Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Krisis Ekonomi dan Pemulihan Pasca-Pandemi: Pembelajaran dari Resesi Global 2020 dan Strategi untuk Membangun Kembali Nurul Ramandini; Jaharuddin Jaharuddin
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.4471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak krisis ekonomi pasca-pandemi COVID-19 dan strategi pemulihan yang mungkin dilakukan untuk membangun kembali ekonomi global. Melalui analisis mendalam terhadap literatur terkait, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif bagaimana krisis ini telah mempengaruhi berbagai aspek ekonomi dan masyarakat, serta untuk mengidentifikasi berbagai pendekatan yang dapat diambil dalam memulihkan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekonomi pasca-pandemi COVID-19 memiliki dampak yang luas dan mendalam terhadap sektor-sektor ekonomi, lapangan kerja, dan kehidupan sosial. Pengangguran meningkat secara signifikan, pendapatan menurun, dan ketidakpastian ekonomi meluas di berbagai negara di seluruh dunia. Strategi pemulihan yang diusulkan atau diimplementasikan oleh negara-negara termasuk stimulus fiskal, kebijakan moneter longgar, dan investasi dalam sektor-sektor pertumbuhan ekonomi di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Melalui pencarian dan analisis literatur yang teliti, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber informasi terkait dengan topik penelitian. Ini termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan artikel dari sumber-sumber terpercaya lainnya. Analisis dilakukan secara sistematis untuk memahami dampak krisis, mengeksplorasi strategi pemulihan yang berbeda, dan menyimpulkan temuan utama dari penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti kompleksitas dan tantangan yang terkait dengan merancang dan melaksanakan strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Sementara banyak negara telah mengambil langkah-langkah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi kembali, ketidakpastian yang terkait dengan perkembangan pandemi dan kompleksitas faktor-faktor ekonomi global menambah kesulitan dalam proses pemulihan tersebut. Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan kerjasama internasional yang kuat, kepemimpinan yang bijaksana, dan komitmen untuk belajar dari pengalaman, kita dapat membangun dunia yang lebih tangguh dan responsif terhadap tantangan ekonomi global yang akan datang.
INOVASI LAYANAN KEUANGAN DIGITAL (FINTECH) SEBAGAI PENDUKUNG PERTUMBUHAN E- COMMERCE : KAJIAN LITERATUR Nurul Ramandini; Hikmah Dzil Hijjah; Arsalan Bintang Romadi
Media Riset Bisnis Manajemen Akuntansi Vol 1, No 2 (2025): Media Riset Bisnis Manajemen Akuntansi
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbima.v1i1.447

Abstract

The rapid growth of financial technology (fintech) has significantly supported the expansion of e-commerce. This literature review explores how fintech innovations—such as digital wallets, online payments, and digital lending—enhance transaction efficiency, increase consumer trust, and support small businesses in online markets. Findings indicate a strong synergy between fintech and e-commerce, though challenges remain in data security, regulation, and digital literacy. This study aims to provide a concise overview of fintech's role in driving digital economic growth.Keywords : fintech, e-commerce, digital payment, innovation, digital economy
ANALISIS MODEL BISNIS DAN STRATEGI OPERASIONAL BUKIT PELAYANGAN RESTO Fakhri Muhammad Ario Putra; Muhammad Zaim Musyaffa; Nurul Ramandini
Media Resonansi Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2025): Media Resonansi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrdimas.v1i1.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis dan strategi operasional yang diterapkan oleh BUPE Resto (Bukit Pelayangan Resto), sebuah usaha kuliner yang mengusung konsep “Good View, Good Food” di Tangerang Selatan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara langsung dan observasi lapangan, ditemukan bahwa BUPE membangun model bisnis berbasis kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan pengalaman bersantap dengan suasana alam tanpa harus keluar kota. Strategi operasional yang diterapkan meliputi efisiensi biaya melalui standar gramasi, pemilihan supplier kompetitif, pengelolaan penyimpanan bahan baku, serta pemanfaatan teknologi sistem kasir digital untuk mendukung keuangan dan stok. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi antara model bisnis berbasis kebutuhan dan strategi operasional yang adaptif mampu membawa BUPE mencapai titik impas di tahun kedelapan dan bertahan dalam situasi ekonomi yang fluktuatif. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha kuliner merancang model bisnis yang berorientasi pada kebutuhan konsumen dan memperkuat operasional dengan pendekatan sistematis dan efisien.
PERBANDINGAN EKOSISTEM MUSLIM-FRIENDLY TRAVEL INDONESIA, MALAYSIA, DAN ARAB SAUDI BERDASARKAN STATE OF THE GLOBAL ISLAMIC ECONOMY REPORT 2024/25 Abiseka Sahal Rizky Fauzi; Nurul Ramandini
Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan Vol 5, No 1 (2026): Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan
Publisher : Taksasila Edukasi Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71312/mrbest.v5i1.804

Abstract

The growth of the global Muslim market is driving an increase in demand for halal tourism; the SGIE Report 2024/25 notes that Muslim outbound travel spending amounted to US$ 217 billion (2023) and is projected to reach US$ 384 billion by 2028 (CAGR 12.1%). This study aims to analyze Indonesia's position in Muslim-friendly travel, compare it with Malaysia and Saudi Arabia, and identify the drivers/barriers to ecosystem-based competitiveness. The analysis uses the Global Islamic Economy Indicator (GIEI) framework, which is a weighted composite index with 52 metrics in five dimensions (financial, regulatory, awareness, social, innovation). The methods used are literature study and comparative analysis of SGIE 2024/25 data and scientific references related to the concepts of halal tourism and Muslim-friendly tourism. The results show that Malaysia leads the Muslim-Friendly Travel sector (136.8), followed by Indonesia (102.4) and Saudi Arabia (91.1), which is in line with the 2024 GMTI, which ranks Indonesia and Malaysia at the top, while Saudi Arabia is in the next position. Malaysia's excellence is supported by policy integration, standardization/certification, and promotion; Saudi Arabia excels in religious demand and investment acceleration; while Indonesia is strong in destination potential, but needs to strengthen service standardization, global promotion, digital innovation, and ecosystem coordination to improve competitiveness.Keywords : SGIE, GIEI, pariwisata halal, Muslim-friendly tourism, Indonesia