Ismail Ismail
Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI PERKEMBANGAN KEGIATAN PERHUTANAN SOSIAL DALAM PEMANFAATAN EKOWISATA TAMAN SUNGAI DUMARING DI KAMPUNG DUMARING KECAMATAN TALISAYAN KABUPATEN BERAU SEBAGAI BINAAN KPHP BERAU PANTAI TAHUN 2024 Nur Hamidah; Ismail Ismail; Mohammad Taufan Tirkaamiana; Rolly Yulianthi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.9234

Abstract

Potensi ekowisata yang berada di sekitar masyarakat hutan mendorong lahirnya 2 (dua) agenda pengelolaan kawasan hutan, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar hutan dan juga penciptaan model pelestarian hutan yang efektif. Pemerintah menyiapkan sebuah program berupa Program Perhutanan Sosial yang diperuntukkan oleh seluruh masyarakat sekitar hutan melalui pola pemberdayaan dengan tetap berpedoman pada aspek kelestarian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan perhutanan sosial yang terdapat pada Taman Sungai Dumaring. Setelah penulis mengetahui skema yang diterapkan, penulis mencari tahu perkembangan hasil dari kegiatan perhutanan sosial di Taman Sungai Dumaring, serta untuk mengetahui gambaran pelaksanaan kegiatan Perhutanan Sosial di Kampung Dumaring. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif yang dilakukan selama 2 (dua) bulan efektif. Kampung Dumaring Kecamatan Talisayan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur menjadi lokasi penelitian karena sebagai salah satu dari pelaksanaan Program Perhutanan Sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program Perhutanan sosial di Kampung Dumaring telah mendapat perizinan pelaksanaan Perhutanan Sosial Hutan Desa dengan luas total 5.083 Ha pada kawasan hutan Lindung dan partisipasi masyarakat di Kampung Dumaring sangat antusias dengan adanya Program Perhutanan Sosial.
Identifikasi Hotspot Pada Kawasan Konservasi Di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2021-2023 Zainul Robiansyah; Heni Emawati; Jumani Jumani; Ismail Ismail; Maya Preva Biantary
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9246

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu kejadian alam yang rutin terjadi di Indonesia dan selalu menjadi masalah serius yang harus dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah titik hotspot dan mengidentifikasi lokasi rawan kebakaran hutan dari sebaran titik hotspot di Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dalam 3 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan data titik hotspot dari pantauan website SiPongi milik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2021-2023. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif, yakni dengan cara memaparkan data dan informasi akurat yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan dan pengolahan data. Hasil penelitian ini adalah akumulasi jumlah titik hotspot setiap tahunnya dari data tiga tahun terakhir di kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang yaitu pada tahun 2021 sebanyak 1 titik hotspot, tahun 2022 sebanyak 7 titik hotspot dan tahun 2023 sebanyak 644 titik hotspot, dimana desa yang paling sering terdeteksi titik hotspot yaitu Desa Liang Buaya 213 titik hotspot, Desa Muara Kaman Ulu 144 titik hotspot, Desa Sedulang 129 titik hotspot dan Desa Tunjungan 87 titik hotspot. Sedangkan desa yang tidak terdapat titik hotspot dalam 3 tahun terakhir adalah Desa Ngayau, Desa Muara Bengkal Ilir, Desa Kelinjau Ulu dan Desa Senyiur. Hasil observasi lapangan menunjukkan lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan pada kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang berada pada tutupan lahan rawa, baik itu rawa yang berhutan, rawa semak dan rawa berair. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi semua merupakan tipe kebakaran permukaan sehingga cepat kembali pulih secara alami pada saat musim hujan.
BUDAYA KERJA KARYAWAN DI CV WANA KARYA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN MENAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Masitah Indriani; Fenny Fajriani; Zuhdi Yahya; Ismail Ismail; Zikri Azham; Tazri Amrullah; Jumani Jumani
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v3i2.9054

Abstract

Perkembangan industri kayu di Indonesia memiliki resiko kecelakaan walaupun dalam skala kecil dibanding pertambangan. Industri kayu merupakan salah satu industri kehutanan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utamanya. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek fundamental dalam industri dan organisasi modern, yang berkaitan dengan menjaga karyawan tetap sehat, aman, dan produktif. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 mulai jam 8.00 Wita pagi sampai selesai, di CV Mana Karya Samarinda. Peserta adalah karyawana CV Wana Karya, Dosen dan mahasisswa Fakultas Pertanian Untag 1945 Samarinda.  Metode dalam abdimas ini adalah memberikan materi berupa slide (ceramah), kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam abdimas ini adalah memberikan masukan betapa pentingnya keselamtan dan kesehtan kerja bagi karyawan CV Wana Karya Samarinda. Hasil diskusi dengan karyawan langsung masih ada yang belum disiplin dalam penggunaan masker dan sepatu standar. CV Wana Karya telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja namun masih kurang disiplin dalam pemakaian sepatu, pelindung suara dan masker kerja.