Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Inovasi Pengolahan Buah Nipah (Nypa fruticans) sebagai Strategi Diversifikasi Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Muhammad Yasar; Khairul Anwar; Alhusna Fitri; Sarni Sarni; Maisarah Maisarah
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i1.51

Abstract

Diversifikasi pangan merupakan strategi penting dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Salah satu sumber pangan lokal yang berpotensi namun belum banyak dimanfaatkan adalah buah nipah (Nypa fruticans). Pengabdian ini dilakukan di Desa Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dimana buah nipah tumbuh melimpah. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan buah segar saja untuk dijadikan campuran dalam minuman, masyarakat belum mengetahui pemanfaatan buah nipah dalam bentuk produk yang lain. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan cara pengolahan buah nipah, mendorong masyarakat untuk memanfaatkan buah nipah sebagai alternatif sumber pangan, serta mengembangkan produk pangan sehat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini melibatkan pelatihan teori dan praktik langsung dalam pengolahan buah nipah menjadi produk diversifikasi pangan seperti manisan nipah, jus nipah, kerupuk nipah, puding nipah, serta kolak nipah. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan kelompok tani dan mitra usaha setempat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat di Desa Naga Umbang berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, Kelompok Tani Umbang Berjaya, serta mitra usaha Warjakir Naga Umbang dalam mengolah buah nipah menjadi beragam produk diversifikasi pangan. Peserta sangat antusias dan mampu melakukan pengolahan secara mandiri, yang mendorong terciptanya ide usaha baru, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi pengangguran. Program ini juga berkontribusi pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan, menciptakan harmoni sosial, ekonomi, dan ekologi. Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat, pengurangan ketergantungan pada beras, serta penciptaan peluang usaha baru
Sosialisasi dan Adopsi Inovasi Teknologi Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (PBK)dan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan untuk Optimalisasi Hasil Kakao Erida Nurahmi; Syafruddin Syafruddin; Safrida Safrida; Muhammad Yasar
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.72

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melibatkan lembaga mitra dan masyarakat. Program pengabdian ini di desain dan diarahkan untuk meningkatkan keterkaitan antara dunia akademik -teoritik dan dunia empirik-praktis. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masysrakat dalam pembuatan alat pengendali hama penggerak batang buah kakao Fero PBK dan pestisida nabati ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi tanaman kakao. Target lainnya untuk memasyarakatkan pertanian ramah lingkungan dan penguatan kelembagaan petani. Kegiatan Pengabdian ini digagas oleh lembaga mitra LPPM Universitas Syiah Kuala dan kelompok sasaran petani kakao di Desa Jruek Bak Kreh Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Kendala utama dalam peningkatan kakao di Desa Jruek Bak Kreh adalah minimnya inovasi dan adopsi teknologi pembuatan alat pengendali hama penggerek buah kakao dan pestisida nabati ramah lingkungan. Mahalnya harga pestisida buatan dan sulit tersedia bagi petani kakao menginspirasi kami untuk membantu petani dalam memperkenalkan dan mendemonstrasikan teknologi pembuatan alat pengendali hama penggerek buah kakao dan pestisida nabato ramah lingkungan. Alat yang dihasilkan tersebut adalah produk ramah lingkungan yang dapat diaplikasikan secara mudah oleh petani untuk peningkatan produksi kakao
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Mesin Kompos Kepada Petani di Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar Mustaqimah Mustaqimah; Diswandi Nurba; Muhammad Yasar; Ramayanty Bulan; Devianti Devianti; Fachruddin Fachruddin; Andi Yusra
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.77

