Faidah Azuz
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Bosowa

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Curahan Tenaga Kerja Pada Penyadapan Getah Pohon Karet Milik Mandiri: Studi Kasus Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan Afdal Iswari; Faidah Azuz; Aylee Christine Alamsyah Sheyoputri
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.4916

Abstract

Rubber plants are plantation crops that grow in various regions in Indonesia. Rubber is a product of the process of clumping rubber plant sap (latex), normal rubber trees are tapped in the 5th year. People's rubber plantations in Bulukumba Regency have become a part of people's daily lives. In general, it is managed by farmers on a small scale using traditional systems. This is different only from those carried out by private companies, where the business is carried out on a large scale and uses modern technological systems. This research was carried out from June to July 2024. at a rubber plantation in Ujung Loe District, Bulukumba Regency, South Sulawesi province. The researcher took a sample of 25% of the total population on the grounds that the sample size of 25% was considered by the researcher to be representative of the existing population. So the number of respondents was 28 people. The research data consists of primary and secondary data. Based on the results of this research, it is known that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Labor units are usually called Men's Equal Working Days (HKSP) and Women's Equal Working Days (HKSW). The way to measure HKSP and HKSW units is usually by comparing the size of the workforce. The supply of labor is an important aspect in supporting production, however, with the development of science and technology, a large number of workers is not synonymous with high productivity. Based on the discussion of the research results, it can be concluded that the results of this research show that the amount of labor in Ujung Loe District, Bulukumba Regency for tapping independently owned rubber tree sap was 287.01 HOK. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks), pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Perkebunan karet rakyat di Kabupaten Bulukumba sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. Pada umumnya dikelolah oleh petani dalam skala kecil dengan sistem tradisional. Lain hanya dengan yang oleh perusahaan, swasta, dimana pengusahaanya dilakukan pada skala besar dan menggunakan sistem teknologi modern. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2024. di perkebunan karet Kecematan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, provinsi Sulawesi Selatan. Peneliti mengambil sampel sebanyak 28 orang Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK. satuan tenaga kerja yang biasa disebut Hari Kerja Setara Pria (HKSP) dan Hari Kerja Setara Wanita (HKSW) cara mengukur satuan HKSP dan HKSW ini biasanya dengan membandingkan besar kecilnya tenaga kerja. Curahan tenaga kerja salah satu aspek yang penting dalam menunjang produksi, namun dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jumlah tenaga kerja yang banyak tidak identik dengan produktivitas yang tinggi. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini diketahui bahwa besar curahan tenaga kerja di Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba pada penyadapan getah pohon karet milik mandiri sebesar 287,01 HOK.
Strategi Kelangsungan Hidup Petani Kakao Di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat Asmerta Asmerta; Faidah Azuz; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.5703

Abstract

Cocoa crop production has recently fallen which has resulted in low income of cocoa farmers, so that strategies are needed for daily living necessities. This study aims to find out the survival strategies adopted by cocoa farmers in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency, West Sulawesi Province to fulfill their daily needs. This research was conducted in Saludengen Village, Bambang Sub-district, Mamasa Regency. The sample in this study was 37 people whose main crop is cocoa. The data analysis method used qualitative descriptive analysis. The results showed that there are three types of strategies carried out by cocoa farmers, namely active strategy which is a survival strategy carried out by utilizing all the potential owned, passive strategy is a survival strategy carried out by reducing family expenditures, and network strategy is a strategy implemented by capitalizing on social networks. Produksi tanaman kakao akhir-akhir ini mengalami penurunan yang mengakibatkan  rendahnya pendapatan petani kakao, sehingga dibutuhkan strategi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh petani kakao   di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini dilakukan di Desa Saludengen Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 orang yang tanaman utamanya adalah kakao. Metode analisisi data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis strategi yang dilakukan oleh petani kakao yakni strategi aktif yaitu strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, strategi pasif merupakan strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan cara mengurangi pengeluaran keluarga, dan strategi jaringan berupa strategi yang dilakukan dengan cara memanfaatkan jaringan sosial.
Minat Mahasiswa Fakultas Pertanian Untuk Bekerja Di Sektor Pertanian An’NurHidayah Aqsari; Faidah Azuz; Suryawati Salam
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.6615

Abstract

This study aims to determine the interest of agricultural faculty students in working in the agricultural sector. The method used in this study is quantitative descriptive analysis. The study was conducted at the Faculty of Agriculture, Bosowa University. There were 107 respondents. The results of this study indicate that the interest of agricultural faculty students in working in the agricultural sector is influenced by gender and family background. Overall, this study shows that the younger generation has the option to work in agriculture, especially in off-farm activities. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat mahasiswa fakultas pertanian untuk bekerja di sektor pertanian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Bosowa. Responden yang digunakan berjumlah 107 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa fakultas pertanian untuk bekerja di sektor pertanian dipengaruhi oleh jenis kelamin dan latar belakang keluarga. Secara keseluruhan penelitian ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki pilihan untuk berkerja dibidang pertanian terkhusus pada kegiatan off farm.
Faktor Penyebab Alih Penggunaan Lahan Usahatani Kakao Menjadi Kelapa Sawit Di Kabupaten Kolaka Timur Nita Anugrah; Faidah Azuz; Nurlaela Nurlaela
PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research Vol. 4 No. 2 (2026): PALLANGGA: Journal of Agriculture Science and Research, Juli 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/pallangga.v4i2.6622

Abstract

This study aims to determine the causes of the conversion of cocoa farming land to oil palm in Mondoke Village, Lambandia District, East Kolaka Regency. Data analysis used in this study is Qualitative Descriptive Analysis. This research was conducted in Mondoke Village, Lambandia District, East Kolaka Regency with a total of 18 farmers who responded to the land conversion. The main triggers were firstly price, secondly promising oil palm prospects and finally pests and diseases. Generally, farmers started cocoa cultivation in 2000 and converted to oil palm plantations in 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab alih penggunaan lahan usahatani kakao menjadi kelapa sawit di Desa Mondoke Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif Kualitatif. Penelitiam ini dilakukan di Desa Mondoke Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur dengan jumlah responden sebanyak 18 orang petani yang beralih lahan. pemicu utamanya adalah yang pertama harga, kedua prospek sawit menjanjikan dan yang terakhir hama dan penyakit. Umumnya petani memulai kakao pada tahun 2000 dan melakukan alih penggunaan lahan ke kelapa sawit pada tahun 2021.