Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BANGKOK KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI Darmayanti, Rofik; Luqmanasari, Endah; Widiyanto, Endra
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.859

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah kondisi tinggi badan anak yang berada di bawah standar deviasi menurut WHO. Stunting pada anak seringkali menunjukkan rendahnya status sosial ekonomi keluarga. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi perkembangan kognitif anak, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan dan pembangunan suatu negara karena menurunnya kualitas sumber daya manusia. Periode kritis pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh status gizi ibu sebelum hamil, selama kehamilan, dan saat menyusui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabel dependen adalah upaya pencegahan stunting, sedangkan variabel independennya adalah pengetahuan ibu. Subjek penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 2–3 tahun di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, sebanyak 72 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menjadi instrumen penelitian. Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, tabulating, dan analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 55 orang (76,4%) dan upaya pencegahan stunting yang cukup sebanyak 56 orang (77,8%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,541, yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting. Nilai p-value = 0,000 (< 0,05) menunjukkan hubungan tersebut signifikan secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita usia 2–3 tahun. Oleh karena itu, tenaga kesehatan diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan dan edukasi mengenai upaya pencegahan stunting guna mencegah bayi lahir dengan kondisi stunting. Kata Kunci : Pengetahuan, Pencegahan Stunting
Hubungan Dukungan Keluarga Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Rheumathoid Artritis Desa Sumberbendo Kediri Sutiyah Heni; Endah Luqmanasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang sering kali mempengaruhi kualitas hidup pasien. Prevalensi Rheumatoid Arthritis (RA) di Indonesia mencapai 11,9% berdasarkan diagnosis dan 24,7% berdasarkan gejala. Keluarga memainkan peran penting dalam mendukung penderita RA, baik dari aspek emosional maupun fisik, yang dapat mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Kompres hangat adalah salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup penderita RA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Pada Rheumatoid Artitis Desa Sumberbendo Kediri. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Populasi sebanyak 175 orang, penentuan menggunakan purposive sampling, sehingga sampel sebanyak 64 responden. Dilakukan pada bulan Maret 2024 Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu Chi_Square. Dukungan keluarga yang kurang baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 57,8% dan penurunan nyeri 46,9%, Dukungan keluarga yang cukup baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 21,9% dan penurunan nyeri 15,6%, sedangkan Dukungan keluarga yang baik dengan pemberian kompres hangat sebesar 20,3% dan penurunan nyeri 37,5%. Hasil uji statistik menyatakan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien RA Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri (nilai p = 0,003) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada pasien RA Di Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri (nilai p = 0,005)
Motivasi Lansia Mengikuti Posyandu Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Desa Sumberbendo Kabupaten Kediri Sutiyah Heni; Endah Luqmanasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1582

Abstract

Lanjut usia merupakan usia yang sudah memasuki masa rentan, perlu mendapatkan perhatian lebih terhadap kesehatannya, agar tetap sehat dan memiliki usia harapan hidup yang yang panjang tidak bergantung pada keluarga dan dapat hidup secara mandiri. Namun, masih banyak lansia yang kurang memperhatikan kesehatannya. Beberapa hal yang dapat diduga menjadi penyebabnya yaitu kurangnya motivasi lansia untuk mengecek dan mengontrol kesehatan secara rutin dan mengatur pola hidup sehat. Oleh karena itu diperlukan kegiatan kegiatan pemeriksaan secara rutin yang dapat bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui progam posyandu lansia. Tujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia di desa sumberbendo. Desain penelitian deskrptif, populasi lansia di posyandu lansia Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri sebanyak 180 responden dan sampel 72 responden, dengan teknik purposive sampling. Instrumen dengan kuesioner. Penelitian pada tanggal 2 – 23 April 2024 dengan variabel motivasi lansia di posyandu lansia lansia desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, data analisa dengan persentase, diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil Penelitian dari 72 responden sebagian besar dari responden memiliki motivasi baik 48 responden (67%) dan hampir setengah dari responden memiliki motivasi cukup 24 responden (33%). Motivasi lansia dalam mengikuti posyandu dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, tinggal bersama siapa dan informasi yang di dapat. Diharapkan lansia untuk dapat mempertahankan dalam mengikuti posyandu lansia dan mencari informasi tentang perkembangan kesehatan lansia melalui kegiatan posyandu lansia untuk meningkatkan motivasi lansia dalam mengikuti posyandu lansia. Diharapkan juga perangkat desa setempat serta petugas petugas kesehatan lebih giat dalam memberikan motivasi serta penjelasan tentang pentingnya mengikuti posyandu lansia.
Efektifitas Pemberian TTD Melalui Program Gelang Mia Pada Remaja Terhadap Tingkat Anemia (Studi Analitik Pada Remaja Putri di SMP Seluruh Kecamatan Pare) Wahyu Nuraisya; Endah Luqmanasari; Anis Setyowati
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 3 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i3.ART.p310-319

