Tradisi Ndudut Mantu di Lamongan merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri, karena menempatkan perempuan sebagai pihak yang melamar laki-laki dalam prosesi pernikahan. Fenomena ini tidak hanya menarik dari sisi adat, tetapi juga mengandung makna sosial yang penting untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai, simbolisme, dan makna sosial yang terkandung dalam tradisi Ndudut Mantu bagi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi, serta studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi lebih dari sekadar ritual pernikahan. Tetapi juga menjadi cermin penghormatan terhadap posisi perempuan, penguatan musyawarah keluarga, serta perwujudan nilai kebersamaan dalam masyarakat. Setiap tahapan prosesi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, sarat dengan simbol yang memperkuat solidaritas, mempererat hubungan kekeluargaan, serta mempertegas identitas budaya masyarakat Lamongan. Dengan demikian, Ndudut Mantu bukan hanya sekadar tradisi seremonial, tetapi juga bentuk perilaku kolektif yang memperkuat ikatan sosial, meneguhkan nilai-nilai luhur, serta melestarikan warisan budaya yang tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman budaya lokal serta menjadi rujukan bagi upaya pelestarian tradisi sebagai bagian dari kearifan lokal bangsa.