Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pola Ruang Dalam pada Rumah Tinggal Tradisional Jawa di Desa Brayut, Yogyakarta Marinda Noor Fajrina; Antariksa Antariksa; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.221 KB)

Abstract

Rumah Tinggal tradisional Jawa merupakan salah satu rumah tinggal tradisional di Indonesia khusunya yang terletak di Yogyakarta. Pola ruang dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa, adalah sebuah pembahasan penting dalam keseluruhan bahan yang dapat diteliti pada rumah tinggal tradisional Jawa. Pembagian katagori bangunan pada rumah tinggal tradisional Jawa menjadi rumah tipe Joglo, Limasan dan Kampung dipengaruhi oleh pola ruang bangunanya yang memiliki makna serta simbol tertentu. Salah satu lokasi yang memiliki tiga tipe rumah tinggal tradisional Jawa adalah Desa Brayut. Desa Brayut adalah desa yang dicanangkan menjadi desa wisata yang menjual kearifan lokal berupa rumah tinggal tradisionalnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pola ruang dalam yang tercipta pada rumah tinggal tradisional Jawa yang ada di desa tersebut dengan faktor yang memepengaruhi terbentuknya serta perubahan yang terjadi pada pola ruang dalam rumah tinggal tradisional Jawa. Metode yang diggunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif dengan studi kasus rumah tinggal tradisional Jawa ayang ada di Desa Brayut yang dianalisis berdasarkan pada fungsi, zonasi, orientasi mikrokosmos, orientasi mezokosmos, hirarki linier, hirarki oposisi binair, dan elemen pembentuk ruangnya. Ketujuh aspek tersebut saling terkait dalam pembentukan pola rung dalam pada rumah tinggal tradisional Jawa. Hasil dari studi ini menjukan susunan ruang pada rumah tingal tradisional jawa sesuai dengan klasifikasi pola ruang dalam pada kawasan tersebit.Kata kunci : Pola ruang dalam, rumah tinggal tradisional Jawa, Brayut Yogyakarta
User's Perception of Public Space at Malioboro Street After Revitalization using Placemaking Approach Marinda Noor Fajrina Noviana Putri; Syam Rachma Marcillia
Built Environment Studies Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/best.v3i1.1857

Abstract

Public open space has functioned as a development image and livability of a city. Malioboro is the most famous street in Yogyakarta with various activities and users. Malioboro street is a corridor that has been revitalized. One of the revitalization purposes is developing a public space that should accommodate all users with their activities. This research will be concentrated on the revitalization of Malioboro as a public space. Placemaking is used as an approach to find out the process of forming public space that has already formed at Malioboro street after the revitalization. So, the research aims to find out that process. The method is quantitative approach, which is a questionnaire to know the user's perception (merchant, tourism, and communities) of the placemaking. Aspects of placemaking are from Project of Public Space (PPS) with four variables: uses and activity, comfort and image, access and linkage, and sociability. Furthermore, the data will be analyzed to find out the placemaking process. The result of this research will be how far the process of the public space that occurred in the revitalized Malioboro street.
Kajian teorI keterkaitan setting fisik dan identitas Kota dalam konteks City Branding Putri, Marinda Noor Fajrina Noviana
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v3i1.342

Abstract

City branding is very important for the growth and marketing of cities. Urban planning, visual communication, and graphic design are used to build a distinctive city identity that represents its values ??and goals. This research examines how city branding improves local economies and competitiveness around the world and how physical and non-physical variables shape city identity over time. This research examines city branding, city identity, and 'place fuzziness' using a comprehensive literature review. The aim of this research is to find out how the form of city identity, especially in tangible terms, supports city identity so that branding of a city can be achieved from an architectural and urban design perspective. The research results show that city branding can attract investment and tourists and strengthen the character and attractiveness of the city. A complex combination of physical and non-physical components forms a city's identity, which underlies city branding. This research also emphasizes the need to resolve 'place fuzziness'—unclearness of a place's identity or function—to improve city branding. This research suggests that city planners and marketers must work together to ensure that physical development and social activities promote a city's identity, eliminate ambiguity, and improve its image. Creating a vibrant and sustainable city image requires integration and strategic planning in city branding and identity management.  
Residents' evaluation of community center revitalization with murals: Aesthetics, local identity, and ownership Setyawan, Siti Luzviminda Harum Pratiwi; Sutarto, Sutarto; Putri, Marinda Noor Fajrina Noviana; Purwanto, Danang; Syakur, Muhammad Yusron; Mukhrodin, Muhammad Fadil Hidayatulloh
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 4 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i4.2402

