Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SILENT CRISIS IN CHILDREN: PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA SEKOLAH Sri Rahayu; Dian Apri Nelyanti; Amirul Kadafi; Miftachul Sobirin
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/d309mz46

Abstract

Self-confidence is a crucial aspect of psychosocial development in school-aged children. Low self-confidence can negatively affect academic achievement, social interactions, and overall mental well-being. The family environment, particularly family communication and parenting styles, plays a significant role in shaping children's self-perception and confidence. However, modern social changes and increasing demands of daily life have reduced the quality of family communication, creating a "silent crisis" that often goes unnoticed and may hinder children's psychosocial development. This study aimed to analyze the role of family communication and parenting styles in the development of self-confidence among school-aged children. This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. A total of 40 respondents participated in the study, consisting of 27 females (67.5%) and 13 males (32.5%), selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Family Communication Scale (FCS), Parenting Style Questionnaire (PSQ), and Self-Confidence Scale for Children. Data analysis included univariate, bivariate (Chi-square test). The findings revealed a significant relationship between family communication and children's self-confidence (p < 0.05). Parenting style was also significantly associated with self-confidence, with democratic (authoritative) parenting showing the strongest positive influence compared to authoritarian and permissive parenting styles (p < 0.05). Furthermore, family communication emerged as the most dominant factor influencing the development of self-confidence among school-aged children. The Conclusion Effective family communication and democratic parenting styles play an important role in fostering self-confidence among school-aged children. Strengthening parent–child communication and promoting positive parenting practices may contribute to improving children's psychosocial development and emotional well-being.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP  PENINGKATAN PENGETAHUAN  TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 3 KOTA BIMA TAHUN 2025 Dian Apri Nelyanti Nelyanti; Amirul Kadafi; Sri Rahayu; Ainun Kurniati
JKM-Bid: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT KEBIDANAN (The Journal of Public Health Midwifery) Vol. 12 No. 02 (2026): Juni 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Harapan Bunda Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71369/2he62r03

Abstract

Background: Breast cancer is one of the leading causes of death among women worldwide, including in Indonesia. Early detection can be carried out through Breast Self-Examination (BSE). However, knowledge of BSE among adolescent girls remains low due to limited health education. Objective: This study aimed to analyze the effect of BSE education on improving knowledge among adolescent girls at SMA Negeri 3 Kota Bima in 2025. Methods: This study employed a quantitative quasi-experimental design using the Two-Group Pretest-Posttest approach. The population consisted of all female students in grades XI–XII (96 respondents), selected through total sampling. The instrument used was a BSE knowledge questionnaire comprising 20 Guttman-scale questions. Data were analyzed using the Mann-Whitney test. Result: The results showed that before the intervention, knowledge in the experimental group was categorized as good (55.9%), fair (41.2%), and poor (2.9%). After receiving education, all respondents in the experimental group (100%) reached the good knowledge category. The Mann-Whitney test indicated a significant difference between the experimental and control groups after the intervention, with p = 0.000 (p < 0.05). Conclusion: In conclusion, providing BSE education significantly improved the knowledge of adolescent girls. This finding highlights the importance of implementing reproductive health education programs in schools to increase awareness of early detection of breast cancer.
Dampak Dukungan Keluarga Terhadap Pengendalian Tekanan Darah Pada Pasien Stroke Rawat Jalan Supriadin; Imam Fajlurrahman; Zulkarnain Zulkarnain; Amirul Kadafi
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1477

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke dan juga dapat menjadi masalah yang berkelanjutan setelah pasien mengalami stroke. Pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan membutuhkan kepatuhan terhadap pengobatan, pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan dukungan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menjalankan pengobatan dan mempertahankan perilaku kesehatan. Dukungan keluarga yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya stroke berulang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien stroke yang menjalani rawat jalan di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang mencakup dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Pengendalian tekanan darah dinilai berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan status tekanan darah pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Berdasarkan data simulasi, sebanyak 62 responden (62,0%) memperoleh dukungan keluarga baik dan 38 responden (38,0%) memperoleh dukungan keluarga kurang. Sebanyak 57 responden (57,0%) memiliki tekanan darah terkendali dan 43 responden (43,0%) memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga baik lebih banyak memiliki tekanan darah terkendali dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga kurang. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan (p = 0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada pasien stroke rawat jalan. Dukungan keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari intervensi keperawatan dan program pengelolaan pasien stroke untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengendalian faktor risiko.