Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PANEN JAGUNG MULTI PROSES PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENCACAH Yunita Djamalu; Zulzain Ilahude; Burhan Liputo; Evi Sunarti Antu; Romi Djafar
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2023): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.419 KB) | DOI: 10.56190/jvst.v2i2.35

Abstract

Di Provinsi Gorontalo, komoditas tanaman pangan merupakan komoditas yang dominan dan dikembangkan secara intensif terutama tanaman jenis jagung.  Provinsi Gorontalo merupakan penghasil jagung karena rerata Masyarakat Gorontalo selain petani padi juga sebagai petani jagung. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep redesain sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya. Mesin multi proses adalah sebuah mesin yang memiliki tiga fungsi sekaligus yakni pengupas, pemipil dan pencacah dengan menerapkan prinsip kerja mekanik solid work pada aspek proses transfer dan proses pengolahan. Secara umum hasil uji fungsi utama sistem mesin telah memberikan gambaran yang cukup baik jika dipandang pada aspek karakteristik kerja, akan tetapi pada aspek hasil olahan mesin masih belum optimal. Sebab itu perlu dilakukan riset lanjut untuk redesain konsep sistem mekanik mesin multi proses yang ada. Riset ini masih menggunakan metode simulasi visual untuk membantu pengamatan bagaimana karakteristik dan efektivitas gerak komponen sebelum melakukan proses pengerjaan dan fabrikasi mesin. Selain simulasi visual, juga dilakukan metode uji analisis berdasarkan data-data penelitian sebelumnya sehingga komparasi data analisis pada penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk konsep perancangan sistem mekanik mesin yang sesuai dengan prinsip dan  fungsinya
SIMULASI SISTEM PLTU ANGGREK 2 X 25 MW MENGGUNAKAN SOFTWARE CYCLE TEMPO DENGAN VARIASI BEBAN TURBIN25%, 50%, 75% DAN 100% Harlan Djabal; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.8

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin. Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
ANALISIS PERFORMA SISTEM PLTU ANGGREK KAPASITAS 2X25 MW MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BATUBARA DENGAN BEBAN TURBIN 100% Zulkifli Ismail; Romi Djafar; Yunita Djamalu; Burhan Liputo
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Of Renewable Energy Engineering (April)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v1i1.13

Abstract

Pembangkit listrik tenaga uap(PLTU) Unit Anggrek Merupakan PLTU yang mulai dibangun sejak tahun 2007 dan mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan kapasitas 2 X 25 MW. Sejak di resmikan PLTU Anggrek Adalah salah satu pembangkit yang mendistribusikan kebutuhan listrik di provinsi Gorontalo, Sehingga saat ini sudah jarang terjagi pemadaman listrik. Di PLTU Anggrek menunjukan bahwa belum pernah dilakukan evaluasi performa sistem PLTU sesuai data heat balance and mass diagram. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pemodelan simulasi sistem PLTU anggrek menggunakan simulasi Cycle Tempo dan mengetahui performa sistem PLTU tersebut dengan memvariasikan beban Turbin.Untuk mendapatkan hasil penelitian dilakukan pemodelan menggunakan simulasi cycle tempo 5.1 dengan parameter input berdasarkan data heat balance. Berdasarkan penelitian dipeoleh hasil efisiensi gross: 10,5%, dan nett : 10,01.% pada beban Turbin 25%. Sedangkan pada pembebanan turbin 50% diperoleh masing-masing Efesiensi gross: 21,02%, dan nett sebesar 20,03%. Selanjutnya pembebanan 75% didapatkan berturut-turut efieinsi Gross 31,5%, net: 30,1%. Dan pembebanan maksimal sebesar 100% mendapatkan gross: 42,053,net: 40,249%.
Uji Kinerja Mesin Panen Padi Menggunakan Mesin Brush Cutter Djamalu, Yunita; Djafar, Romi; Udjaili, Sunandar
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i2.1192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pemotong rumput menjadi mesin pemanen padi tipe brush cutter dengan modifikasi yang lebih aman dan mudah digunakan serta mengevaluasi unjuk kerja mesin tersebut. Material teknik yang digunakan meliputi pelat aluminium, bilah bundar yang dilapisi karbida, sabuk operator, pipa aluminium, kain, dan mesin. Mesin pemanen padi tipe brush cutter terdiri dari mesin YSI-328, handle, batang penghubung, sayap pemandu, mata gergaji, tali selempang, dan pelat pengaman kaki. Tipe mata pisau berbentuk lingkaran terbuat dari karbida dengan jumlah mata pisau pemotong sebanyak 42 buah di sisi lingkaran. Ujung mata pisau memiliki ukuran 4x3x2 mm dengan kecepatan putaran antara 3500-4500 rpm. Mesin ini memanfaatkan kecepatan dorongan, yakni nilai untuk memotong empat rumpun padi dengan jarak tanam 25 cm atau setara dengan lebar kerja 100 cm, dimana gerakan mendorong dimulai dari kanan ke kiri dengan waktu berkisar antara 0,7 hingga 1 detik. Mesin ini dilengkapi tali selempang yang terbuat dari kain dengan panjang 2 m. Selain itu, mesin ini juga memiliki pelat pengaman kaki yang terbuat dari aluminium dengan dimensi 50 x 10 cm dan tebal 2 mm. Hasil pengujian pada luasan 50 m2 diperoleh kapasitas aktual memadai sebesar 3,33 m²/menit. Pada luasan tersebut, mesin panen padi hasil modifikasi memerlukan konsumsi bahan bakar sebanya 0,5 liter dengan efisiensi kerja mesin sekitar 82-85%.
PENERAPAN KOMPOR BIOMASSA TIPE CONTINUE BAHAN BAKAR PADA UMKM DODOL MATUARI Djafar, Romi
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2023
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v6i2.1246

