Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Program G3 Ctps (Gerakan Gosok Gigi Dan Cuci Tangan Pakai Sabun) Untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di Sekolah Dasar (Sd) Desa Sojomerto Nabela Devinta Puspitaningrum; Shevylia Cahya Ayu Saputri; Afra Mufida; Siska Eliana; Laila Haniatun Nasikah; Nahnu Robid Jiwandono
Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober: Kesejahteraan Bersama : Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/bersama.v1i4.537

Abstract

Dental health problems and a lack of handwashing with soap remain issues among elementary school students in Desa Sojomerto. This study implemented a Toothbrushing and Handwashing with Soap Movement program to address these problems. Through a series of educational activities and hands-on practice, the program aimed to change students' behaviors towards cleanliness and health. The research results showed a significant increase in toothbrushing frequency, correct handwashing techniques, and students' knowledge of the importance of hygiene.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (CRITICAL THINKING) MAHASISWA SEMESTER 4 (EMPAT) PADA MATA KULIAH PSIKOLINGUISTIK Jiwandono, Nahnu Robid
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2019): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v4i1.351

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis atau critical thinking merupakan salah satu kemampuan yang sangatpenting untuk dikuasai oleh manusia abad 21. Pembelajaran sudah seharusnya diarahkan untukmelatih peserta didik untuk dapat berpikir dengan kritis mengenai suatu masalah. Pembelajaranyang mengajarkan untuk menghafal saja lebih baik mulai diganti dengan menganalisis danmemberikan solusi yang logis. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk mendapatkan datayang berkaitan dengan hasil tes mahasiswa pada Mata Kuliah Psikolinguistik. Tes yang diujikansudah dipersiapkan sedemikian rupa dengan karakteristik yang beragam, mulai dari soal yangberkategori C1, C2, C3, C4, C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikketerampilan berpikir kritis mahasiswa masih kurang. Terbukti dari hasil penelitian didapatkanbahwa soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dikerjakan, sebanyak 57% masih salah,sedangkan 43% sudah dijawab dengan benar. Sementara itu, 57% mahasiswa menjawab soalLOTS (Lower Order Thinking Skills) dengan benar dan 43% mahasiswa menjawab salah.Dalam hal ini, peneliti menggunakan sumber data berupa hasil tes yang sudah dirancang olehpeneliti dengan subjek penelitian atau subjek uji adalah mahasiswa semester ke-4 tahun 2018.Kata Kunci: berpikir kritis, HOTS, LOTS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG HAKIKAT WACANA PADA MATAKULIAH WACANA BAHASA INDONESIA Nahnu Robid Jiwandono
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v6i2.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana pada Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester V yang sedang menempuh Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapaan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan tes akhir siklus yang berisi soal sesuai indikator pemahaman konsep. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan hasil kurang maksimal. Pemahaman mahasiswa terkait wacana dapat dikatakan masih kurang. Selanjutnya dilakukan tindakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dengan fokus pada pemantapan konsep terakit hakikat wacana. Pada siklus kedua ini, didapatkan hasil yang menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait hasil belajar mahasiswa. Jadi, indikator keberhasilan sudah tercapai sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share terbukti dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana. Kata Kunci: Wacana Bahasa Indonesia, Think Pair Share
PENGUATAN EDUKASI DAN LITERASI HUKUM ISLAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SANTRI DI PESANTREN Kurnia Muhajarah; Titik Rahmawati; Nahnu Robid Jiwandono; Rina Suci Cahyawati; Galih Putri Milan Nesty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33749

Abstract

Abstrak: Masalah kekerasan seksual di pondok pesantren menjadi sorotan karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Program ini bertujuan menyosialisasikan pemahaman hukum dan literasi pencegahan serta keterampilan komunikasi preventif dan keberanian melapor kekerasan seksual kepada 33 santri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Randublatung, Blora. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi partisipatif, dan simulasi kasus melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui Pre-Test dan Post-Test, menunjukkan peningkatan signifikan: 90% peserta memperoleh skor di atas 80 pada post-test, dibanding 35% pada pre-test. Dampak lain berupa terbentuknya satgas internal, komitmen pengasuh dalam pengawasan, dan pemasangan CCTV. Program ini efektif meningkatkan literasi, keterampilan komunikasi preventif, dan kesadaran hukum santri, serta menjadi model edukasi berbasis nilai Islam di lingkungan pesantren.Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools has become a serious concern as it contradicts the core values of safe and ethical Islamic education. This program aimed to promote legal awareness, prevention literacy, preventive communication skills, and the courage to report sexual violence among 33 students of Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Randublatung, Blora. The methods involved lectures, participatory discussions, and case simulations carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Evaluation using pre-test and post-test showed significant improvement: 90% of participants scored above 80 in the post-test, compared to only 35% in the pre-test. The program also led to the formation of an internal task force, strengthened the commitment of pesantren leaders to prevention efforts, and resulted in the installation of CCTV for safety monitoring. This program effectively enhanced students’ literacy, preventive communication skills, and legal awareness, serving as a preventive education model rooted in Islamic values for the pesantren environment.