Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persiapan pembentukan koperasi sebagai sarana penguatan kelembagaan guna menunjang pengembangan bisnis UMKM di desa Branjang, kabupaten Ungaran Dwi Cahyaningdyah; Kris Brantas Abiprayu; Nurul Kamilia; Irnin Miladdyan Airiq
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25975

Abstract

AbstrakKoperasi berperan aktif sebagai lembaga pendukung pengembangan usaha UMKM di pedesaan. Perkembangan berbagai usaha kecil tersebut ternyata kurang diimbangi oleh perkembangan entitas bisnis yang bisa membantu dalam hal permodalan maupun kebutuhan financial yang lain, seperti koperasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan sebuah upaya persiapan bagi masyarakat Desa Branjang untuk mulai membentuk sebuah koperasi desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan dua metode pendekatan, FGD dan Pelatihan. FGD diadakan dengan perangkat desa untuk menentukan atau menilai kesiapan sumberdaya dalam rangka pembentukan koperasi. Sedangkan pelatihan diadakan untuk memberikan bekal pengetahuan bagi masyarakat untuk menyusun lembaga koperasi, termasuk pelatihan untuk penyusunan AD/ART koperasi dan  penyusunan struktur organisasi koperasi Desa Branjang. Dari hasil kegiatan masyarkat mendapatkan  tambahan pengetahuan mengenai langkah-langkah penyusunan sebuah koperasi dan bisa menggunakan pengetahuan tersebut untuk mewujudkan pendirian sebuah lembaga koperasi Kata kunci: FGD; pelatihan; koperasi; desa Branjang AbstractCooperatives play an active role as supporting institutions for the development of MSME businesses in rural areas. The development of various small businesses is apparently not balanced by the development of business entities that can help with capital or other financial needs, such as cooperatives. Based on these problems, a preparatory effort is needed for the Branjang Village community to start forming a village cooperative. This community service activity is carried out using two approaches: FGD and training. FGD is held with village officials to determine or assess the readiness of resources in the framework of forming a cooperative. Meanwhile, training is held to provide knowledge for the community to establish a cooperative institution, including training for the preparation of the cooperative's AD/ART and the preparation of the organizational structure of the Branjang Village cooperative. From the results of the activities, the community gains additional knowledge regarding the steps for establishing a cooperative and can use this knowledge to realize the establishment of a cooperative institution. Keywords: FGD; training; cooperative; Branjang village
Pendampingan pemasaran digital melalui penggunaan digitalisasi koperasi bagi pemilik UMKM di Desa Kalisidi Dorojatun Prihandono; Irnin Miladdyan Airyq; Angga Pandu Wijaya; Rini Setyo Witiastuti; Nurul Kamilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32471

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kalisidi dalam bidang pemasaran digital sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. Masalah utama yang dihadapi UMKM setempat adalah keterbatasan dalam mengakses teknologi digital, rendahnya literasi digital, serta kurangnya pemahaman mengenai strategi pemasaran modern. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan bentuk pemaparan materi dan group coaching yang melibatkan 44 pelaku UMKM, dengan fokus pada teknik branding, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan aplikasi koperasi digital sebagai platform promosi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan strategi pemasaran digital serta mampu menggunakan aplikasi koperasi digital secara mandiri. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya aspek peningkatan literasi digital dan penguatan infrastruktur desa untuk meningkatkan keberlanjutan UMKM melalui pemasaran digital. Pengabdian ini menekankan pentingnya sinergi serta kolaborasi antar pelaku UMKM dan mitra eksternal untuk mewujudkan ekosistem ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; koperasi digital; SDGs Desa. Abstract This community engagement initiative aims to build the digital marketing capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Kalisidi Village as part of broader efforts to advance the Sustainable Development Goals (SDGs) at the village level. Local MSMEs face key challenges, including limited access to digital technologies, low digital literacy, and a lack of familiarity with contemporary marketing strategies. The program was delivered through a combination of instructional sessions and group coaching involving 44 MSME participants, with a focus on branding, effective use of social media, and the adoption of a digital cooperative platform for collective promotion. The results show that participants improved their understanding and skills in digital marketing and demonstrated the ability to use the digital cooperative application independently. The program also emphasizes the importance of enhancing digital literacy and strengthening rural infrastructure to support the long-term sustainability of MSMEs through digital channels. Furthermore, it highlights the critical role of collaboration between MSMEs and external partners in fostering an inclusive and resilient local economic ecosystem. Keywords: MSMEs; digital marketing; digital cooperatives; rural SDGs.