Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Internalisasi Karya Sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang Dengan Kajian Pragmatik Ester Marga Retta; Rosmawaty Harahap; Enjelita Nopri Handayani Hutagalung; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nazwa Salsabila Pasaribu; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.3097

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses internalisasi terhadap karya sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang. Internalisasi merupaka suatu penghayatan nilai-nilai dan atau normanorma sehingga menjadi kesadaran yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Internalisasi karya sastra dapat diterapkan dengan membaca sebuah puisi. Puisi merupakan sebuah wujud karya sastra yang memakai kata-kata indah dan penuh makna. Melalui pandangan pragmatik, kita dapat memahami bagaimana makna dari puisi tersebut. Pragmatik merupakan suatu pendekatan kritik sastra yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena menjelaskan analisis dan hasilnya dengan kata-kata dan bukan dengan angka. Metode ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang kemudian akan dianalisis. Oleh karena itu penelitian ini dibuat dengan mengambil judul “Internalisasi Karya Sastra Ketika Burung Merpati Sore Melayang dengan Kajian Pragmatik”.
Analisi Campur Kode Dalm Percakapanpada Unggahan Tiktok @Hellorays_: Kajian Sosiolinguistik Ledy Novwanty Nainggolan; Tabita Simaremare; Mutiara Aprilia; Mannawa salwa; Delfira Almuharomah Lubis; Grace Evelyn Hutabarat; Ayu Nadira Wulandari
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1526

Abstract

This study aims to analyze the form, function, causal factors, and syntactic structure of code-mixing in conversations posted by the TikTok account @hellorays_. This study used a qualitative method with a descriptive sociolinguistic approach. Data in the form of utterances containing code-mixing were collected through documentation and note-taking techniques, then analyzed descriptively. The results indicate that the dominant code-mixing is intra- sentential code mixing, which involves the interpolation of English into Indonesian within a single sentence. Syntactically, code-mixing occurs at the word, phrase, and clause levels without disrupting the primary structure of Indonesian. The use of code-mixing serves as a means of expression, social identity formation, familiarity, and linguistic aesthetics. Contributing factors include digital globalization, lifestyle, communication efficiency, and emotional context. Thus, code-mixing on social media reflects linguistic creativity and communication strategies for constructing identity in the digital age.
KESALAHAN FONOLOGI, MORFOLOGI, SINTAKSIS PADA FILM “AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?” KARYA KUNTZ AGUS Ridho Sastro Panjaitan; Tabita Tesalonika Simaremare; Mutiara Aprilia; Mannawa Salwa; Muharinna Harahap
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14923

Abstract

This study aims to explore language errors in phonology, morphology, and syntax in the film "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" (Father, This is the Direction to Where, Ya?), written by Kuntz Agus. Film, as a form of mass communication, functions not only as a means of recreation but also as a representation of everyday language use. Language error analysis was conducted to identify various forms of deviations that occur in the characters' dialogues. This study uses a descriptive qualitative method, using listening and recording techniques to identify utterances containing errors in phonology, morphology, and syntax. Phonological errors include changes, omissions, or additions of sounds that do not comply with Indonesian language rules. Morphological errors include the use of affixes, word formation, and inappropriate word choice. Meanwhile, syntactic errors include inaccuracies in constructing phrases, clauses, and sentences, which impact the effectiveness of communication. The findings of this study are expected to provide a general overview of language use in Indonesian films and serve as a reference for learning correct and effective Indonesian. In addition, this study can also broaden insights into language error analysis in audiovisual media, a field of applied linguistics.
Eksistensi dan Makna dalam Cerpen Sebuah Surat Karya Kuswahyo dengan Pendekatan Interdisiplin Ester Marga Retta; Jelita Sitorus; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April, Contemporary Social Studies: Examining Social Dynamics, Cultural Identit
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8366qk89

