Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Internalisasi Karya Sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang Dengan Kajian Pragmatik Ester Marga Retta; Rosmawaty Harahap; Enjelita Nopri Handayani Hutagalung; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nazwa Salsabila Pasaribu; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.3097

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses internalisasi terhadap karya sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang. Internalisasi merupaka suatu penghayatan nilai-nilai dan atau normanorma sehingga menjadi kesadaran yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Internalisasi karya sastra dapat diterapkan dengan membaca sebuah puisi. Puisi merupakan sebuah wujud karya sastra yang memakai kata-kata indah dan penuh makna. Melalui pandangan pragmatik, kita dapat memahami bagaimana makna dari puisi tersebut. Pragmatik merupakan suatu pendekatan kritik sastra yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena menjelaskan analisis dan hasilnya dengan kata-kata dan bukan dengan angka. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian akan dianalisis. Oleh karena itu penelitian ini dibuat dengan mengambil judul “Internalisasi Karya Sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang dengan Kajian Pragmatik”.
Tantangan Profesi Ahli Bahasa dalam Menghadapi Kasus Linguistik Forensik Enjelita Nopri Handayani Hutagalung; Ester Marga Retta; Lentiar Gultom; Nurul Annisa; Lili Tansliova
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v2w4jm76

Abstract

Linguistik forensik memiliki peran penting dalam menghubungkan kajian bahasa dengan proses hukum, terutama dalam menganalisis tuturan, teks, dokumen, dan komunikasi digital yang berkaitan dengan perkara hukum. Peran tersebut menuntut ahli bahasa menghadapi berbagai tantangan, baik dalam aspek kebahasaan, etika, objektivitas, profesionalisme, maupun perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara deskriptif berbagai tantangan yang dihadapi ahli bahasa dalam menjalankan perannya pada kasus linguistik forensik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah dan buku yang berkaitan dengan linguistik forensik, bahasa dan hukum, serta peran ahli bahasa dalam proses hukum, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi ambiguitas makna, ketergantungan terhadap konteks, keterbatasan data kebahasaan, serta kebutuhan menjaga objektivitas, independensi, etika, dan batas kewenangan ahli. Perkembangan komunikasi digital juga menghadirkan tantangan berupa keberagaman bentuk data, anonimitas, manipulasi data, serta perkembangan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, ahli bahasa perlu meningkatkan kompetensi dan kemampuan lintas disiplin agar analisis linguistik forensik tetap dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan mendukung proses hukum.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Bahan Ajar yang Efektif dan Kreatif Enjelita Nopri Handayani Hutagalung; Lentiar Gultom; Lusinda Sigiro; Nayla Apriani Lubis; Nazwa Salsabila Pasaribu; Talenta Permata Hati; Anggia Puteri
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4708

Abstract

Artikel ini membahas tentang larangan perkawinan semarga dalam masyarakat Batak Angkola dan implikasi sanksi terhadap pelanggarnya. Perkawinan semarga atau Namariboto dianggap sebagai perkawinan sedarah antara pria dan wanita yang memiliki marga sama, dan sangat dilarang dalam adat Batak Angkola. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana adat tersebut dijalankan, nilai-nilai yang mendasarinya, serta dampak sosial dan kultural akibat pelanggaran aturan adat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan ini memiliki akar yang dalam pada nilai-nilai budaya dan kepercayaan masyarakat Angkola, serta berperan penting dalam menjaga struktur sosial dan identitas kelompok. Sanksi adat yang diterapkan terhadap pelanggar bervariasi, mulai dari denda berupa penyembelihan hewan, penggantian marga, hingga pengucilan dari upacara adat. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perkawinan semarga antara lain cinta, penyembunyian marga asli, dan faktor lingkungan.