Abstract

Sampai saat ini jumlah pengguna tungku kayu bakar tradisional masih tetap tinggi untuk keperluan sehari-hari disektor rumah tangga dan UMKM. Salah satunya terdapat pada MITRA pengrajin kuliner khas Gorontalo seperti dodol di desa Reksonegoro. Oleh itu Penerapan kompor biomassa ini sangat efektif digunakan mengingat ketersediaan bakar yang melimpah. Berdasarkan observasi lapangan kendala utama yang dihadapi UMKM dodol Matuari adalah Tungku perapian yang masih sederhana seperti menggunakan tiga buah batu memasak dodol. Keadaan ini dinilai kurang efektif dalam meningkatkan kapasitas produksi. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sentuhan teknologi tepat guna melalui penerapan kompor biomasa atau Tungku Sehat Hemat (TSHE). Disamping itu pada kegiatan pengabdian ini juga dilakukan pendampingan cara mengolah dodol cara pengolahan pangan olahan yang baik (CPPOB) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP). Berdasarkan kegiatan Pengabdian diperoleh beberapa hasil yaitu Fabrikasi Kompor biomasa yang memiliki dimensi 49 cm dan bobot sekitar 50 kg dengan hasil Uji coba perpaian bahan baku dodol sebanyak 4 Kg dimana efisiensi waktu lebih singkat sebesar 28.5% dibandingan dengan metode konvensional. Sedangkan kebutuhan bahan bakar dalam pengujian lebih hemat sebesar 35% dari seperti biasanya. Selain itu diperoleh desain kemasan dodol yang informatif memiliki ukuran 10 x 15 x 7 cm (PXLXT) untuk kapasitas 5 pcs dodol. Kedepan kegiatan pengabdian ini khususnya penerapan teknologi kompor TSHE perlu dikembangkan pada UMKM yang lain agar diperoleh Fabrikasi TSHE yang fix Desain agar dapat di produksi secara masal.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF MENGGUNAKAN REAKTOR GASIFIKASI DOWNDRAFT Hasan Harun, Ervan; Ilham, Jumiati; Djafar, Romi; Djamalu, Yunita
Journal Of Renewable Energy Engineering Vol. 2 No. 2 (2024): Journal Of Renewable Energy Engineering (Oktober)
Publisher : Program Vokasi-Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jree.v2i2.43

