Heni Emawati
Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK JENIS TENGKAWANG DI PERSEMAIAN BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EKOSISTEM HUTAN DIPTEROCARPA (B2P2EHD) SAMARINDA Adrianus Renca; Jumani Jumani; Ismail Bakrie; Heni Emawati
JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 1, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v1i1.6644

Abstract

Jenis meranti yaitu tengkawang memiliki manfaat yaitu sebagai penghasil hutan non kayu yaitu minyak tengkawang sebagai bahan baku kosmestik.Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik daun dan batang pada jenis tengkawang yang ada di Persemaian Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterocarpa (B2P2EHD) Samarinda.Metode penelitian dengan pengamatan karakteristik morfologi daun dan batang yaitu bentuk batang, warna batang, bentuk daun, warna daun, letak daun, dan tepi daun.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik daun dan batang dari 6 jenis tengkawang yang telah teridentifikasi memiliki persamaan, yaitu: warna, bentuk, ujung daun dan bentuk batang. Selain memiliki persamaan hasil identifikasi menunjukkan perbedaan dari permukaan daun dan batang.Jenis tengkawang memiliki persamaan yaitu bentuk daun, warna daun, ujung daun, batang memiliki persamaan permukaan batang dan bentuk batang licin.  
Identifikasi Hotspot Pada Kawasan Konservasi Di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021-2023 Zainul Robiansyah; Heni Emawati; Jumani Jumani; Ismail Ismail; Maya Preva Biantary
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9246

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu kejadian alam yang rutin terjadi di Indonesia dan selalu menjadi masalah serius yang harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah titik hotspot dan mengidentifikasi lokasi rawan kebakaran hutan dari sebaran titik hotspot di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dalam 3 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan data titik hotspot dari pantauan website SiPongi milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021-2023. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif, yakni dengan cara memaparkan data dan informasi akurat yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan dan pengolahan data. Hasil penelitian ini adalah akumulasi jumlah titik hotspot setiap tahunnya dari data tiga tahun terakhir di kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang yaitu pada tahun 2021 sebanyak 1 titik hotspot, tahun 2022 sebanyak 7 titik hotspot dan tahun 2023 sebanyak 644 titik hotspot, dimana desa yang paling sering terdeteksi titik hotspot yaitu Desa Liang Buaya 213 titik hotspot, Desa Muara Kaman Ulu 144 titik hotspot, Desa Sedulang 129 titik hotspot dan Desa Tunjungan 87 titik hotspot. Sedangkan desa yang tidak terdapat titik hotspot dalam 3 tahun terakhir adalah Desa Ngayau, Desa Muara Bengkal Ilir, Desa Kelinjau Ulu dan Desa Senyiur. Hasil observasi lapangan menunjukkan lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan pada kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang berada pada tutupan lahan rawa, baik itu rawa yang berhutan, rawa semak dan rawa berair. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi semua merupakan tipe kebakaran permukaan sehingga cepat kembali pulih secara alami pada saat musim hujan.
Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) Sebagai Input Dasar Kegiatan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Nurina Shar Fina; Heni Emawati; Legowo Kamarubayana; Rolly Yulianthi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9379

Abstract

Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) adala tanah yang dikuasai oleh Negara untuk didistribusikan atau diredistribusikan dalam rangka reforma agrarian. Reforma Agraria adalah penataan Kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan asset dan disertai penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Kawasan Hutan untuk sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) tidak produktif dan Kawasan Produksi atau Kawasan Hutan Lindung yang telah dikuasai, dimiliki, digunakan dan dimanfaatkan untuk permukiman, fasilitas umum dan/atau fasilitas sosial, lahan Garapan. Adapun Kawasan Hutan Yang Dapat Dikonversi (HPK) yang penutupan lahannya didominasi lahan tidak berhutan serta harus sesuai Peta Indikatif alokasi Kawasan Hutan untuk penyediaan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang terdapat dalam peta Indikatif Tanah Obyek Reforma Agraria. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah desk analysis dan verifikasi lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pendataan penguasaan, pemilikan, penggunaan atau pemanfaatan tanah serta memverifikasi Penguasaan Tanah untuk memperoleh Rekomendasi atas kepastian yang jelas mengenai hak atas tanah yang dikuasai Masyarakat, sehingga mekanisme Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dapat menjadi salah satu pola Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan
Delineasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Kota Bontang Tahun 2019-2022 Ahmat Raqif Mardani; Djumansi Derita; Heni Emawati; Zikri Azham
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9396

Abstract

Kota Bontang merupakan daerah rawan kebakaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pada tahun berapa tingkat rawan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi antara tahun 2019 sampai dengan 2022. Penelitian dilaksanakan di Manggala Agni Daops Sangkima, dengan waktu kurang lebih 3 bulan. Pengolahan Data Areal Kebakaran Hutan dan Lahan antara lain Pengumpulan data titik panas (hotspot) hasil download dari LAPAN, Menentukan lokasi indikasi areal kebakaran dengan analisis kerapatan titik panas (point density analysis), Deliniasi areal kebakaran berdasarkan data citra Landsat 8 OLI terbaru sesuai dengan data titik panas (hotspot) dan analisis kerapatan titik panas, Analisis lanjutan dengan menggunakan data tema kehutanan lainnya, Penyajian data, grafik, dan layout peta areal kebakaran hutan dan lahan. Daerah yang paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah daerah Kelurahan Bontang Lestari dimana dalam penelitian 4 tahun dengan jumlah 22 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan rincian Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari terjadi sebanyak 17 kasus kebakaran hutan dan lahan kemudian Kelurahan Satimpo terjadi sebanyak 2 kasus kebakaran hutan dan lahan, Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan terjadi sebanyak 3 titik kebakaran hutan dan lahan. Di antara banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan hanya terdapat 3 wilayah yang paling rawan yaitu Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari, Kelurahan Satimpo dan Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan. Tahun terginggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat pada tahun 2019 dengan 14 Kasus kebakaran hutan dan lahan dilanjut dengan tahun 2021 dan tahun 2022 dengan 3 Kasus kebakaran hutan dan lahan serta pada tahun 2020 terdapat 2 kasus kebakaran hutan dan lahan.