Akka Latifah Jusdienar
Universitas Mitra Bangsa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Determinan Minat Berbisnis Online (E-Business) dikalangan Mahasiswa Nurul Wahdini; Akka Latifah Jusdienar; Andy Sukrisno; Ratnawita Ratnawita
Score: Jurnal Lentera Manajemen Pemasaran Vol. 4 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmp.v4i01.1239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor psikologis dan teknologi terhadap minat berbisnis online mahasiswa dalam konteks e-business di Indonesia. Penelitian ini mengkombinasikan variabel self-efficacy, literasi digital, perceived ease of use, perceived usefulness, dan attitude dalam satu model penelitian untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai determinan minat berbisnis online mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 128 mahasiswa menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy, literasi digital, perceived ease of use, perceived usefulness, dan attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berbisnis online mahasiswa. Perceived usefulness menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap minat berbisnis online, diikuti oleh attitude. Model penelitian mampu menjelaskan variasi minat berbisnis online sebesar 56,3%. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan literasi digital, kepercayaan diri, serta pemahaman mengenai manfaat teknologi digital perlu diperkuat untuk mendorong minat kewirausahaan mahasiswa di era digital. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan cakupan sampel yang lebih luas dan menambahkan variabel lain yang relevan agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif.
Implementasi UMKM Digital Terhadap Peningkatan Perekonomian Masyarakat Indonesia Akka Latifah Jusdienar; Widya Nengsih; Ratnawita Ratnawita
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.5437

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang berperan krusial dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Keberadaan UMKM juga membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, UMKM terbukti memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi, terutama karena sifat usahanya yang tidak terlalu bergantung pada modal besar maupun pendanaan asing. Namun, seiring dengan berkembangnya era digital, UMKM dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi agar dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga, mempercepat akses informasi, serta memperkuat daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi UMKM digital terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data melalui Smart PLS versi 4. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai outer loading lebih besar dari 0,70, yang berarti indikator yang digunakan valid. Hasil path coefficientmenunjukkan adanya pengaruh langsung dengan nilai t-statistic lebih besar dari 1,96, yang mengindikasikan hubungan signifikan. Selain itu, nilai R-Square dan F-Square juga positif, memperkuat bahwa variabel independen (implementasi UMKM digital) berpengaruh terhadap variabel dependen (peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia). Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi UMKM merupakan strategi penting dalam memperkuat daya saing nasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.ABSTRACTMicro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the Indonesian economy, playing a crucial role in job creation, increasing community income, and contributing significantly to the country’s gross domestic product (GDP). MSMEs also help reduce unemployment and poverty levels as they are able to absorb a large workforce. In addition, MSMEs have proven to be more resilient during economic crises because their operations are not heavily dependent on large amounts of capital or foreign investment. However, with the rapid development of digital technology, MSMEs must adapt by embracing digital transformation to expand their market reach, improve time and energy efficiency, accelerate access to information, and enhance competitiveness in an increasingly dynamic business environment. This study aims to analyze the impact of digital MSME implementation on improving the Indonesian community’s economy. The research employed a quantitative approach using Smart PLS version 4 for data analysis. The results indicate that the outer loading values were greater than 0.70, confirming that the indicators used were valid. The path coefficient analysis demonstrated a direct effect, with the t-statistic values exceeding 1.96, which indicates significant relationships. Furthermore, the R-Square and FSquare values were positive, strengthening the evidence that the independent variable (digital MSME implementation) significantly influences the dependent variable (improvement of Indonesia’s community economy). The findings highlight the importance of digital transformation as a strategic tool for MSMEs to strengthen competitiveness while simultaneously contributing to sustainable economic development in Indonesia..
Peran Data-Driven Strategy dalam Memperkuat Daya Saing UMKM di Era VUCA Widya Nengsih; Ratnawita Ratnawita; Akka Latifah Jusdienar
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.5479

