Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (CRITICAL THINKING) MAHASISWA SEMESTER 4 (EMPAT) PADA MATA KULIAH PSIKOLINGUISTIK Jiwandono, Nahnu Robid
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2019): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v4i1.351

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis atau critical thinking merupakan salah satu kemampuan yang sangatpenting untuk dikuasai oleh manusia abad 21. Pembelajaran sudah seharusnya diarahkan untukmelatih peserta didik untuk dapat berpikir dengan kritis mengenai suatu masalah. Pembelajaranyang mengajarkan untuk menghafal saja lebih baik mulai diganti dengan menganalisis danmemberikan solusi yang logis. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk mendapatkan datayang berkaitan dengan hasil tes mahasiswa pada Mata Kuliah Psikolinguistik. Tes yang diujikansudah dipersiapkan sedemikian rupa dengan karakteristik yang beragam, mulai dari soal yangberkategori C1, C2, C3, C4, C5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikketerampilan berpikir kritis mahasiswa masih kurang. Terbukti dari hasil penelitian didapatkanbahwa soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dikerjakan, sebanyak 57% masih salah,sedangkan 43% sudah dijawab dengan benar. Sementara itu, 57% mahasiswa menjawab soalLOTS (Lower Order Thinking Skills) dengan benar dan 43% mahasiswa menjawab salah.Dalam hal ini, peneliti menggunakan sumber data berupa hasil tes yang sudah dirancang olehpeneliti dengan subjek penelitian atau subjek uji adalah mahasiswa semester ke-4 tahun 2018.Kata Kunci: berpikir kritis, HOTS, LOTS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG HAKIKAT WACANA PADA MATAKULIAH WACANA BAHASA INDONESIA Nahnu Robid Jiwandono
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v6i2.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana pada Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester V yang sedang menempuh Matakuliah Wacana Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tindakan berupa penerapaan model pembelajaran Think Pair Share. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan tes akhir siklus yang berisi soal sesuai indikator pemahaman konsep. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus pertama, hasil tes menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan hasil kurang maksimal. Pemahaman mahasiswa terkait wacana dapat dikatakan masih kurang. Selanjutnya dilakukan tindakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share dengan fokus pada pemantapan konsep terakit hakikat wacana. Pada siklus kedua ini, didapatkan hasil yang menunjukkan peningkatan yang signifikan terkait hasil belajar mahasiswa. Jadi, indikator keberhasilan sudah tercapai sehingga tidak perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share terbukti dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hakikat wacana. Kata Kunci: Wacana Bahasa Indonesia, Think Pair Share
PENGUATAN EDUKASI DAN LITERASI HUKUM ISLAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SANTRI DI PESANTREN Muhajarah, Kurnia; Rahmawati, Titik; Jiwandono, Nahnu Robid; Cahyawati, Rina Suci; Milan Nesty, Galih Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33749

Abstract

Abstrak: Masalah kekerasan seksual di pondok pesantren menjadi sorotan karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Program ini bertujuan menyosialisasikan pemahaman hukum dan literasi pencegahan serta keterampilan komunikasi preventif dan keberanian melapor kekerasan seksual kepada 33 santri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Randublatung, Blora. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi partisipatif, dan simulasi kasus melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui Pre-Test dan Post-Test, menunjukkan peningkatan signifikan: 90% peserta memperoleh skor di atas 80 pada post-test, dibanding 35% pada pre-test. Dampak lain berupa terbentuknya satgas internal, komitmen pengasuh dalam pengawasan, dan pemasangan CCTV. Program ini efektif meningkatkan literasi, keterampilan komunikasi preventif, dan kesadaran hukum santri, serta menjadi model edukasi berbasis nilai Islam di lingkungan pesantren.Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools has become a serious concern as it contradicts the core values of safe and ethical Islamic education. This program aimed to promote legal awareness, prevention literacy, preventive communication skills, and the courage to report sexual violence among 33 students of Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Randublatung, Blora. The methods involved lectures, participatory discussions, and case simulations carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Evaluation using pre-test and post-test showed significant improvement: 90% of participants scored above 80 in the post-test, compared to only 35% in the pre-test. The program also led to the formation of an internal task force, strengthened the commitment of pesantren leaders to prevention efforts, and resulted in the installation of CCTV for safety monitoring. This program effectively enhanced students’ literacy, preventive communication skills, and legal awareness, serving as a preventive education model rooted in Islamic values for the pesantren environment.
ANALISIS STRUKTUR NARATIF DAN NILAI DIDAKTIS DALAM LEGENDA DANAU LAU KAWAR: STUDI SASTRA LISAN SUMATRA UTARA Firmansyah, Asep; Jiwandono, Nahnu Robid; Sahasti, Julananda Putri; Agus, Muhammad Asyieffa Maulana
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v7i1.28237

