Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Eksplorasi Pengembangan Karakter Melalui Puisi “Menghadapi Maut” Karya Sutan Takdir Alisjahbana: Kajian Konteks Puisi Untuk Pendidikan Bermoral Nopita Aditia Silaban; Rosmawaty Harahap; Pintauli Silaban; Febri Anggitta Simamora; Hasea Simanjuntak; Cicilia Gultom; Romaito Sihombing
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 1, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v1i2.3094

Abstract

Eksplorasi Pengembangan Karakter Melalui Puisi “Menghadapi Maut” Karya Sutan Takdir Alisjahbana: Kajian Konteks Puisi Untuk Pendidikan Bermoral.Puisi telah lama diakui sebagai sarana ekspresi yang kuat dalam mengeksplorasi beragam aspek kemanusiaan, termasuk konfrontasi dengan kematian. Dalam konteks pendidikan, penggunaan puisi sebagai alat untuk pengembangan karakter dan pembentukan moralitas individu telah mendapat perhatian yang semakin besar. Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki peran puisi, khususnya puisi "Menghadapi Maut" karya Sutan Takdir Alisjahbana, dalam membentuk karakter dan nilai moral. Melalui analisis kontekstual, jurnal ini menjelaskan bagaimana puisi dapat menjadi alat efektif untuk membentuk karakter yang kuat dan bermoral. Dengan memanfaatkan teori pendidikan moral dan sastra, jurnal ini menyoroti cara-cara di mana puisi dapat digunakan dalam konteks pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai moral dalam diri individu.
Literasi Digital dan Keluarga: Dinamika Pembelajaran Siswa di SMP Negeri 12 Binjai Nopita Silaban; Pintauli Silaban; Tri Indah Prasasti; Febri Simamora; Grace Tampubolon; Osmer Nadeak
Educational Journal Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9p7kty96

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on education, including at the secondary school level. Students' use of gadgets serves not only as a means of entertainment but also as a learning medium that can support digital literacy skills. However, the use of gadgets often presents challenges, especially when students receive little supervision from teachers or parents. This article aims to analyze the influence of gadget use, digital literacy, and family background on the learning dynamics and character education of students at SMP Negeri 12 Binjai. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interviews. The main informant is Mrs. Juni, a Mathematics teacher and Vice Principal for Student Affairs, who plays a strategic role in student guidance and supervision. The results show that gadgets are not completely banned at school, but their use is regulated through coordination with teachers and the Guidance and Counseling Department. Digital literacy tends to be more attractive to students than library-based literacy, resulting in less than optimal library use. In addition, family background, especially for students from broken homes, influences their motivation, discipline, and character. These findings underscore the importance of synergy between technology utilization, literacy strengthening, and the role of families in achieving effective learning while simultaneously shaping student character in accordance with the Pancasila student profile.  
PEMBENTUKAN KATA BARU DARI KOSAKATA VIRAL DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN LEKSIKOGRAFI Eny Sihite; Nazwa Pasaribu; Hikmah Sidabutar; Pintauli Silaban; Anggia Puteri; Nadra Amalia
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2603

Abstract

Perkembangan media sosial telah memunculkan berbagai kosakata baru yang digunakan secara luas oleh masyarakat dalam komunikasi digital. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika dalam perkembangan bahasa Indonesia, khususnya dalam pembentukan kata yang bersifat kreatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan kata baru dari kosakata viral di media sosial melalui kajian leksikografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kosakata viral yang ditemukan pada berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan cara mengamati serta mencatat kosakata yang sering muncul dan digunakan secara luas oleh pengguna media sosial. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk kosakata serta proses pembentukannya, kemudian menafsirkan maknanya berdasarkan konteks penggunaan dalam komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kosakata baru terjadi melalui berbagai proses, seperti pemendekan kata, penyerapan dari bahasa asing, dan perubahan makna kata yang sudah ada. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang secara dinamis mengikuti perkembangan teknologi dan budaya komunikasi digital.
Potret Kritik Sosial dalam Antologi Puisi Doa untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra Pintauli Silaban; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April, Contemporary Social Studies: Examining Social Dynamics, Cultural Identit
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m2h4az78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kritik sosial dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Fokus penelitian meliputi: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang mencerminkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, disintegrasi keluarga, konflik pemuda, perang, pelanggaran norma, kerusakan lingkungan, dan birokrasi; dan (2) mengkaji kritik sosial melalui literatur sosiologi dan metode hermeneutika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama berupa 22 puisi dalam buku Doa untuk Anak dan Cucu Kita (2013) karya W. S. Rendra. Peneliti bertindak sebagai subjek interpretatif, memahami makna sosial dan keagamaan dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa puisi Rendra mencerminkan realitas sosial dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Kritik sosial yang ditemukan meliputi dua belas isu utama, yang utama adalah isu keadilan (12 puisi), kejahatan (10), ekonomi (10), birokrasi (9), dan pelanggaran norma (6). Penelitian ini menunjukkan bahwa karya Rendra merupakan media ekspresif untuk menyampaikan kritik terhadap ketimpangan sosial.
Tantangan Ahli Bahasa dalam Menganalisis Bukti Kebahasaan pada Perkara Hukum: Kajian Linguistik Forensik Nopita Silaban; Pintauli Silaban; Febri Simamora; Osmer Nadeak; Wisman Hadi
Educational Journal Vol. 2 No. 1 (2026): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/d9eqsg28

