Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : open access driverset

Analisis Sentimen Media Sosial Menggunakan Metode Naïve Bayes Emil Fatra; Thiara Tri Funny Manguma; Mastura
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 2 No. 3 (2025): Vol.2 No.3 2025
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i2.166

Abstract

Dalam era digital yang berkembang pesat saat ini, media sosial telah menjadi salah satu platform utama bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, perasaan, dan respons terhadap berbagai isu yang sedang berkembang. Baik isu sosial, politik, ekonomi, hingga produk dan layanan, semuanya dapat dengan cepat menjadi bahan diskusi publik di media sosial seperti Twitter. Oleh karena itu, analisis sentimen menjadi sangat penting untuk memahami persepsi dan sikap masyarakat terhadap suatu topik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Naive Bayes dalam melakukan analisis sentimen terhadap data yang diperoleh dari media sosial. Metode Naive Bayes dipilih karena dikenal memiliki keunggulan dalam memproses data teks berjumlah besar dengan akurasi yang cukup baik dan waktu komputasi yang efisien. Dalam penelitian ini, data yang digunakan berupa tweet yang diambil dari platform Twitter dan kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, negatif, dan netral. Hasil pengujian terhadap model menunjukkan bahwa metode Naive Bayes mampu mencapai tingkat akurasi sebesar 82%. Angka ini menunjukkan bahwa metode ini memiliki efektivitas yang cukup tinggi dalam melakukan klasifikasi sentimen, sehingga dapat diandalkan dalam studi-studi serupa yang menggunakan data berbasis teks dari media sosial.
Framing Media TEMPO dalam Membentuk Opini Publik terhadap Amran Sulaiman pada Isu ‘Poles-Poles Beras Busuk’ Emil Fatra; Thiara Tri Funny Manguma
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 2 (2026): Vol. 3 No. 2 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v3i2.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Majalah Tempo membingkai isu “poles-poles beras busuk” melalui pemberitaan dan ilustrasi yang dipublikasikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman yang menitikberatkan pada empat elemen utama, yaitu pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Data penelitian diperoleh dari 18 item pemberitaan Tempo yang membahas isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Tempo secara konsisten menempatkan persoalan beras sebagai isu strategis yang berkaitan dengan tata kelola pangan nasional, pengawasan distribusi, serta perlindungan konsumen. Kedua, Tempo membangun citra kritis terhadap Menteri Pertanian Amran Sulaiman melalui pemilihan diksi, sudut pandang pemberitaan, dan pengaitan dengan relasi kekuasaan yang dianggap memiliki pengaruh dalam pengelolaan sektor pangan. Ketiga, langkah pelaporan balik dan gugatan hukum yang dilakukan Amran Sulaiman terhadap Tempo dibingkai sebagai tindakan yang berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kebebasan pers dan ruang kritik publik. Temuan ini menunjukkan bahwa Tempo tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor media yang secara aktif mengonstruksi realitas sosial melalui proses framing terhadap isu pangan dan relasi kekuasaan di Indonesia.