Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang tua dalam Menunjang Keberhasilan Program Gerakan Magrib Mengaji di Masjid Al- munawwaroh Mukhlishah Mukhlishah; Imas Kurniasih; Euis Komalasari
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.3230

Abstract

ABSTRAK  Mengaji merupakan salah satu dari berbagai rangkaian aktifitas ibadah yang sangat melekat pada masyarakat muslim di Indonesia. Sejak mulai Islam berkembang. Mengaji merupakan satu kegiatan yang erat kaitannya dengan muslim di Indonesia, termasuk di masjid Al–Muna wwaroh gedebage Bandung, yangtelah berdiri dari sejak tahun 1975. KH. Ahmad Dahlan merintis pembelajaran magrib mengaji yaitu membudayakan membaca al Qur’an setelah shalat magrib. Dikalangan masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan di rumah atau di tempat ibadah seperti halnya sura u atau langgar (masjid kecil) seperti halnya masjid a l-munawwa roh yang dahulu masih sangat sederha na, mengikuti jejak KH. Ahmad Dahlan. Hasil Pengabdian Masyarakat ini mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat program magrib mengaji di masjid Al-Muna wwaroh. Jl. Gedebage Rw 01 Rw 06 Cisaranten Kidul Kota Bandung. Yaitu kurangnya kepedulian masyarakat terhadap gerakan magrib mengaji juga pada saat ini kurangnya kepercayaan masyarakat kepada pengurus magrib mengaji, menjadikan para orangtua memindahkan putra putrinya mengaji di tempat lain. Kepercayaan p ara orang tua terhadap guru adalah suatu bukti bahwa maju mundurnya lembaga pendidikan contohnya: gerakan magrib mengaji di masjidAl-Muna wwaroh. Kata kunci : Al-Qur’a n, gerakan masyarakat, pengajianmagrib, Implementasi, Keberhasilan ABSTRACTReciting the Qur'an is one of various series of worship activities that are very attached to the Muslim community in Indonesia. Since the beginning of Islam developed. Reciting the Qur'an is an activity that is closely related to Muslims in Indonesia, including at the Al-Munawwaroh Gedebage mosque in Bandung, which has been established since 1975. KH. Ahmad Dahlan pioneered learning to recite the Maghrib prayer, namely cultivating reading the Qur'an after the Maghrib prayer. Among the people, both in urban and rural areas, at home or in places of worship, such as surau or langgar (small mosques), such as the al-munawwaroh mosque, which was very simple before, followed in the footsteps of KH. Ahmad Dahlan. The results of this study identified the factors that support and inhibit the Maghrib recitation program at the Al-Munawwaroh mosque. Jln Gedebage Rw. 01 Rw 06 Cisaranten Kidul Bandung City. Namely, the low level of public awareness of the maghrib recitation movement as well as the current lack of public trust in the maghrib recitation committee, causing parents to move their sons and daughters reciting the Qur'an elsewhere. Parents' trust in teachers is proof that educational institutions have been going back and forth, for example: the maghrib movement reciting the Qur'an at the Al- Munawwaroh mosque. Keywords: Al-Qur'a n, community movement, evening recitation, implementation, success
PROGRAM LITERASI ISLAMI BERKELANJUTAN UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PELATIHAN BERCERITA PADA ORANG TUA SISWA DAN PENGUATAN PERPUSTAKAAN DI TK KARYA CENDIKIA Hernawati Hernawati; Dewi Mulyani; Imas Kurniasih; Muhtadin Muhtadin; Ijang Faisal; Sheila Sheila; Muhammad Wahyudin
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35400

Abstract

ABSTRAKPengembangan literasi Islami pada anak usia dini memerlukan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Namun, hasil observasi awal di TK Karya Cendikia, Bandung, menunjukkan beberapa tantangan, yaitu terbatasnya koleksi buku Islami, rendahnya pemanfaatan fasilitas perpustakaan, serta keterampilan orang tua dalam bercerita yang masih kurang. Kondisi ini menghambat tumbuhnya budaya literasi Islami berkelanjutan pada anak. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan bercerita bagi orang tua dan penguatan perpustakaan sekolah. Metode pelaksanaan meliputi: (1) lokakarya interaktif dan pendampingan bagi orang tua untuk meningkatkan keterampilan bercerita; (2) perbaikan fasilitas perpustakaan melalui penataan ruang, penambahan koleksi buku Islami sesuai usia anak, serta penerapan katalog digital sederhana; dan (3) monitoring serta evaluasi keterlibatan anak dalam kegiatan literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi orang tua dalam bercerita secara kreatif, meningkatnya minat anak dalam mengakses perpustakaan, serta bertambahnya ketertarikan anak membaca buku bertema Islami. Selain itu, perpustakaan menjadi lebih ramah anak dan berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.Program ini menegaskan pentingnya integrasi peran orang tua dengan dukungan kelembagaan sekolah dalam menumbuhkan literasi Islami anak usia dini.Kata kunci: Literasi Islami; Anak Usia Dini; Pelatihan Bercerita; Perpustakaan Sekolah; Pemberdayaan Orang Tua. ABSTRACTThe development of Islamic literacy in early childhood requires collaboration between schools and families. However, preliminary observations at TK Karya Cendikia, Bandung, showed several challenges: limited Islamic book collections, underutilized library facilities, and insufficient parental skills in storytelling. These conditions hinder the growth of sustainable Islamic literacy among children. This community service program was designed to address these issues by implementing storytelling training for parents and strengthening the school library. The methods included: (1) interactive workshops and mentoring sessions for parents to enhance storytelling techniques; (2) improvement of library facilities through spatial arrangement, enrichment of age-appropriate Islamic book collections, and the introduction of a simple digital catalog; and (3) monitoring and evaluation of children’s engagement in literacy activities.The results demonstrated increased parental competence in creative storytelling, greater enthusiasm among children in accessing the library, and heightened interest in reading Islamic-themed books. Furthermore, the library environment became more child-friendly and functional, supporting continuous literacy practices at school. This program highlights the importance of integrating parental involvement with institutional support in fostering early Islamic literacy. Keywords: Islamic Literacy; Early Childhood Education; Storytelling Training; School Library; Parental Involvement.