Abstract

ABSTRAKEra VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi dengan cepat dan tetap inovatif dalam menghadapi dinamika bisnis global. Ketidakpastian pasar, perubahan perilaku konsumen, kompleksitas rantai pasok, serta ambiguitas regulasi menempatkan UMKM pada posisi yang rentan jika tidak memiliki strategi berbasis data. Data-driven strategy hadir sebagai solusi penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis fakta. Melalui pemanfaatan data penjualan, perilaku konsumen, tren digital, dan informasi pasar, UMKM dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko, serta menemukan peluang baru untuk berinovasi. Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan data-driven strategy tidak hanya membantu dalam perencanaan pemasaran dan manajemen operasional, tetapi juga memperkuat daya saing melalui diferensiasi produk, optimalisasi harga, dan peningkatan kualitas layanan. Selain itu, literasi data dan transformasi digital menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan UMKM agar tetap relevan di tengah ketidakpastian lingkungan bisnis. Dengan demikian, strategi berbasis data mampu mengubah cara UMKM beroperasi, dari sekadar reaktif terhadap perubahan menjadi proaktif dalam merespons tantangan dan peluang di era VUCA.ABSTRACTThe VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) requires Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to be highly adaptive and innovative in responding to global business dynamics. Market uncertainty, shifting consumer behavior, complex supply chains, and ambiguous regulations place MSMEs in a vulnerable position if they lack data-driven strategies. A data-driven strategy provides an essential approach to support faster, more accurate, and evidence-based decision-making. By utilizing sales data, consumer behavior insights, digital trends, and market information, MSMEs can enhance operational efficiency, reduce risks, and identify new opportunities for innovation. Literature review findings reveal that data-driven strategies contribute not only to marketing planning and operational management but also to strengthening competitiveness through product differentiation, price optimization, and service quality improvement. Furthermore, data literacy and digital transformation are identified as critical enablers for MSMEs to build resilience and remain relevant amid uncertainty in the business environment. In this regard, a data-driven approach enables MSMEs to shift from being reactive to proactive in facing challenges and seizing opportunities in the VUCA era. Ultimately, the integration of data into strategic decision-making processes empowers MSMEs to sustain growth and competitiveness in an increasingly volatile and ambiguous marketplace.
Implementasi Digital Marketing dalam Meningkatkan Brand Awareness UMKM Dodol Strawberry Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung Widya Nengsih; Akka Latifah Jusdienar; Ratnawita Ratnawita; Husnul Khatimah; Ady Purwoto; luthpiyah Juliandara; Tuti Sulastri
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i1.5691

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Patengan,Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, dengan tujuan meningkatkan pengetahuandan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan digital marketing melalui kontenkreatif TikTok. Sebelumnya, UMKM Dodol Strawberry masih sangat bergantung padametode pemasaran konvensional dengan jangkauan yang terbatas. Program ini terdiri daritiga kegiatan utama: (1) sosialisasi mengenai pentingnya digital marketing, (2) pelatihanimplementasi akun bisnis TikTok sebagai sarana promosi, dan (3) pembuatan videopromosi kreatif menggunakan fitur video pendek TikTok. Pendekatan partisipatif yangdigunakan memadukan workshop, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatanmenunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta mengenaidigital marketing (dari 46,7% menjadi 86,7%), keberhasilan dalam membuat akun bisnisTikTok, serta produksi video promosi yang berorientasi viral dan mampu menjangkauaudiens lebih luas dalam waktu singkat. Temuan ini menegaskan peran strategis TikTokdalam membangun brand awareness bagi UMKM lokal, khususnya di kawasan wisatapedesaan. Kolaborasi antara UMKM, akademisi, dan pemangku kepentingan lokalmenjadi kunci keberlanjutan program ini serta peningkatan daya saing produk di pasaryang lebih luas. This Community Service Program (PKM) was conducted in Patengan Village, Rancabali District,Bandung Regency, to enhance SMEs’ knowledge and skills in using digital marketing through TikTok creative content. The Dodol Strawberry SMEs previously relied heavily on conventionalmarketing methods with limited reach. The program consisted of three main activities: (1)socialization on the importance of digital marketing, (2) training in implementing TikTok businessaccounts as promotional tools, and (3) producing creative promotional videos using TikTok’sshort-form video features. The participatory approach combined workshops, direct practice, andmentoring. Results showed significant improvements in participants’ understanding of digitalmarketing (from 46.7% to 86.7%), successful creation of TikTok business accounts, andproduction of viral-oriented promotional videos that reached wider audiences within a shortperiod. This highlights the strategic role of TikTok in building brand awareness for local SMEs,particularly in rural tourism areas. Collaboration between SMEs, academics, and localstakeholders is crucial to sustaining these efforts and enhancing product competitiveness inbroader markets.