Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PEMBUATAN SABUN DARI JAMUR TIRAM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL Maria Magdalena Riyaniarti Estri Wuryandari; Vivien Dwi Purnamasari
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1127

Abstract

Pada tahun 2022 produksi jamur tiram di Kabupaten Kediri mencapai 31.422 kuintal. Namun, hasil dari budidaya tersebut hanya dimanfaatkan untuk membuat kripik jamur saja, dan belum ada olahan yang lainnya. Jamur tiram mengandung senyawa bioaktif seperti beta-glukan, protein dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Disamping itu Desa Sidomulyo tersebut memiliki perkumpulan Ibu rumah tangga kelompok Dewi jamur dan UMKM yang memiliki peluang untuk menjadi usahawan sehingga memerlukan pelatihan pembuatan produk lainnya selain kripik jamur tiram. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan masyarakat berwirausaha terutama dalam pembuatan sabun dengan memanfaatkan hasil panen dari Jamur Tiram Desa Sidomulyo, Kabupaten Kediri dan mengembangkan produk sabun berbahan dasar jamur tiram serta menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pengabdian Masyarakat ini, mengadakan kegiatan bimtek bagi kelompok anggota Dewi jamur dan Kelompok UMKM yang berjumlah 20 orang. Salah satu kegiatan pembuatan sabun ini meningkatkan pengetahuan mitra yang dihasilkan 100% mitra kelompok anggota Dewi Jamur paham cara pembuatan sabun. Dengan adanya inovasi ini diharapkan dapat tercipta model usaha berbasis komunitas yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bimtek ini juga meningkatkan ketrampilan mitra yang dibuktikan dapat membuat sabun dengan benar dan mengemas sabun dengan menarik. Bimtek pembuatan sabun jamur tiram sudah dihasilkan oleh kelompok Dewi jamur di Desa Sidomulyo.
Penguatan Literasi Hukum dan Peran Woman Crisis Center bagi Siswa Sekolah Perempuan di Kabupaten Nganjuk Ratna Frenty Nurkhalim; Dianti Ias Oktaviasari; Endah Retnani Wismaningsih; Vivien Dwi Purnamasari; Indah Susilowati; Pinda Duana Wahyu Purwantaris; Almira Maudy Sukmaning Putri; Amanda Putri Aprilya; Ferina Devitasari
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i1.9794

Abstract

Four out of five victims of violence in Indonesia are women, highlighting a serious issue that significantly impacts societal well-being. To address this problem, Nganjuk Regency has initiated a gender equality program called SAPA MAMA. SAPA MAMA students, as role models and agents of change for women's empowerment, must understand the dangers of violence against women and the appropriate actions to take when encountering such incidents. This community engagement program aims to enhance SAPA MAMA students' knowledge regarding the main tasks and functions of the Women's Crisis Center (WCC) as a service institution for victims of violence against women and children. By implementing a situation-based learning approach, 48 participants from various age groups took part in an educational program covering topics such as the role of WCC, types of violence, and complaint regulations. A pre-test and post-test were conducted to assess participants' comprehension before and after the intervention. Statistical analysis revealed a significant improvement in knowledge scores, with an average increase of 28.8% after the educational session. Furthermore, the Wilcoxon Signed Rank test yielded a p-value of < 0.05, indicating that the educational program was effective in enhancing participants' understanding. These findings emphasize the importance of collaboration between local governments, community organizations, and WCCs in raising awareness about violence. It is recommended that this program be expanded to other villages to maximize its impact on the broader community.