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksistensi dan makna dalam cerpen "Sebuah Surat" karya Kuswahyo menggunakan pendekatan interdisiplin. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pencarian identitas tokoh utama yang menghadapi tekanan norma sosial dalam konteks masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang meliputi analisis strukturalisme, semiotika, dan filsafat untuk menggali berbagai lapisan makna dalam cerpen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya menyampaikan cerita menarik, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial dan budaya pada saat penulisannya. Melalui penggunaan bahasa simbolis dan provokatif, cerpen ini mendorong pembaca untuk merefleksikan nilai-nilai yang diyakini. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman karya sastra Indonesia, serta mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara individu dan Tuhan.
Peran Guru Menghadapi Hambatan dalam Mengimplementasi Pendekatan Deep Learning di SMPN 11 Medan Ester Marga Retta; Tri Indah Prasasti; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis; Nurul Annisa; Soraya Firanti Nur
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): October, Educational Science and Educational Management.
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6rz1qz77

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru dalam menghadapi hambatan implementasi pendekatan deep learning di SMP Negeri 11 Medan. Permasalahan utama yang dikaji adalah kesiapan guru, keterlibatan siswa, serta dukungan lingkungan dalam mendukung pembelajaran mendalam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi hambatan internal maupun eksternal sehingga pembelajaran tetap berjalan efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi terhadap pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator, inovator, motivator, dan mediator dalam pembelajaran, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, beban administrasi, dan rendahnya dukungan keluarga. Kesimpulannya, implementasi deep learning membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan guru, penyediaan sarana, dan kolaborasi antar pihak agar tujuan pendidikan, yakni membentuk siswa yang kritis, adaptif, dan berkarakter, dapat tercapai.
Bahasa sebagai Bukti Hukum: Tantangan dan Strategi Penguatan Analisis Linguistik Forensik dalam Mengungkap Makna serta Konteks Tuturan Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis Nayla; Nazwa Salsabila Pasaribu Nazwa; Soraya Firanti Nur Soraya; Wisman Hadi Wisman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): AGUSTUS-SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gvpmka70

Abstract

Bahasa memiliki kedudukan penting dalam proses hukum karena tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari alat bukti dalam suatu perkara. Perkembangan teknologi komunikasi semakin memperluas bentuk bahasa yang dapat dianalisis dalam ranah hukum, seperti percakapan digital, unggahan media sosial, dokumen tertulis, dan komunikasi berbasis audio visual. Namun, penggunaan bahasa sebagai bukti hukum menghadirkan berbagai tantangan karena makna tuturan tidak selalu bersifat tunggal dan eksplisit, melainkan dipengaruhi oleh konteks, tujuan penutur, relasi sosial, serta latar budaya pengguna bahasa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan linguistik forensik dalam mengungkap makna dan konteks tuturan, mengidentifikasi persoalan metodologis dan etis dalam analisis bahasa sebagai bukti hukum, serta merumuskan strategi penguatan praktik linguistik forensik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis konseptual terhadap berbagai literatur mengenai linguistik forensik, pragmatik, semantik, sosiolinguistik, dan bahasa dalam konteks hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama linguistik forensik meliputi ambiguitas makna, perbedaan makna literal dan tersirat, kompleksitas konteks tuturan, variasi bahasa, karakteristik komunikasi digital, serta kebutuhan terhadap metode analisis yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Penguatan linguistik forensik perlu dilakukan melalui penerapan metode berbasis data, pemanfaatan korpus linguistik, kolaborasi interdisipliner, penguatan etika profesional, dan pengembangan kompetensi calon ahli linguistik forensik.
Pentingnya Menguasai Kemampuan Komunikasi Lisan Untuk Anak Safinatul Hasanah Harahap; Mutiara Aprilia; Nayla Apriani Lubis
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i1.1780