Abstract

Pelatihan pemanfaatan teknologi mesin kompos dan pengolahan limbah organik telah sukses diselenggarakan di Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat tani melalui pendekatan edukatif dan praktis dalam bidang pertanian berkelanjutan. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri dengan memanfaatkan limbah organik lokal, seperti sisa dapur, dedaunan, dan kotoran ternak. Dengan adanya pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis mengenai prinsip dasar pengomposan, tetapi juga keterampilan teknis dalam mengoperasikan mesin pencacah kompos dan memahami tahapan pengolahan hingga menghasilkan pupuk matang yang siap digunakan. Selain mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian, penggunaan pupuk kompos ini turut berkontribusi terhadap efisiensi biaya produksi, karena mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Dari sisi lingkungan, praktik pengomposan ini menjadi solusi dalam mengelola limbah organik agar tidak mencemari tanah dan air. Meskipun demikian, pelaksanaan pelatihan ini juga mengungkap sejumlah tantangan, seperti keterbatasan alat produksi dan perlunya pendampingan lanjutan. Artikel ini membahas capaian kegiatan pelatihan, kendala adopsi teknologi di lapangan, serta potensi keberlanjutan program pelatihan di tingkat komunitas secara jangka panjang.
Perbaikan Teknologi Pengupas dan Perajang Berbasis Teknologi Tepat Guna Untuk Produksi Janeng (Dioscorea hispida Dennst) Di Desa Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Muhammad Yasar; Mustaqimah Mustaqimah; Raida Agustina; Khairi Khairi; Zulham Zulham; Eka Chandra Lina
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.80

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Riting Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dalam memperbaiki teknologi pengupas dan perajang janeng (Dioscorea hispida Dennst) melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) agar memiliki nilai ekonomi dan produksi yang lebih tinggi dibanding konvensional. Pelaksanaan Program dilakukan melalui metode Tutorial/Penyuluhan dan Implementasi/Praktek Langsung di Lapangan. Tutorial/Penyuluhan dilakukan melalui pertemuan tatap muka antara tim pengabdi dengan mitra dan masyarakat penerima manfaat. Sedangkan Implementasi/praktek langsung di lapangan dilakukan melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang disampaikan pada saat tatap muka dengan cara pembuatan alat TTG di lahan/bangunan yang telah disediakan oleh Pemerintah Gampong/Desa. Tahapan pelaksanaan kegiatan terdiri-dari fase persiapan, fase koordinasi, fase pelaksanaan, fase pembinaan dan pendampingan, dan fase evaluasi kegiatan. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu proses pengupas dan perajang janeng masyarakat baik dari segi kuantitas maupun kualitas hasil sehingga mewujudkan desa industri pengolahan janeng yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Transformasi Air Kelapa menjadi Kecap Kelapa: Pendekatan Zero Waste Berbasis Teknologi Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat Raida Agustina; Dinaroe Dinaroe; Rahmat Fadhil; Agus Arip Munawar; Khairul Anwar; Muhammad Yasar; Dewi Sri Jayanti
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 4 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v4i1.111

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan air kelapa hasil samping produksi Virgin Coconut Oil (VCO) menjadi kecap kelapa sebagai produk pangan bernilai tambah melalui pendekatan zero waste, teknologi pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, dengan mitra Kelompok Tani Ingin Jaya (A.R.A. Oils). Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan mitra secara aktif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pengenalan potensi air kelapa, demonstrasi formulasi, pemasakan, pemekatan, penyaringan, pengemasan, pelabelan, serta penguatan manajemen usaha dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa air kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi kecap kelapa dengan warna cokelat gelap, konsistensi lebih pekat, dan penampilan yang sesuai sebagai produk olahan. Keterlibatan langsung mitra meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses produksi, sedangkan mahasiswa KKN Tematik memperoleh pengalaman penerapan teknologi dan pendampingan masyarakat. Program ini memperkuat kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah setempat, mahasiswa, dan masyarakat dalam hilirisasi inovasi pangan lokal berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi air kelapa menjadi kecap kelapa mampu mendukung pemanfaatan hasil samping produksi VCO, memperkuat penerapan konsep zero waste, meningkatkan nilai tambah bahan, serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis kelapa yang lebih berkelanjutan di Kota Sabang