Depi Putri
Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PESAN DAKWAH USTADZ HANAN ATTAKI MELALUI MEDIA SOSIAL YOUTUBE KAJIAN TENTANG AKHLAK REMAJA M. Jamaludin Darma’Arif Nur; Depi Putri
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.670

Abstract

This research aims to examine the da'wah message conveyed by Ustadz Hanan Attaki via the YouTube channel Road to the and on YouTube social media. In the context of a moral study of teenagers at the As-Sidiq Mosque in Griyoso village, Jayaloka district.The method used is descriptive qualitative, using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation.This research concludes that Ustadz Hanan Attaki's preaching message is where the use of YouTube social media is effective because it is easy to access preaching content only through gadgets without having to come directly to the recitation held by Ustadz Hanan Attaki and teenagers can easily understand the contents of the preaching message of Ustadz Hanan Attaki. Hanan Attaki,where the content influences changes in the morals of teenagers because they are motivated and have a positive impact from Ustadz Hanan Attaki's preaching content, namely being motivated to get closer to Allah, more of being a grateful person to avoid blasphemy, creating a sense of empathy for others, being a patient and humble person and that has a very good impact on the youth of the As-Sidiq Mosque. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki melalui chanel youtube road to the and di media sosial youtube.Dalam konteks kajian akhlak terhadap remaja Masjid As-Sidiq di desa Griyoso Kecamatan Jayaloka. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesan dakwah Ustadz Hanan Attaki Dimana penggunaan media sosial youtube menjadi efektif dikarenakan mudah nya mengakses konten-konten dakwah hanya melalui gadget tanpa harus datang langsung ke pengajian yang digelar ustadz Hanan Attaki dan para remaja mudah memahami dengan baik isi dari pesan dakwah ustadz Hanan Attaki, di mana konten tersebut mempengaruhi perubahan akhlak remaja dikarenakan termotivasi dan dampak positif dari konten dakwah ustadz Hanan Attaki yaitu termotivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, lebih menjadi pribadi yang bersyukur untuk menghindari kufur nikmat, timbulnya rasa empati kepada sesama, menjadi pribadi yang penyabar serta rendah hati dan itu sangat berdampak baik bagi para remaja masjid Assidiq.
METODE KOMUNIKASI DAKWAH GURU AGAMA PADA SISWA DISABILITAS DI SMPN LUAR BIASA KABUPATEN MUSI RAWAS Zainul Haq; Depi Putri; Artiyanto Artiyanto; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.698

Abstract

Berdakwah adalah syi’ar yang disampaikan oleh mubaligh atau Da’i yang mana hal tersebut selalu disampaikan atau tersampaikanya kepada masyarakat tanpa menyandang disabilitas, tetapi bagaimana kemudian kalau Pendakwah menyampaikan dakwah terhadap kaum disabilitas, karna Idealnya kaum disabilitas menginginkan hidup layaknya orang normal yang selalu mendapatkan asumsi tentang apa yang di sampaikan pendakwah.. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji metode komunikasi dakwah guru agama pada siswa disabilitas di SMP Luar Biasa Musi Rawas dan Apa saja faktor pendukung dan penghambat metode komunikasi dakwah guru agama pada siswa disabilitas di SMP Luar Biasa Musi Rawas. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi dan materi yang disampaikan pada Tunarungu selain penyampaian secara lisan, Guru juga mengajarkan pelajaran Fiqih dalam bentuk praktek, seperti praktek wudhu dan shalat, kegiatan praktek seperti ini akan diwajibkan oleh seluruh murid dan berlangsung terus menerus agar murid dapat menghafal gerakan-gerakan berwudhu dan shalat dengan tujuan murid dapat menerapkan di rumah dan di lingkungan masyarakat. Di SMP Luar Biasa Musi Rawas ini murid di berikan pembelajaran Agama Islam sejak awal masuk sekolah dari kelas VII sampai kelas IX SMP.
STRATEGI PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEMINIMALISIR BUTA AKSARA AL-QUR’AN DI MAJELIS TAKLIM HIDAYATUSSIBYAN Siti Khowajah; Depi Putri; Novita Sari; Agussalim Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v5i1.832

Abstract

Quran illiteracy has been problem in the Hidayatussibyan Taklim Assembly, Sadarkarya Village, Purwodadi District, Musi Rawas Regency. Based on data from the South Sumatera BPS 2022, it was recorded that 2.58% of the people in Musi Rawas Regency were illiterate in the Quran. Of the 30 congregation members, 50% were still at the 1-6 volume stage, and 50% had read the Quran. This study used a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. Counseling was carried out through activities reading the Quran, learning ablution, dhuha prayer, and tahlil, with material according to tajwid using the Iqro' method. The strategies implemented include: (1) grouping the congregation based on ability; (2) special guidance outside of routine religious studies; (3) providing learning materials such as Iqro', Juz Amma, and the Quran; (4) training in reading and writing the hijaiyah letters; and (5) a personal approach to building motivation. This strategy is effective in improving the ability to read the Qur'an and reducing the level of illiteracy among the congregation
Digital Da'wah, SIMKAH, and Religious Bureaucracy in Indonesian Islamic Marriage Governance Citra Sari; Elce Purwandari; Depi Putri
Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) Vol. 26 No. 1 (2026): ANIDA (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/anida.v26i1.56014

Abstract

The digital transformation of Islamic public services has significantly reshaped marriage administration practices within the Offices of Religious Affairs (KUA) in Indonesia. This study aims to analyze the implementation of the Marriage Management Information System (SIMKAH) at KUA Gandus, Palembang, and examine its role as a form of administrative da‘wah and digital Islamic governance. This research employed a qualitative case study approach using semi-structured interviews, documentation, and thematic analysis. The participants consisted of penghulu, SIMKAH operators, administrative staff, Islamic religious counselors, and prospective brides and grooms involved in SIMKAH-based marriage services. The findings reveal that SIMKAH has transformed conventional marriage administration into a more efficient, transparent, and digitally integrated public service system. The implementation of SIMKAH improves administrative accuracy, accelerates registration procedures, strengthens legal marriage awareness, and expands public accessibility to Islamic marriage services. The study further demonstrates that SIMKAH functions not merely as a technological administrative instrument but also as a medium of administrative da‘wah through digital legal education and institutional guidance. However, several challenges remain, including digital inequality, limited technological literacy, and unstable internet infrastructure. The novelty of this study lies in introducing the concept of administrative da‘wah within digital Islamic public services, where Islamic bureaucracy simultaneously functions as a mechanism of governance, religious education, and social transformation.