Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN ROLL ON AROMATERAPI BERBAHAN AKTIF MINYAK ATSIRI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI RELAKSASI PADA KELINCI ANGGORA (Oryctolagus cuniculus domesticus) Ferliano Miko Fachriansyah; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1550

Abstract

Anxiety disorder is a mental condition characterized by excessive feelings of fear and worry. Individuals experiencing this disorder may feel anxious almost constantly, which can interfere with their daily lives. Aromatherapy is a therapeutic practice that utilizes essential oils extracted from plant parts—typically through distillation—to enhance physical and emotional well-being. The development of aromatherapy as a treatment can be applied to roll-on formulations due to their convenient and practical use, aligning with public preference. This study aims to evaluate the physical quality and effectiveness of an aromatherapy roll-on preparation containing lime leaf (Citrus aurantifolia) essential oil for relaxation in Angora rabbits (Oryctolagus cuniculus domesticus). Physical quality assessments included homogeneity test, organoleptic evaluation, pH measurement, user preference test, and skin irritation test. Effectiveness testing was conducted based on varying concentrations (3%, 4%, 5%) and a control group. The collected data were processed using SPSS software, applying a one-way ANOVA. The findings revealed that all preparations were yellow liquids with the distinctive citrus aroma of lime essential oil. Homogeneity and pH tests confirmed that all formulations met the criteria for topical application. In terms of effectiveness, the 5% concentration yielded the most optimal results. Normality and homogeneity tests indicated that all data sets had normal and homogeneous distributions (p>0,05), fulfilling requirements for ANOVA. The ANOVA results showed a significant difference among the five treatment groups (p<0,05). Post Hoc analysis identified a significant difference between the negative control group and all other treatment groups (p<0,05).
APLIKASI INFORMATION MOTIVATION BEHAVIORAL SKILLS OF ANTIRETROVIRAL THERAPY UNTUK MEMPERBAIKI KEPATUHAN PASIEN AIDS Zaenal Fanani; Riana Putri Rahmawati; Fahrudin Arif; Ari Simbara; Hanifah Miftah Mafitri
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2218

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang menginfeksi sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh manusia, sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala yang timbul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. Kepatuhan dalam pengobatan (medication compliance) adalah mengkonsumsi obat terapi ARV yang telah diresepkan oleh dokter dan dosis yang tepat dalam pengobatan hanya efektif apabila memenuhi ketentuan dalam meminum obat ARV tersebut. Pengukuran kepatuhan minum obat ARV dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Information Motivation Behavioral Skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ARV) Adherence. Mengetahui dan menganalisa hubungan Information Motivation Behavioral skills (IMB) Model of Antiretroviral Therapy (ART) terhadap Kepatuhan Minum Obat pasien HIV/AIDS di Klinik CST RSUD Sunan Kalijaga Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan metode deksriptif korelasi. Pendekatan waktu pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode cross sectional design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 62 sampel responden. Hasil karakteristik informasi (information) tentang obat ARV dengan kategori informasi tinggi sebanyak 51 responden (82,3%), motivasi (motivation) minum obat ARV dengan kategori tinggi sebanyak 44 responden (71,0%) dan keterampilan berperilaku (behavioral skills) dengan kategori tinggi sebanyak 53 responden (85,5%). Ada hubungan antara informasi dan keterampilan berperilaku terhadap tingkat kepatuhan terhadap kepatuhan minum obat pasien HIV/AIDS.
FORMULASI DAN ANALISIS STABIILITAS FISIK SEDIAAN LIP TINT DENGAN PEWARNA ALAMI EKSTRAK BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sisensis L) DAN PREFERENSI KONSUMEN Urip Tri Ayu Larassati; Riana Putri Rahmawati; Bintari Tri Sukoharjanti; Intan Setya Ningrum
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 10, No 1 (2025): IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v10i1.3525

Abstract

Lip tint sebuah produk kosmetik bibir salah satu kosmetik bibir yang banyak digunakan, namun sebagian besar masih memanfaatkan pewarna sintetis. Ekstrak bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung antosianin yang memiliki potensi sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan lip tint menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu, mengevaluasi karakteristik dan stabilitas fisiknya, serta mengetahui formulasi yang paling disukai konsumen. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium melibatkan empat variasi konsentrasi ekstrak, yaitu 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, daya oles, viskositas, stabilitas fisik selama 14 hari, serta uji preferensi konsumen yang  dilakukan dengan 15 orang penilis tidak terlatih, untuk mengetahui sediaan mana yang paling di sukai. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formulasi homogen, memiliki tekstur semi kental, mudah dioleskan, stabil selama penyimpanan, dan memenuhi persyaratan mutu fisik. Variasi konsentrasi ekstrak memengaruhi karakteristik fisik sediaan. Berdasarkan uji preferensi konsumen, formulasi F3 dengan konsentrasi ekstrak 12,5% memperoleh tingkat kesukaan tertinggi. Dengan demikian, ekstrak bunga kembang sepatu berpotensi digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lip tint yang stabil dan diterima oleh konsumen.