Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Pengobatan Moalo Sanggoleo pada Suku Tolaki di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari Irawati Tapasi; Adelina Mahmuddin; Abdul Alim; Nurtikawati Nurtikawati
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 No 1, Juni 2024
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lisani.v7i1.2601

Abstract

The Moalo Sanggoleo healing tradition is a treatment process carried out on someone who is caused by hearing and seeing something that makes the person feel bad and feel afraid. This research aims to 1) find out and explain the process of implementing the Moalo Sanggoleo healing tradition among the Tolaki tribe in Petoaha Village, Nambo District, Kendari City. 2) find out and explain the meaning of the speech contained in the Moalo Sanggoleo healing tradition among the Tolaki tribe in Petoaha Village, Nambo District, Kendari City. In this research, Roland Barthes' semiotic theory is used, the type of research is descriptive qualitative, with data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation, then analyzed by data reduction, data presentation and data verification. The results of this research show that the process of implementing the Moalo Sanggoleo tradition consists of several stages, namely the stage of determining the time and place for the treatment, the parties involved in implementing the treatment, the stage of implementing the treatment which consists of diagnosing the disease and the process of implementing the Moalo Sanggoleo treatment and the healing stage. The meaning of the speech contained in the Moalo Sanggoleo treatment is found in the mantra used in the Moalo Sanggoleo treatment process, namely the Moalo Sanggoleo treatment mantra nad the bathring water mantra which have denotative and connotative meaning.
ANALISIS NARASI LISAN MASYARAKAT NAMBO TENTANG PENYAKIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Hasdairta Laniampe; Bainudin; Irawati Tapasi; Taufiq Said
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narasi lisan masyarakat Nambo tentang penyakit terhadap perilaku mereka dalam mencari pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat, dukun/tradisional healer, serta tenaga medis di Desa Nambo, Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengobatan didorong oleh Explanatory Model of Illness yang mengklasifikasikan penyakit ke dalam ranah medis-biologis dan spiritual-nonmedis. Narasi lokal mengaitkan penyakit spiritual dengan etiologi personalistik yang dipandang berada di luar jangkauan layanan medis formal. Selain itu, protokol budaya bersyarat sering kali mewajibkan pelaksanaan ritual tradisional sebelum intervensi medis diperbolehkan. Akibatnya, layanan kesehatan formal kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir atau alternatif sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan dan keterlambatan dalam pengobatan medis bersumber dari konflik antara etiologi budaya dan protokol medis formal. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas menerapkan pendekatan Culturally Sensitive Care (pelayanan yang peka terhadap budaya) guna menjembatani kesenjangan antara narasi medis dan narasi lokal, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang bersifat pluralistik.