Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Pengembangan Karakter Melalui Puisi “Menghadapi Maut” Karya Sutan Takdir Alisjahbana: Kajian Konteks Puisi Untuk Pendidikan Bermoral Nopita Aditia Silaban; Rosmawaty Harahap; Pintauli Silaban; Febri Anggitta Simamora; Hasea Simanjuntak; Cicilia Gultom; Romaito Sihombing
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.3094

Abstract

Eksplorasi Pengembangan Karakter Melalui Puisi “Menghadapi Maut” Karya Sutan Takdir Alisjahbana: Kajian Konteks Puisi Untuk Pendidikan Bermoral.Puisi telah lama diakui sebagai sarana ekspresi yang kuat dalam mengeksplorasi beragam aspek kemanusiaan, termasuk konfrontasi dengan kematian. Dalam konteks pendidikan, penggunaan puisi sebagai alat untuk pengembangan karakter dan pembentukan moralitas individu telah mendapat perhatian yang semakin besar. Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki peran puisi, khususnya puisi "Menghadapi Maut" karya Sutan Takdir Alisjahbana, dalam membentuk karakter dan nilai moral. Melalui analisis kontekstual, jurnal ini menjelaskan bagaimana puisi dapat menjadi alat efektif untuk membentuk karakter yang kuat dan bermoral. Dengan memanfaatkan teori pendidikan moral dan sastra, jurnal ini menyoroti cara-cara di mana puisi dapat digunakan dalam konteks pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai moral dalam diri individu.
Evaluasi Kemahiran Komunikasi Lisan Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Cicilia Gultom; Romaito Sihombing; Safinatul Hasanah Harahap
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i1.1801

Abstract

Evaluasi Komunikasi lisan merupakan evaluasi yang rumut untuk dilaksanakan bila dibandingkan dengan evaluasi keterampilan menyimak, membaca, dan menulis. Hal ini disebabkan pajanan berbicara yang cepat hilang, sehingga diperlukan banyak waktu untuk melakukan evaluasi keterampilan ini karena yang dinilai adalah proses berbicaranya. bukan pengetahuan tentang berbicaranya. Untuk melaksanakan evaluasi keterampilan berbicara perlu diketahui hal-hal yang berkaitan dengan pengertian keterampilan berbicara, pembelajaran keterampilan berbivara, evaluasi keterampilan berbicara, sasaran evaluasi keterampilan berbicara, teknik evaluasi keterampilan berbicara, penskoran dalam evaluasi keterampilan berbicara, serta perencanaan dan pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis kemahiran komunikasi lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Komunikasi lisan merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa, karena melalui kemampuan berbicara yang baik, siswa dapat menyampaikan ide dan pandangan dengan jelas dan efektif.
Analisis Efektivitas Problem Based Learning Dalam Mengatasi Permasalahan Guru Cicilia Gultom; Romaito Sihombing; Lentiar Gultom; Lili Tansliova
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2485

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis hambatan guru dalam penerapan efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis informasi atau data dari jurnal, dan makalah penelitian. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dialami guru pada tahap perencanaan adalah sulitnya menentukan masalah yang tepat sehingga mampu menstimulus suasana diskusi yang baik dan mampu menstimulus perkembangan intelektual siswa. Hambatan waktu yang lama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran disebabkan karena guru belum terbiasa dengan pembelajaran PBL. Secara khusus pada pelaksanaan, hambatan yang dialami guru dalam implementasi setiap tahap PBL terletak pada tahap ketiga, ketika membantu investigasi mandiri dan kelompok. Guru tidak mudah dalam memposisikan diri sebagai fasilitator, membimbing, menggali pemahaman yang lebih dalam, mendukung inisiatif siswa. Faktor kemampuan awal siswa, tingkat dan kecepatan berpikir dan aspek-aspek lain yang heterogen membuat guru perlu terus melatih kepekaan agar mampu menempatkan dirinya pada posisi yang tepat agar proses inkuiri berjalan dengan baik.