Abstract

Legenda Danau Lau Kawar merupakan memori kolektif dan warisan sastra lisan masyarakat Karo di Sumatra Utara yang memuat nilai filosofis, teologis, dan sosiologis. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur naratif pembangun cerita serta mengungkap nilai didaktis di dalamnya sebagai sarana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memadukan teori strukturalisme Vladimir Propp untuk mengidentifikasi fungsi naratif dan pendekatan pragmatik untuk menelaah daya didik teks serta respons moral masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi legenda tersusun atas unit fungsional yang berkaitan secara logis dan linier, meliputi situasi awal, konflik internal tokoh, hingga fase katastrofe. Struktur tersebut membentuk pola cerita peringatan yang memanfaatkan motif ketakutan dan empati untuk memengaruhi perilaku audiens. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai didaktis utama adalah prinsip bakti kepada orang tua, khususnya penghormatan terhadap sosok ibu, yang dikonstruksi melalui hubungan kausal antara tindakan kedurhakaan tokoh anak dan terjadinya bencana alam berupa amblasnya tanah dan banjir besar. Legenda ini menegaskan bahwa sastra lisan tradisional tetap relevan sebagai media pedagogi moral dan rujukan pengembangan bahan ajar sastra berbasis lokal.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA PERANGKAT DAN HASIL EVALUASI PEMBELAJARAN FONOLOGI Jiwandono, Nahnu Robid
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2020): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v3i1.1281

Abstract

Dewasa ini, critical thinking atau yang lebih dikenal dengan keterampilan berpikir kritis menjadi topik yang sering dibahas karena merupakan kemampuan yang mutlak dimiliki di era milenial ini. Terlebih pada bidang pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, sampai di tingkat pendidikan tinggi. Pendidikan sudah tidak relevan lagi jika masih mengajarkan anak dengan sistem menghafal materi-materi sehingga pembelajaran hanya fokus pada mengingat saja. Padahal, yang lebih penting adalah peserta didik memahami, menganalisis, mengevaluasi, atau bahkan menciptakan berbagai macam pemecahan masalah dari berbagai masalah yang ada pada materi-materi pembelajaran. Kreativitas merupakan hal yang sangat penting di sini. Melatih anak untuk berpikir kritis terhadap sesuatu dan menawarkan solusi yang masuk akal perlu dijadikan titik fokus pembelajaran bahkan penilaian. Oleh karena itu, mengingat pentingnya keterampilan berpikir kritis ini, peneliti mencoba untuk memaparkan karakteristik keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran Mata Kuliah Fonologi yang dilaksanakan oleh mahasiswa semester II. Karakteristik ini meliputi soal yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran dan juga hasil evaluasi yang didapatkan. Dengan demikian, diharapkan dapat menghasilkan gambaran keterampilan berpikir kritis pada pengaplikasian pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan masih rendahnya keterampilan berpikir kritis mahasiswa ketika mengerjakan soal-sal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kata Kunci: berpikir kritis, evaluasi pembelajaran, HOTS Abstract: Nowadays, critical thinking or better known as critical thinking skills is a topic that is often discussed because it is an absolute ability to have in this millennial era. Especially in the field of education, starting from the elementary school level, secondary school, up to the level of higher education. Education is no longer relevant if it still teaches children with a system of memorizing materials so learning only focuses on remembering it. In fact, what is more important is students understand, analyze, evaluate, or even create various kinds of problem solving from various problems that exist in learning materials. Creativity is very important here. Train children to think critically about something and offer solutions that make sense need to be the focal point of learning and even assessment. Therefore, given the importance of this critical thinking skill, the researcher tries to explain the characteristics of critical thinking skills in the learning of Phonology Courses conducted by the second semester students. These characteristics include the questions used in the evaluation of learning and also the evaluation results obtained. Thus, it is expected to produce a picture of critical thinking skills in the application of learning in the classroom. The results of this study indicate that students' critical thinking skills are still low when working on HOTS (Higher Order Thinking Skills) questions. Keywords: critical thinking, evaluation of learning, HOTS
Pemanfaatan Platform Pembelajaran Berbasis Permainan Kahoot! untuk Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Karya Tulis Ilmiah Jiwandono, Nahnu Robid; Firmansyah, Asep
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2039

Abstract

The purpose of this study is to describe the use of Kahoot! Game-based learning platform for learning evaluation in the Indonesian Language and Scientific Writing course. The researcher designed a digital-based learning evaluation instrument using Kahoot! Platform. The instrument consists of 42 multiple-choice questions designed to measure students' understanding of the material presented during the learning process. In general, the scope of the material in this instrument includes the use of Indonesian spelling, effective sentence construction, and technical aspects of writing scientific papers. This study is a qualitative descriptive study. Data were collected through observation and interviews with students who used the Kahoot! Instrument. The data were analyzed using an interactive data analysis model. Based on the research findings, Kahoot! as a learning evaluation instrument in the Indonesian Language and Scientific Writing course was considered more interesting, interactive, and efficient by students who, in this case, fall into the Generation Z category, compared to conventional tests. This platform supports assessment transparency and encourages healthy competition among students taking the test. However, there are still obstacles such as inappropriate time allocation and dependence on a stable internet connection in Kahoot! as a learning evaluation instrument. Overall, Kahoot! It is considered effective but requires technical adjustments for optimal implementation.