Abstract

Keterampilan berbicara adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pendapat, pikiran, dan perasaan secara lisan kepada seseorang atau kelompok. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan memiliki struktur khas yang berupa rangkaian otomatis yang berpasangan. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah bertujuan untuk melatih meningkatkan keterampilan berbicara khususnya pada siswa. Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara, seperti menggunakan media gambar, media visual, dan situasi interaktif. Penelitian juga menunjukkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh karena itu, keterampilan berbicara perlu diperhatikan dan dilatih sejak dini agar seseorang dapat mengekspresikan pikiran, gagasan, dan perasaannya dengan baik melalui bahasa lisan.
Analisis Permasalahan Dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Sering Dialami oleh Siswa dan Mahasiswa Juli Arihta; Mutiara Aprilia; Soraya Firanti Nur; Wahyudi D Rambe; Rosdiana Siregar; Lili Tansliova
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2547

Abstract

Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan di Indonesia, namun sering kali menghadapi sejumlah permasalahan yang memengaruhi efektivitasnya bagi siswa dan mahasiswa. Artikel ini menjelaskan beberapa permasalahan utama yang kerap dihadapi oleh mereka dalam proses pembelajaran tersebut. Pertama, kurangnya minat dan motivasi belajar dapat menghambat pemahaman siswa terhadap materi, terutama dalam aspek yang membutuhkan keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam. Kedua, kekurangan sumber daya yang mencakup buku teks, referensi, dan perangkat pembelajaran interaktif dapat membatasi akses siswa terhadap informasi dan pengalaman belajar yang memadai. Ketiga, metode pengajaran yang kurang bervariasi dan inovatif dapat mengurangi keterlibatan siswa dalam pembelajaran, menyebabkan kebosanan dan penurunan minat. Keempat, kurangnya kesempatan untuk berlatih berbicara dan menulis dalam bahasa Indonesia secara aktif dapat menghambat perkembangan kemampuan komunikasi siswa. Terakhir, kurangnya pemahaman akan nilai dan relevansi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi motivasi siswa untuk belajar dengan serius. Dengan memahami permasalahan ini, pendidik dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dan berdaya guna untuk meningkatkan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bagi siswa dan mahasiswa.
Strategi Pelestarian Budaya Adat Simalungun: Tor-Tor, Tarian Huda-Huda, dan Dihar yang Hilang dari Pesta Rondang Bintang di Era Modern Diana Febrianty Silalahi; Mutiara Aprilia; Nurul Annisa; Sarah Sofyanti Siregar; Welia Sigalingging; Fitriani Lubis
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.3995

Abstract

Budaya adat Simalungun merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakatnya. Pesta Rondang Bintang, sebagai salah satu tradisi khas Simalungun, kini mengalami perubahan dengan hilangnya beberapa elemen budaya seperti tarian Tor-tor, Tarian Huda-Huda, dan seni bela diri Dihar. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pelestarian ketiga tradisi tersebut agar tetap relevan dalam konteks modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam untuk memahami tantangan dan strategi pelestarian. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa edukasi, dokumentasi, kolaborasi komunitas, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga adalah langkah-langkah utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Simalungun. Pelibatan generasi muda dan penggunaan teknologi juga dianggap krusial dalam memastikan bahwa warisan budaya ini terus hidup dan dihargai oleh masyarakat masa kini.
Peran Bahan Ajar Teks Berita dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Cicilia Gultom; Ester Marga Retta; Mutiara Aprilia; Nurul Annisa; Sarah Sofyanti Br Siregar; Soraya Firanti Nur; Anggia Puteri
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4626

Abstract

Artikel ini membahas peran teks berita sebagai bahan ajar dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa. Keterampilan membaca merupakan elemen penting dalam pembelajaran bahasa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan informasi. Teks berita, yang menyajikan informasi faktual dan terkini, sangat relevan digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Melalui teks berita, siswa tidak hanya belajar mengidentifikasi struktur dan konten, tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi dan kesadaran sosial. Metodologi penelitian menggunakan desain konseptual dan analisis kebahasaan, dengan pengumpulan data dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita dapat meningkatkan keterampilan membaca, melatih kemampuan analisis kritis, dan memperkaya kosakata siswa. Penggunaan teks berita dalam proses pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.