antiviral dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai.  Hasil uji unpaired t-test pengguna pestisida kimia adalah 47,48 ± 7,21. Nilai tersebut dapat dikatakan pada kategori normal. Sedangkan kelompok tani pengguna pestisida nabati berbahan kulit biji jambu mete mempunyai nilai rata-rata 45,13 ± 4,72. Nilai ini mempunyai rentang mendekati penggunaan pestisida kimia.