Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Desa Celep, Kecamatan Nguter Bibit Irawan; Wartini; Titik Haryanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Desa Celep, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang terdiri dari 66 penderita hipertensi dan 14 responden nonhipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemeriksaan kesehatan (p=0,006), pola makan (p=0,024), aktivitas fisik (p=0,047), dan tingkat stres (p=0,050) dengan kejadian hipertensi. Paparan asap rokok tidak menunjukkan hubungan signifikan (p=0,330). Kesimpulannya, pemeriksaan kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan tingkat stres merupakan faktor yang berhubungan dengan hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA HIV/AIDS PADA PKK DESA DI KABUPATEN SUKOHARJO Meylana Diva Ardani; Titik Haryanti; Syefira Ayudia Johar; Wartini Wartini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3232

Abstract

Stigma terhadap ODHIV merupakan permasalahan serius dalam upaya penanggulangan HIV secara global. Stigma ini tidak hanya ditemukan di masyarakat umum, tetapi juga dalam kelompok perempuan, termasuk anggota PKK, yang memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan promosi kesehatan terhadap s tigma HIV/AIDS pada PKK desa di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 dengan desain cross-sectional. Melibatkan 156 responden dari total populasi 10.290 pengurus dan anggota PKK. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS, dan 57,1% pernah mengikuti promosi kesehatan. Mayoritas responden (54,5%) menunjukkan skor stigma tinggi, yang dalam penelitian ini menunjukkan sikap positif atau tidak menstigma terhadap ODHIV. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan promosi kesehatan (p = 0,008) dengan tingkat stigma. Studi ini menunjukkan pengetahuan dan promosi kesehatan berkontribusi terhadap penurunan stigma HIV/AIDS. Namun, efektivitasnya masih terbatas tanpa pendekatan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan sebaiknya dirancang secara partisipatif, melibatkan pengalaman nyata ODHIV, dan menyasar langsung masyarakat desa untuk mendorong perubahan sikap yang berkelanjutan.
Efektivitas Video Edukasi terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban Rima Very Prasetyaningrum; Titik Haryanti; Farid Setyo Nugroho; Prita Devy Igiany
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i3.7843

Abstract

Community-Based Health Efforts (UKBM) such as Integrated Service Post (Posyandu) improve public health through promotive and preventive measures. The Posyandu cadre evaluation in Plumbon Village, under the Mojolaban Community Health Center, found that all cadres were still Purwa, with poor knowledge and competence in 25 fundamental cadre competencies. The constraints of traditional learning approaches contribute to inadequate cadre competency enhancement. This research examines how instructional video media improves Posyandu cadres' 25 fundamental cadre competencies. A quantitative pre-experimental one-group pretest-posttest design was adopted in this investigation. The research sample included 46 Plumbon Village Posyandu cadres chosen using total sampling. Health education was provided via videos and talks. Knowledge and skills questionnaires were used before and after the session. The Wilcoxon Signed Rank Test was used for univariate and bivariate data analysis. Posttest scores increased for all cadres compared to pretest. The Wilcoxon test showed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.05). This shows that instructional video media improves Posyandu cadres' knowledge and abilities. Video helps people grasp and retain knowledge by presenting it visually and audibly.