Abstract

Organic waste from coconut shells, corn cobs, candlenut shells, and lamtoro wood is often found in the Gorontalo region. The gasification of organic waste has the potential to reduce organic waste and produce gas for various applications, including heating, power generation, and industrial raw materials. The research aims to determine the gas composition of the downdraft gasification process from organic waste from coconut shells, candlenut shells, corn cobs, and lamtoro wood, to determine the rate of fuel consumption, and to determine the calorific value. The method used is an experimental method. Test results using a downdraft gasifier reactor with 5 kg of fuel. The average H2 value obtained from the test results for coconut shells was 12.46%, candlenut shells 13.01%, corn cobs 9.3%, and lamtoro wood 15.95%, the highest H2 value from several of these samples was obtained from lamtoro wood with the highest percentage was 15.95%, the average O2 value obtained was coconut shell 8.86%, candlenut shell 6.37%, corn cob 2.61%, lamtoro wood 5.22%, the average CH4 value was shell coconut 7.88%, candlenut shell 4.05%, corn cob 8.03%, lamtoro wood 7.32%, average CO value for coconut shell 0.56%, candlenut shell 0.05%, corn cob 10 .71%, lamtoro wood 0.05% while the average N2 value obtained was 70.21% coconut shell, 76.49% candlenut shell, 69.25% corn cob, and 71.44% lamtoro wood. The findings compare four organic wastes as alternative energy using a downdraft gasification reactor. The conclusion from this research is that the best gas composition is from corncob organic waste with H₂, CH₄, and CO of 28.05%, the longest burning rate on corncob samples is 23.11 grams/minute and the highest calorific value test is on lamtoro wood samples with results reaching 4,340 cal/gram.
PERANCANGAN KETEL NILAM SISTEM UAP LANGSUNG MENGGUNAKAN KOMPOR BIOMASA (FIREBOX) Djafar, Romi
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 12 No 2 (2024): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v12i2.1425

Abstract

Minyak atsiri seperti minyak nilam merupakan tanaman yang sangat memiliki harga yang sangat tinggi saat ini. Minyak nilam dapat digunakan berbagai industri kosmetik obat-obatan, parfum dan lain-lain. Tanaman nilam dapat dipanen perdana 6 bulan setelah tanam. Kemudian dapat dipanen selanjutnya dalam tiga bulan. Dalam sekali budi daya nilam frekuensi panen dapat dilakukan antara 8 kali hingga 13 kali tergantung perawatan dan kesuburan tanah. Setelah masa panen tiba, tanaman nilam dapat dipanen dengan digunting kemudian dikeringkan selama 2 hari setelah itu tahap pencacahan dan terakhir penyulingan. Tujuan penelitian ini adalah perancangan alat penyulingan nilam model uap langsung yang lebih efisien, hemat tenaga dan hemat bahan bakar serta tingkat rendemen yang tinggi. Adapun konstruksi dari alat penyulingan nilam terbuat dari galvanis steel terdiri dari boiler dan firebox, ruangan destilasi, kondensor dan separator. Kapasitas alat sulingan tersebut sekitar 500 kg batch kondisi full. Berdasarkan hasil desain diperoleh dimensi ruang destlasi 100 cm x 180 cm. Sedangkan ruangan boiler 120 cm x 66 cm dan bak pendingin 2 x 4 m dan terdapat pipa zig-zag kondensor ukuran 2 inci.
Analisis Termal Pada Boiler PLTU XYZ Menggunakan Metode Langsung Berdasarkan Data Operasi Harian Djafar, Romi
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v10i1.1466

Abstract

Evaluasi kinerja boiler merupakan langkah penting dalam upaya efisiensi energi dan pengendalian biaya operasional di industri. Salah satu metode yang umum digunakan adalah metode langsung (direct method), yang menghitung efisiensi boiler berdasarkan perbandingan antara energi panas yang digunakan untuk menghasilkan uap dan energi panas yang dikandung bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi termal boiler dengan pendekatan langsung pada PLTU XYZ. Data yang dianalisis meliputi jumlah bahan bakar yang dikonsumsi, kandungan kalor bahan bakar, debit dan tekanan uap, serta temperatur air umpan. Hasil evaluasi termal menunjukkan bahwa efisiensi boiler berada pada nilai 80.3% tergantung pada kondisi operasi dan jenis bahan bakar yang digunakan. Sedangkan heat rate sebesar 4 kJ/kwh Faktor-faktor seperti suhu gas buang, kelembaban bahan bakar, dan pengendalian pembakaran turut mempengaruhi hasil efisiensi. Evaluasi ini memberikan dasar bagi langkah-langkah perbaikan, seperti pengoptimalan sistem pembakaran dan pemanfaatan panas buang, guna meningkatkan efisiensi dan menurunkan konsumsi energi secara keseluruhan.