Abstract

A mural project was implemented as a visual enhancement for the community center. This study examines residents' perspectives on mural interventions and evaluates the effectiveness of measurement tools. The mural project took one month to complete, but preparation, including discussions with the community head, also required one month. Post-project surveys were gathered online via a Likert scale, employing a quantitative descriptive method. Item validity and internal reliability were assessed using item-total correlations and Cronbach's alpha. Twenty respondents participated in the survey. The instrument demonstrated strong reliability (α = 0.78) with 14 valid items. The findings indicate that the average perception across dimensions falls within the mid-range, with social interaction leading at 58.20%, followed by sense of ownership at 55.60%, revitalization evaluation at 55.32%, aesthetic perception at 55.00%, local identity at 54.60%, and community pride at 53.20%, which is the lowest. The findings indicate that murals effectively stimulate social interaction, though they have not yet fully realized their potential to build community pride. Practical implications involve enhancing theme curation rooted in local identity, engaging residents in maintenance, and creating regular activity programs to boost pride.
Tinjauan Literatur: Peran Bangunan Ikonik dalam Strategi City Branding Putri, Marinda Noor Fajrina Noviana; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran bangunan ikonik dalam meningkatkan daya tarik dan daya saing kota di tengah ketidakstabilan ekonomi global sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui strategi city branding. Melalui metode kulitatif dengan pendekatan studi kasus penelitian mengkaji korelasi antara city branding, identitas kota, dan pembangunan ekonomi, dengan fokus khusus pada pengaruh bangunan ikonik terhadap pertumbuhan kota. Hasilnya menunjukkan bahwa city branding merupakan strategi komprehensif yang salah satunya melalui karya arsitek yang ikonik sebagai alat promosi untuk membentuk citra positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan city branding sangat bergantung pada strategi yang holistik. Keterlibatan bangunan ikonik pada strategi branding terbukti efektif dalam menarik investasi dan turis, serta meningkatkan reputasi kota yang ditunjukan pada studi kasus yang dipilih. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi branding kota yang efektif dalam meningkatkan ketahanan sebuah kota dalam dialog akademik arsitektur dan perancangan Kota.
The Mediation of City Branding Identity: An Analysis of Aesthetic Elements in Surakarta's Iconic Architecture Marinda Noor Fajrina Noviana Putri; Retna Hidayah; Pita Asih Bekti Cahyani
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 22 No. 1 (2026): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v22i1.82029

Abstract

Landmark buildings often serve as the most powerful visual representations of a city. However, the ways in which the visual qualities of architecture operate in shaping city branding remain insufficiently examined. Recent scholarship increasingly highlights the importance of architecture in constructing urban identity. Nevertheless, specific investigations into the aesthetic criteria of iconic buildings—particularly colour, ornament, and form—as factors that influence visitors’ perceptions and place memory are still relatively limited. This study addresses this gap by proposing an analytical framework that connects architectural aesthetics to the core dimensions of city branding. Using a qualitative digital etnographic approach, this research develops an Aesthetic–Branding Analysis Framework to map particular visual attributes to branding outcomes, including identity, representation, and experiential quality within the digital dimension. The findings indicate that aesthetic elements are not merely decorative features, but actively communicate meaning and shape visitors’ expectations of a place. Building on these results, the study proposes a Conceptual Model of Aesthetic-Based Branding Formation, illustrating how architectural visuals interact with collective perceptions and urban narratives through ongoing reciprocal processes, ultimately producing shared meanings over time. Theoretically, this study reinforces the argument that aesthetic decisions—often treated as secondary or supportive aspects—can function as key drivers in forming urban character and reputation. Practically, the findings encourage more strategic investment in iconic architecture as a tool for city brand communication, strengthen the rationale for heritage preservation beyond cultural considerations alone, and support the systematic integration of aesthetic factors as essential components of urban planning and development.
Tinjauan Literatur Peran Smart Visual Identity dalam Membangun Branding Smart City Marinda Noor Fajrina Noviana Putri; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v14i2.448

Abstract

Pertumbuhan populasi global menimbulkan tantangan yang signifikan terhadap sumber daya, infrastruktur, dan kelestarian lingkungan yang mendorong urbanisasi. Di Indonesia, populasi telah tumbuh sebesar 4% sejak tahun 2018, dan daerah perkotaan menghadapi tekanan yang besar untuk berevolusi menjadi kota pintar guna meningkatkan kualitas dan keberlanjutan kehidupan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi salah satu penerapan strategi kunci yaitu SVI (smart visual identity) agar dapat membantu kota-kota di Indonesia dalam memperkuat branding untuk menarik investasi dan meningkatkan kualitas hidup. Metode tinjauan literatur digunakan dalam studi ini untuk memahami dan mengeksplorasi interaksi antara arsitektur dan strategi kota pintar dalam meningkatkan branding dan daya saing kota. Penelitian ini secara kritis menilai bagaimana elemen-elemen desain kota berkontribusi terhadap identitas dan daya tarik kota, dengan mengambil wawasan dari studi kasus kota-kota yang telah berhasil menerapkan desain kota pintar. Temuan menunjukkan bahwa inisiatif kota pintar secara signifikan berdampak pada pencitraan kota dengan mengintegrasikan teknologi canggih dengan desain perkotaan yang inovatif, sehingga meningkatkan kelayakan huni, keberlanjutan, dan daya saing ekonomi. Studi ini fokus pada pentingnya identitas visual yang koheren dalam menarik investasi dan meningkatkan interaksi publik dengan ruang kota, yang pada akhirnya mendorong lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan dan efisien.