Rolly Yulianthi
Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT PERTUMBUHAN TINGGI TANAMAN PADA KELERENGAN YANG BERBEDA DI KEGIATAN REHABILITASI DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAS SANTAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Ari Saputra; Legowo Kamarubayana; Zuhdi Yahya; Rolly Yulianthi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i1.8943

Abstract

DAS Santan yang merupakan salah satu DAS di wilayah Kalimantan Timur, juga memiliki peran yang cukup penting karena beberapa aktivitas penggunaan lahan di DAS Santan yang dimanfaatkan untuk kepentingan perekonomian seperti perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan dan lain-lainnya. Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk mengatasi lahan kritis, memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya sebagai penyangga kehidupan tetap terjaga yaitu dengan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan tinggi tanaman dan kondisi tanaman pada kegiatan P0 dan P3 di DAS Santan serta membandingkan tingkat pertumbuhan tinggi tanaman pada lokasi kelerengan yang berbeda terhadap kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Sampling With Random Start yang dilakukan melalui teknik sampling. Penelitian ini dilakukan di di Blok XVIII petak 5 dan Blok XII petak 2 areal DAS Santan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pada kegiatan P0 dan P3 rata-rata tinggi tanaman pada Blok XVIII Petak 5 ialah 47 cm dan 134 cm. Pada Blok XII Petak 2 rata-rata tinggi tanaman nya ialah 47 cm dan 131 cm. Pada kegiatan P0 dan P3 memiliki nilai persentase tanaman sehat dan mati yang sama yaitu persentase tanaman sehat nya ialah 94,70% dan persentase tanaman matinya ialah 5,30%. Perbandingan rataan tinggi tanaman pada blok XVIII Petak 5 lebih baik dibandingkan dengan blok XII Petak 2 hal ini dikarenakan pada blok XVIII Petak 5 nilai kemiringan kelerengan yaitu 3,6% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak landai dan juga nilai rataan tinggi tanamannya ialah 134 cm, sedangkan pada blok XII Petak 2 nilai kemiringan kelerengannya yaitu 18,4% yang termasuk bentuk relief kelerengan agak curam serta nilai rataan tinggi tanamannya ialah 131 cm.
Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) Sebagai Input Dasar Kegiatan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Nurina Shar Fina; Heni Emawati; Legowo Kamarubayana; Rolly Yulianthi
Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika Vol 4, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jakt.v4i2.9379

Abstract

Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) adala tanah yang dikuasai oleh Negara untuk didistribusikan atau diredistribusikan dalam rangka reforma agrarian. Reforma Agraria adalah penataan Kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan asset dan disertai penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Kawasan Hutan untuk sumber Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berupa Kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) tidak produktif dan Kawasan Produksi atau Kawasan Hutan Lindung yang telah dikuasai, dimiliki, digunakan dan dimanfaatkan untuk permukiman, fasilitas umum dan/atau fasilitas sosial, lahan Garapan. Adapun Kawasan Hutan Yang Dapat Dikonversi (HPK) yang penutupan lahannya didominasi lahan tidak berhutan serta harus sesuai Peta Indikatif alokasi Kawasan Hutan untuk penyediaan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Desa Bakungan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah yang terdapat dalam peta Indikatif Tanah Obyek Reforma Agraria. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah desk analysis dan verifikasi lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pendataan penguasaan, pemilikan, penggunaan atau pemanfaatan tanah serta memverifikasi Penguasaan Tanah untuk memperoleh Rekomendasi atas kepastian yang jelas mengenai hak atas tanah yang dikuasai Masyarakat, sehingga mekanisme Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dapat menjadi salah satu pola Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan