Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka Melalui Pendekatan Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas Dalam Pembelajaran Farida Ariani; Firda Khairati Amris; Aulia Fitri; Reflianto Reflianto; Azzahra Vidi Umaira
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 4 No 1 (2024): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//IJPI.2024.v4i1/457/5

Abstract

Independent learning curriculum has become an important milestone in the changing higher education system in Indonesia, prompting the need for a thorough transformation to ensure the quality and relevance of education. Critical sociology, creativity, and mentality approaches to learning are considered effective ways to enrich students' learning experiences and prepare them for complex future challenges. This research aims to identify the potential, challenges, and strategies in integrating critical sociology, creativity, and mentality in learning approaches in the transformation of the independent learning curriculum at Universitas Sumatera Barat. In addition, this research also aims to develop a model or practical guide for curriculum developers to adopt the approach in the context of an independent learning curriculum.This research uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The research respondents consisted of curriculum developers, lecturers, and students at the University of West Sumatra who were involved in the transformation process of the independent learning curriculum. The results of this study show that the integration of critical sociology approaches, creativity, and mentality in learning in the independent learning curriculum at the University of West Sumatra is faced with a number of challenges, such as a lack of understanding of these concepts, limited resources, and resistance to change. However, with the adoption of appropriate strategies, such as training, mentoring, and the development of innovative learning models, the integration of these approaches can be successfully carried out and have a positive impact on students' learning experience.
Implementasi Standar Pengelolaan Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri 11 Pancung Soal Shalma Wafiq Azizah; Novriza, Novriza; Azzahra Vidi Umaira; Vebbiola Putri Shasqia; Olvi Sagita
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the implementation of Education Management Standards in improving the quality of education at SD Negeri 11 Pancung Soal. Education management standards are a key component of the National Education Standards, which regulate the planning, implementation, supervision, and evaluation of educational activities systematically and sustainably. This study uses a qualitative approach based on literature review to identify strategies, challenges, and the impact of implementing management standards in the elementary school. The findings indicate that SD Negeri 11 Pancung Soal applies self-evaluation-based school planning, structured learning programs, and continuous monitoring and evaluation. The implementation of School-Based Management (SBM) principles provides autonomy to the school in resource management and community involvement. Despite facing challenges such as limited infrastructure and the need for teacher competency development, the school strives to improve education quality through teacher training, facility optimization, and collaboration with various stakeholders. Consistent implementation of management standards has proven to enhance teacher professionalism, accountability, transparency, and the quality of student learning outcomes. These findings suggest that effective implementation of education management standards can be a key factor in improving the quality of education at the elementary level.
ANALISIS RISIKO DALAM PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Azzahra Vidi Umaira; Merika Setiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/njf4m470

Abstract

Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan bangsa yang berfungsi membentuk sumber daya manusia berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab besar dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan proses pembelajaran tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Risiko dalam pembelajaran mencakup segala bentuk ketidakpastian yang dapat memengaruhi kualitas, efektivitas, dan efisiensi kegiatan belajar mengajar. Risiko tersebut dapat bersumber dari faktor internal seperti kurangnya kompetensi guru, rendahnya motivasi belajar siswa, keterbatasan sarana dan prasarana, serta metode pembelajaran yang tidak relevan. Di sisi lain, faktor eksternal seperti perubahan kebijakan pendidikan, perkembangan teknologi informasi, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat juga turut memengaruhi stabilitas pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh melalui analisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, hasil penelitian, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan topik manajemen risiko pendidikan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai bentuk risiko yang muncul dalam pengelolaan proses pembelajaran di sekolah dan menganalisis bagaimana strategi pengelolaan risiko dapat diterapkan untuk menjaga mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama, yaitu risiko akademik, manajerial, teknologis, dan sosial-psikologis. Analisis juga menegaskan bahwa kepala sekolah dan guru memiliki peran krusial dalam proses identifikasi dan mitigasi risiko melalui perencanaan yang terarah, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Melalui analisis risiko yang sistematis, sekolah dapat meminimalkan potensi hambatan dalam pembelajaran serta menciptakan sistem manajemen yang lebih responsif dan berkelanjutan. Kajian ini menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko sebagai bagian integral dari pengelolaan pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian, analisis risiko tidak hanya berfungsi sebagai alat pencegahan terhadap kegagalan pembelajaran, tetapi juga sebagai dasar untuk membangun inovasi dan ketahanan sistem pendidikan di masa depan