Abstract

Bahasa bersifat multitafsir, sehingga analisis bukti kebahasaan pada perkara hukum menghadirkan berbagai tantangan bagi ahli bahasa. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji lima putusan pengadilan yang memuat perkara ujaran kebencian, penghinaan, dan pencemaran nama baik, serta satu kasus tuturan media sosial, melalui empat cabang linguistik forensik, yaitu semantik, pragmatik dan wacana, stilistika, serta fonetik. Hasil penelitian menunjukkan adanya tantangan semantik dalam menafsirkan makna leksikal dan melihat ketidakkonsistenan kualifikasi delik; tantangan pragmatik dan wacana dalam menentukan penutur, maksud ilokusi, serta konteks tuturan; tantangan stilistika dalam menentukan rujukan tuturan yang disamarkan; sedangkan pada aspek fonetik tidak ditemukan penerapan analisis fonetik forensik pada kasus-kasus yang dikaji. Temuan tersebut menunjukkan bahwa ahli bahasa memerlukan data kebahasaan yang memadai, metode analisis yang jelas, serta pemahaman terhadap konteks hukum agar keterangannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, penguatan metodologi linguistik forensik dan pemanfaatan keterangan ahli bahasa dalam proses peradilan menjadi hal yang penting.
Keterampilan Berbicara Dalam Bahasa Lisan Bagi Mahasiswa Nopita Aditia Silaban; Pintauli Silaban; Safinatul Hasanah Harahap
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i1.1726

Abstract

Siswa yang memiliki kemampuan berbicara yang baik dan kuat isi pembicaraannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya. Bahasa lisan menunjang keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara serupa karena keduanya merupakan aktivitas penghasil bahasa yang menyampaikan informasi. Keterampilan berbicara siswa juga berguna untuk kegiatan mendengarkan dan memahami membaca. Dapat disimpulkan bahwa tuturan merupakan suatu sistem lambang yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan banyak otot tubuh manusia untuk mengungkapkan gagasan atau menggabungkan gagasan dengan maksud dan tujuan. Ucapan merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik, dan linguistik. Saran: Mengingat pentingnya aspek berbicara dalam pengajaran Bahasa Indonesia khususnya bagi siswa sekolah dasar, maka pendidik harus mampu memberikan motivasi untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa.
Mengaplikasikan Hakikat dan Strategi Pembelajaran Inquiry Learning dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Febri Anggitta Simamora; Pintauli Silaban; Nopita Silaban; Rosdiana Siregar; Lili Tansliova; Hasea Simanjuntak
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v2i2.2541

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan aspek penting dalam kurikulum pendidikan yang memainkan peran sentral dalam membangun pemahaman budaya dan sastra. Artikel ini mengeksplorasi penerapan metode pembelajaran Inquiry Learning dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan penelitian yang mendalam. Pendekatan ini didasarkan pada studi literatur dan analisis konten yang menyoroti keterlibatan siswa, penekanan pada pengembangan pertanyaan, serta implementasi strategi pembelajaran Inquiry Learning, seperti penelitian sastra dan proyek menulis kolaboratif. Harapannya, penerapan metode Inquiry Learning akan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi siswa Bahasa Indonesia, sambil memperkaya keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif yang penting dalam pengembangan akademik dan pribadi mereka. Dengan demikian, artikel ini menggaris bawahi pentingnya eksplorasi dan penerapan berbagai strategi Inquiry Learning bagi guru Bahasa Indonesia guna meningkatkan efektivitas pengajaran mereka.
Larangan Perkawinan Semarga Dalam Masyarakat Batak Angkola dan Implikasi Sanksi Terhadap Pelanggar Pintauli Silaban; Eny Risana Sihite; Enjelita Hutagalung; Nayla Apriani Lubis; Fitriani Lubis
Journal of Citizen Research and Development Vol. 1 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3884

