Veronika Iryouw
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Permainan Tradisional Suku Ngalum Ok dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Karakter pada Anak Usia Dini Yan Dirk Wabiser; Elka Mimin; Veronika Iryouw
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i4.5916

Abstract

Permainan tradisional berperan luas dalam tumbuh kembang anak termasuk penanaman nilai-nilai karakter dalam diri anak usia dini. Dengan demikian, suku Ngalum Ok sebagai subjek penelitian dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional suku Ngalum Ok. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dalam empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional suku ngalum ok seperti womnong taungek dakbit atuk okhit mengandung nilai-nilai karakter pada anak usia dini seperti disiplin, toleransi, integritas dan gotong-royong. Upaya penggalian nilai-nilai karakter dalam permainan tradisional sebagai wujud pembelajaran kontekstual yang berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak, selain itu juga sebagai upaya preventif terhadap eksistensi permainan tradisional.
Media Loose Parts Cangkang Kerang dalam Menstimulus Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun Veronika Iryouw; Nelva Rolina; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7118

Abstract

Berpikir logis merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak, namun pada usia 5–6 tahun, kemampuan ini umumnya masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak melalui media cangkang kerang. Kegiatan penelitian dilakukan di PAUD Sesur dan PAUD Mahikay, dengan melibatkan 16 anak dan 4 guru sebagai subjek. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui proses reduksi, penyajian hingga penarikan kesimpulan. Aspek yang diteliti mencakup kemampuan mengelompokkan, membedakan warna, bentuk, dan jenis, menghitung, membentuk pola, menyusun berdasarkan ukuran, serta mengenal angka dan huruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Loose Parts dari cangkang kerang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun. Temuan baru mengungkapkan bahwa cangkang kerang raksasa dan patahan landak laut raksasa (insur), yang dikenal secara lokal di Biak, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang aman, menarik, dan efektif di wilayah pesisir Papua.   
Inovasi Pembelajaran Seni Musik Tifa Papua Berbasis 3R untuk Mengembangkan Kreativitas di TK Bhayangkari 04 Sentani Veronika Iryouw; Joko Pamungkas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7218

Abstract

Kurangnya media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual menghambat perkembangan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran seni musik tradisional tifa Papua berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk meningkatkan kreativitas anak. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 04 Sentani. Hasil menunjukkan bahwa pembuatan tifa dari bahan daur ulang mendorong anak lebih kreatif dalam merancang, mengeksplorasi bunyi, serta mengenal budaya Papua. Model ini mencakup lima tahapan: pengenalan, pembuatan, eksplorasi, kolaborasi, dan refleksi. Selain menumbuhkan kreativitas, model ini juga membentuk kepedulian lingkungan dan identitas budaya sejak dini. Pendekatan ini menjadi solusi pembelajaran seni yang relevan di satuan PAUD, khususnya di daerah dengan keterbatasan sumber belajar.