Yuhasriati Yuhasriati
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Syiah Kuala

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Video Animasi Edukatif untuk Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini Elsie Faraswati; Yuhasriati Yuhasriati; Gracia Mandira; Suhartati Suhartati; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seks pada anak usia dini perlu diawali dengan pengenalan perbedaan gender agar anak memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Four-D, meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data diperoleh melalui studi literatur serta validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi. Hasil validasi menunjukkan skor 95% dari ahli materi, 87,5% dari ahli media, dan 100% dari praktisi. Uji coba menunjukkan anak mampu memahami isi video dengan baik. Dengan demikian, video animasi ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pembelajaran pendidikan seks bagi anak usia dini.
Peran Ibu sebagai Orang Tua Tunggal dalam Pengasuhan Anak Syifa Putri Faini; Dina Amalia; Yuhasriati Yuhasriati; Dewi Yunisari; Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi keberhasilan ibu sebagai orang tua tunggal dalam membesarkan dan mendukung anak hingga meraih pendidikan tinggi dan sukses dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ibu sebagai orang tua tunggal dalam pengasuhan anak di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan kualitatif. Subjek penelitian ini tiga orang ibu yang menjadi orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia dan telah mengasuh anak sejak usia dini hingga dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek fisik, ketiga ibu berperan memenuhi kebutuhan dasar anak seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal melalui usaha mandiri yaitu berjualan. Pada aspek sosial, ibu berperan sebagai pembimbing dalam menanamkan nilai kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab melalui pemberian nasehat dan keteladanan. Aspek emosional, peran ibu membangun kedekatan melalui komunikasi yang baik, dan memberikan kasih sayang pada anak. Untuk aspek pendidikan, ibu berperan sebagai pendukung dan penanggung jawab biaya pendidikan serta motivator belajar anak.
Penerapan Bermain Bowling untuk Mengenalkan Bilangan bagi Anak di PAUD Ar Rayyan Darussalam Nur Masna; Yuhasriati Yuhasriati; Rahmi Sofyan; Suhartati Suhartati; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan mengenal bilangan anak pada kelompok A di PAUD Ar Rayyan Darussalam, khususnya anak belum mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10 dan mampu membilang banyak benda 1-10. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan bilangan untuk anak usia dini melalui bermain bowling. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam 3 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dengan subjek 8 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan mengenal bilangan anak yaitu dengan indikator keberhasilan mencapai 75% atau 6 dari 8 anak mencapai kategori anak sudah mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10 dengan tepat tanpa bantuan guru, anak sudah mampu membilang banyak benda 1-10 dengan tepat tanpa bantuan guru, dan anak sudah mampu mencocokkan banyak benda dengan lambang bilangan 1-10. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan, guru memperlihatkan dan menyebutkan lambang bilangan 1-10 kepada anak, guru mendemonstrasikan cara bermain bowling kepada anak, guru meminta anak maju ke depan secara bergantian untuk bermain bowling, menyebutkan lambang bilangan membilang banyak benda 1-10 dan mencocokkan banyak benda dengan lambang bilangan 1-10.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal konsep Bilangan Anak Usia Dini Melalui Media Number Pocket di TK Aprillya Aceh Besar Sufira Sufira; Yuhasriati Yuhasriati; Sitti Muliya Rizka; Rahmatun Nessa; Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36116

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak kelompok A usia 4-5 tahun di TK Aprillya Aceh Besar dalam mengenal konsep bilangan, khususnya dalam membilang banyak benda 1-10 dan menghubungkan banyak benda dengan lambang bilangan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia dini melalui media number pocket. Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian berjumlah 7 anak, dan data dikumpulkan melalui observasi anak dan guru. Hasil Penelitian menunjukkan peningkatan dalam kemampuan anak mengenal konsep bilangan dengan langkah kegiatan yaitu guru memperkenalkan media number pocket dan menjelaskan cara penggunaannya, kemudian menunjukkan lambang bilangan 1–10. Anak diminta membilang banyak benda, menghitung jumlahnya, lalu memasukkan stik ke dalam kantong sesuai dengan bilangan yang diperoleh, memberikan apresiasi anak. Peningkatan dari pra-siklus hingga siklus II mencapai 82,14%. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media number pocket efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak usia dini.
Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Read Aloud di PAUD An-Nur Aceh Besar Alfira Maulida; Yuhasriati Yuhasriati; Sitti Muliya Rizka; Taat Kurnita Yeniningsih; Rahmatun Nessa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36148