Abstract

Perkawinan semarga adalah perkawinan yang dilakukan oleh satu marga yang sama dan dianggap perkawinan sedarah dari garis keturunan ayah (patrilinial). Seiring berjalannya waktu, pernikahan satu marga ini terjadi terjadi di beberapa tempat. Perubahan sosial ini bisa saja terjadi oleh masyarakat itu sendiri bahkan masyarakat dari luar. Dengan meningkatnya wawasan masyarakat, pola pikir masyarakat terhadap nilai-nilai budaya tradisi yang semakin menurun mengakibatkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai-nilai budaya, salah satunya diantaranya adalah penyimpangan yang dilakukan masyarakat Batak Angkola mengenai pernikahan semarga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkawinan semarga dalam Batak Angkola, 2) Untuk mengetahui dampak dari pernikahan semarga dalam Batak Angkola, 3) Untuk mengetahui kehidupan masyarakat Adat Batak Angkola yang melakukan perkawinan semarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Perkawinan semarga ini dapat terjadi karena, cinta dan kematian, menyembunyikan marga, lokasi atau lingkungan faktor dan faktor agama. Sanksi adat yang diterapkan terhadap pelanggar bervariasi, mulai dari denda berupa penyembelihan hewan, penggantian marga, hingga pengucilan dari upacara adat. Adapun kehidupan pelaku perkawinan dari semarga, awalnya mereka menerima cibiran, yang lama kelamaan akan hilang dan kehidupan mereka akan normal dan tidak ada diskriminasi yang akan diterima.
Optimalisasi Pemilihan dan Penggunaan Bahan Ajar di SMPN 3 Binjai: Tantangan, Strategi, dan Inovasi Dalam Pembelajaran Nopita Aditia Silaban; Febri Simamora; Pintauli Silaban; Osmer Nadeak; Dian Maharani Harahap; Jelita Sitorus; Hasea Simanjuntak; Anggia Puteri
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami praktik penggunaan bahan ajar oleh guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Kota Binjai. Wawancara dilakukan dengan Ibu Yunita Sari Nasution, S.Pd, salah satu guru bahasa indonesia yang telah memiliki pengalaman mengajar selama 19 tahun. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pemilihan bahan ajar didasarkan pada relevansi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan kebutuhan siswa. Guru lebih sering menggunakan buku teks pemerintah, namun melengkapinya dengan referensi lain untuk mencapai tujuan pembelajaran. Evaluasi keberhasilan bahan ajar dilakukan melalui penugasan rutin, sementara relevansi bahan ajar dinilai berdasarkan keterkaitan dengan kehidupan sehari- hari siswa. Kendala utama bukan pada bahan ajar, melainkan pada keaktifan siswa, yang diatasi melalui tugas kelompok. Guru juga telah melakukan inovasi, seperti penggunaan modul interaktif berbasis teknologi dan desain bahan ajar berbasis proyek, meskipun terkendala keterbatasan perangkat. Secara keseluruhan, guru berusaha menciptakan pembelajaran yang relevan, interaktif, dan inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Analisis Kemampuan Literasi Siswa SMPN 12 Binjai Menggunakan Google Sites terhadap Bencana Banjir dan Mitigasinya Nopita Aditia Ananda Br. Silaban; Djogi Hot Jonathan Siburian; Pintauli Silaban; Rahma Andien Arezsya; Resti Andini; Elly Prihasti Wuriyani
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i3.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 12 Binjai setelah menggunakan media pembelajaran berbasis Google Sites, serta mendeskripsikan respons siswa terhadap media tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain posttest only one group, melibatkan 22 siswa sebagai subjek penelitian. Media Google Sites yang dikembangkan memuat materi banjir dan mitigasinya dalam format teks, gambar, video, serta kuis interaktif. Data dikumpulkan melalui posttest pilihan ganda dan angket respons siswa, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai rata rata, nilai maksimum, nilai minimum, standar deviasi, dan persentase ketuntasan berdasarkan KKM 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata kemampuan literasi mitigasi bencana banjir siswa mencapai 82,73 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 77,3%, melampaui indikator capaian minimal yang ditetapkan. Siswa memberikan respons positif dan menyatakan bahwa materi lebih mudah dipahami serta relevan dengan kondisi nyata di lingkungan mereka. Temuan ini membuktikan bahwa Google Sites efektif digunakan sebagai media pembelajaran literasi kebencanaan di tingkat sekolah menengah pertama, khususnya di sekolah yang berlokasi pada wilayah rawan banjir.