Abstract

Tablet Tambah Darah (TTD) untuk menanggulangi anemia belum maksimal diberikan. Anemia pada remaja putri harus ditangani karena kasus kematian ibu hamil sebagian besar karena ibu hamil yang menderita penyakit dan perdarahan, persiapan remaja putri sebagai wanita usia subur siap untuk menjalani proses kehamilan saat tiba usianya. Tujuan penelitian menganalisis hubungan riwayat kesehatan selama pemberian TTD, obat yang diminum bersama TTD, IMT, minuman yang diminum untuk minum TTD dengan tingkat anemia serta menganalisa perbedaan tingkat anemia sebelum pemberian TTD dengan setelah pemberian TTD melalui program gelang mia selama 1 tahun. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap populasi semua remaja putri di SMP wilayah Kecamatan Pare tahun 2019. Sampel sebagian remaja putri yang telah mendapatkan TTD melalui program gelang mia sejumlah 629 siswi. Analisa data dilakukan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test pada hasil pemeriksaan HB bulan Juni 2019 dengan data sekunder kadar HB bulan Maret 2018. Hasil penelitian tabulasi riwayat penyakit selama pemberian TTD dengan tingkat anemia, responden dalam kondisi sehat memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 507 responden (82.7%), obat yang diminum bersama TTD, responden hanya minum TTD saja yaitu 329 responden (54.2%) memiliki kadar HB normal, IMT normal responden memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 148 responden (80.9%), air putih untuk minum TTD responden memiliki kadar HB normal yaitu sebanyak 515 responden (82.7%). Analisis perbedaan antara tingkat anemia remaja putri sebelum minum TTD 347 responden (55.2%) memiliki kadar HB normal dan sebagian kecil 4 responden (0.6%) mengalami anemia berat. Setelah responden minum TTD memiliki kadar HB normal 521 responden (82.8%) dan 1 responden (0.2%) mengalami anemia berat. Efektifitas pemberian TTD melalui program gelang mia pada remaja terhadap tingkat anemia menunjukkan nilai asymp.sig (2-tailed) adalah 0.000 pada taraf kepercayaan 5%, p value < 0,05, ada perbedaan signifikan tingkat anemia sebelum pemberian TTD dan dan setelah mengkonsumsi TTD selama 1 tahun melalui program gelang mia. Riwayat kesehatan yang baik, Obat lain yang diminum bersama TTD, IMT yang normal, air putih untuk minum TTD berpengaruh terhadap kadar hemoglobin dalam darah. Keteraturan mengkonsumsi TTD setiap minggu efektif terhadap penurunan tingkat anemia pada remaja. The Effectiveness of giving additional blood tablet through gelang mia program to the students of anemia (analytical study to students of junior high school level in Pare sub-district). Anemia on girls must be cured must prepare herself as productive woman to undergo pregnancy process when the time comes. The goal of this research is to analyze the medical report, medicine consumed, IMT, the drink used to consume blood additional tablet with the level of anemia and to analyze the difference of anemia level between before giving blood additional tablet and after giving blood additional tablet through gelang mia program for 1 year. The research design used analytical design with cross sectional. The populations were all girls of junior high school students in 2019 in Pare sub-district. The samples were some girls getting blood additional tablet through gelang mia program. The analyses used Wilcoxon Signed Ranks statistical test based on the result of HB test on June 2019 with secondary HB level on March 2018.  The research result based of the tabulation medical report and anemia level showed that healthy respondent having normal HB level were 507 (82.7%). Other medicine besides blood additional tablet consumed by respondents were not consumed, they just consumed blood additional tablet.  They were 329 (54.2%). They had normal HB level. Normal IMT respondents having normal HB were 148 (80.9%). Respondents having normal HB level consumed blood additional tablet by water were 515 (82.7%). Based on the analysis to the difference among anemia level of 629 teenagers before consuming blood additional tablet, it was found that 347 (55.2%) had normal hemoglobin level, and 4 (0.6%) had acute anemia. After respondents had drunk that tablet, 521 (82.8%) had normal hemoglobin, and 1 (0.2%) had acute anemia. The effectiveness of giving blood additional tablet through gelang mia on teenager toward the level of anemia showed that asymp.sig score (2-tailed) was 0.000. It meant that in the truth level of 5%, p value < 0.05, H0 was rejected. There was significant difference anemia level before consuming blood additional tablet and after consuming blood additional tablet for a year. Good medical report during consuming blood additional tablet, other medicine consumed with that tablet, normal IMT, fresh water to drink blood additional tablet influence the hemoglobin level in blood. Regular consuming that tablet every week is effective to decrease teenager’s anemia level.