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak kelompok A usia 4-5 tahun di PAUD An-Nur Aceh Besar, khususnya dalam menceritakan kembali cerita yang telah didengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini melalui metode read aloud. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada 7 anak, terdiri dari 4 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap guru dan anak untuk melihat perkembangan kemampuan bahasa dengan indikator keberhasilan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 75%. Langkah pembelajaran read aloud meliputi penjelasan kegiatan, pengenalan buku cerita penyampaian isi cerita secara singkat, pembacaan dengan intonasi variatif, pelibatan anak melalui tanya jawab, serta meminta anak menceritakan kembali cerita. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa anak, yaitu 39% pada siklus I, 57% pada siklus II, dan 78%. Dengan demikian, metode read aloud terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun.
Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Kolase di PAUD An-Nur Gampong Khaju Aceh Besar Shaza Annisa; Yuhasriati Yuhasriati; Rahmatun Nessa; Bahrun Bahrun; Dina Amalia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36244

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan motorik halus anak kelompok B usia 5-6 tahun di PAUD An-Nur Gampong Khaju Aceh Besar, terutama dalam kegiatan menempel gambar dengan tepat. Pada usia 5-6 tahun menurut Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, anak sudah dapat menempel gambar dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kolase di PAUD An-Nur Gampong Khaju Aceh Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dengan subjek 13 anak. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pada kemampuan motorik halus anak dengan hasil ada 8 anak yang dikategorikan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 4 anak dikategorikan Berkembang Sangat Baik (BSB). Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini dapat dilakukan melalui kegiatan kolase di PAUD An-Nur Gampong Khaju Aceh Besar.
Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Anak melalui Metode Bermain Peran di PAUD An-Nur Aceh Besar Annisa Mujahidah; Yuhasriati Yuhasriati; Khoiriyah Khoiriyah; Siti Naila Fauzia; Rahmatun Nessa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36288

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya permasalahan dalam kemampuan sosial emosional pada anak usia 4-5 tahun yaitu kemampuan sosial emosional anak belum berkembang secara maksimal, khususnya dalam sikap mau berbagi, menolong dan membantu teman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional anak melalui metode bermain peran di PAUD An-Nur Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam 4 siklus, dimana setiap siklus mencakup 4 kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi dengan subjek penelitian 7 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi anak dan observasi guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pada kemampuan sosial emosional anak yaitu pada siklus IV terdapat 6 anak dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan terdapat 1 orang anak dengan kriteria Mulai Berkembang (MB). Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode bermain peran dapat mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia 4-5 tahun.
Meningkatkan Kemampuan Anak Mengenal Bilangan melalui Media Jam Pintar di PAUD Ceria Desa Turam Aceh Besar Nurul Kamila; Bahrun Bahrun; Siti Naila Fauzia; Yuhasriati Yuhasriati; Gracia Mandira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36298

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak di kelompok B masih mengalami kesulitan dalam mengenal lambang bilangan, membilang banyak benda, serta mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal bilangan melalui media jam pintar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc. Taggart. Tempat pelaksanaan di PAUD Ceria Desa Turam Aceh Besar pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 anak kelompok B yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan anak. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini jika 75% atau 7 dari 9 anak mencapai kategori (BSH). Pelaksanaan tindakan dilakukan melalui, guru mamperkenalkan media kepada anak, guru menjelaskan aturan sebelum bermain, guru menjelaskan cara bermain, guru menyebutkan lambang bilangan 1-12, guru mengajak anak satu persatu maju ke depan untuk bermain media jam pintar kemudia menyebutkan lambang bilangan 1-12, membilang banyak benda, mencocokkan lambang bilangan 1-12 dengan banyak benda.