Ana Sofiyatul Azizah
INISNU Temanggung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The implementation of fiqh muamalah learning for children with intellectual disabilities at the state special school (slb) in magelang city Anifa Rahmawati; Sigit Tri Utomo; Ana Sofiyatul Azizah; Abdul Hakim; Ahmad Mustafidin; Mas’udin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 3 No. 4 November 2024: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v3i4.365

Abstract

The aim of this research is to determine the implementation of muamalah fiqh learning for mentally retarded children, supporting factors and inhibiting factors for muamalah fiqh learning for mentally retarded children in Magelang City State Special Schools. This research uses qualitative research methods, using a pedagogical approach. This type of research is research conducted in the field. The data sources used are primary data sources in the form of observations and interviews, as well as secondary data sources in the form of documentation results. Data collection techniques use observation, semi-structured interviews, and documentation. The data analysis technique in this research uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Meanwhile, data triangulation uses data source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The results of the research show that muamalah fiqh learning for mentally retarded children at the Magelang City State Special School is integrated through PAI learning so that the learning is adapted to the needs and abilities of mentally retarded children. In learning Islamic jurisprudence, the material taught to mentally retarded children is the basics of buying and selling, such as the meaning of buying and selling, the law of buying and selling, and various types of buying and selling. There are two strategies used by PAI teachers in teaching mentally retarded children, namely individual strategies and behavioral strategies. Meanwhile, the methods used by PAI teachers in learning jurisprudence are lecture, question and answer, cooperative, and Contextual Teacing Learning (CTL) methods. The supporting factors for learning muamalah fiqh for mentally retarded children include adequate facilities and infrastructure, appropriate learning methods and strategies, and PAI teachers having a patient attitude in teaching mentally retarded children. Meanwhile, inhibiting factors include the lack of learning media used by teachers, the lack of PAI teachers in special schools, the absence of learning modules or books for students to use, and mentally retarded children who have different cognitive abilities from normal children.
Enhancing PAI teacher professionalism through PPG implementation at SD Negeri 2 Tragan, Temanggung Prisa Widya Indarni Masfufah; Sigit Tri Utomo; Ana Sofiyatul Azizah; Mohamad Ardin Suwandi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 3 No. 3 Agustus 2024: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v3i3.368

Abstract

The aim of this research is to analyze the implementation of Teacher Professional Education in improving the professionalism of PAI Teachers and analyze the supporting and inhibiting factors for PAI Teachers at SD Negeri 2 Jragan, Tembarak District, participating in Teacher Professional Education. This research method uses a qualitative method with a pedagogical approach, and a type of field research. The results of this research are as follows. First, the Professional Teacher Education program can improve the professionalism of PAI Teachers, as evidenced by the PAI Teacher Performance Assessment before PAI Teachers took Professional Teacher Education getting a score of 79.98. Meanwhile PAI teachers who have taken Teacher Professional Education received a score of 81.23. After PAI Teachers participated in Professional Teacher Education and received professional allowances, most PAI Teachers have succeeded in developing themselves by achieving teacher competencies which consist of 5 competencies. This shows that PAI teachers can teach well, have good personalities, socialize well, and carry out their duties as professional teachers with full responsibility. Second, supporting factors for PAI teachers implementing Professional Teacher Education, include: support from various parties, receiving facilities from the school, colleagues who help with various Professional Teacher Education activities, competent lecturers at LPTK UIN Salatiga, and LPTK concern UIN Salatiga. Meanwhile, inhibiting factors include: limited time, uncertain Professional Teacher Education schedules from lecturers, boredom because work outside of Professional Teacher Education sometimes coincides with Professional Teacher Education activities, responsibilities as a teacher that must continuing to teach, the laptop used sometimes suddenly goes blank, it is hampered when recording the Comprehensive Examination due to lack of skills in using Information and Communication Technology (ICT).
Pembinaan Karakter Kepemimpinan melalui Kegiatan RISMA (Remaja Islam Masjid) di Desa Mojotengah Kecamatan Kedu Shelly Fitri Afifah; Sigit Tri Utomo; Ana Sofiyatul Azizah; Mahdee Maduerawae
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 1 No. 2 November 2022: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.338 KB) | DOI: 10.59944/jipsi.v1i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembinaan karakter kepemimpinan melalui kegiatan Risma (Remaja Islam Masjid) di Desa Mojotengah, serta faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter kepemimpinan melalui kegiatan Risma (Remaja Islam Masjid) di Desa Mojotengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Jenis penelitiannya penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Sumber data primer berasal dari anggota Risma, penanggung jawab Risma, dan pembina Risma, sedangkan data sekundernya berasal dari dokumen Risma. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu terdapat tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi pengumpulan data, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembinaan karakter kepemimpinan melalui kegiatan Risma merupakan kegiatan keagamaan yang bertujuan sebagai pemberian pemahaman sekaligus penanaman karakter pada anak sedini mungkin. Manfaat yang diperoleh adalah terbentuknya mental keorganisasian pada remaja. Karakter kepemimpinan yang terkandung dalam kegiatan pembinaan yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Faktor pendukung kegiatan pembinaan Risma dikelompokkan ke dalam empat faktor. Pertama diri remaja, adanya kesadaran dalam diri remaja. Kedua keluarga, adanya izin dari orang tua. Ketiga masyarakat, adanya dukungan dari takmir masjid setempat berupa pembina, terciptanya lingkungan yang religius berupa kegiatan keagamaan, dan tersedianya wadah berupa Risma. Keempat teman sebaya, adanya kekompakkan dan keaktifan dari teman sebaya. Faktor penghambat kegiatan pembinaan Risma juga dikelompokkan ke dalam empat faktor. Pertama diri remaja, adanya rasa malas dan mengantuk dari diri remaja. Kedua keluarga, adanya orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti pembinaan. Ketiga masyarakat, adanya kesibukan dari pembina dan anggota Risma, serta kurangnya mental yang dimiliki oleh anggota Risma. Keempat teman sebaya, tidak adanya teman sebaya yang mendukung untuk mengikuti kegiatan pembinaan