Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Remaja Tentang Periksa Payudara Sendiri (Sadari) pada Siswi Kelas Xi SMAN 86 Jakarta Tahun 2016 Eka Bati Widyaningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.409 KB) | DOI: 10.60010/jikd.v2i1.20

Abstract

Self breast examination (BSE) is an early detection of breast cancer that is most recommended for every woman. This action is very important because almost 85% of the lumps in a woman's breast are found by the patient himself. The purpose of this study was to determine the frequency distribution and the relationship between behavior and attitude, media exposure, knowledge, parental support and parental education. This research is descriptive analytic with a cross sectional approach using primary data and research techniques by means of systematic random sampling conducted by filling out questionnaires .With a population of 124 respondents and the minimum sample obtained in this study amounted to 95 respondents. The analysis used is univariate and bivariate. Analyze statistical tests through Chi Square test. From the results of the study it was found that there was a significant correlation between media exposure [P value = 0.003, OR = 5.325], knowledge [P value = 0.023, OR = 4.325], parental support [P value = 0.003, OR = 4.951], and there is no significant relationship with attitude [P value = 0.744, OR = 1.342] and parental education [P value = 0.342, OR = 2.379]. Latar Belakang: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan deteksi dini kanker payudara yang paling banyak dianjurkan bagi setiap wanita. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara wanita ditemukan oleh penderita sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara perilaku dengan sikap, keterpaparan media, pengetahuan, dukungan orang tua dan pendidikan orang tua. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan data primer dan teknik penelitiannya dengan cara sistematik random sampling yang dilakukan dengan cara pengisian kuesioner.. Dengan jumlah populasi sebanyak 124 responden dan sampel minimal yang didapatkan dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Analisa uji statistik melalui uji Chi Square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara keterpaparan media [P value = 0,003, OR = 5,325 ], pengetahuan [ P value = 0,023, OR = 4,325], dukungan orang tua [ P value = 0,003, OR = 4,951 ], dan tidak ada hubungan yang bermakna dengan dengan sikap [ P value = 0,744, OR = 1,342 ] dan pendidikan orang tua [ P value = 0,342, OR = 2,379 ].
The Relationship between Perception of HIV/AIDS and Attitude of Voluntary Counseling and Testing (VCT) among Housewives Nina Sri; Eka Bati Widyaningsih; Indah Sri Wahyuni
Healthy-Mu Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v8i1.862

Abstract

Housewives are one of the risk groups for contracting HIV/AIDS, especially women who have low knowledge and access to information and health services. This study aims to determine the relationship between perceptions about HIV/AIDS and VCT attitudes among housewives. This research is a quantitative study with a cross-sectional design conducted. The total population was 75 people. With a sampling technique using incidental sampling, a sample of 72 people was obtained. Data collection was carried out using an online questionnaire consisting of 30 closed questions covering perceptions of disease susceptibility, perceptions of disease seriousness, perceptions of obstacles, perceptions of self-confidence and VCT attitudes. The results of the analysis using the Chi-Square test obtained a P-value = 0.004 with an OR = 4.950 at a 95% CI. So, it is concluded that there is a relationship between perceptions of HIV/AIDS and VCT attitudes. Housewives who have a good perception about HIV/AIDS are 4,950 times more likely to have a positive attitude towards VCT. Perception cannot be separated from knowledge, so it is necessary to increase knowledge about HIV/AIDS and the benefits of VCT so that they have a positive attitude about VCT and do not become an obstacle to utilizing VCT services to find out the health condition of housewives.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK IT Raflesia Depok Pada Tahun 2024 Nurhayati; Wiwin Nur Fitriani; Eka Bati Widyaningsih
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.377

Abstract

Latar Belakang : Menstruasi merupakan suatu proses menuju pubertas pada wanita yang ditandai dengan pembusukan lapisan dalam rahim berlangsung selama 5-7 hari. Menurut data WHO (2020) Prevalensi gangguan siklus menstruasi pada wanita sekitar 45%. Data Riskesdas (2018) sebanyak 11,7% remaja di Indonesia mengalami gangguan menstruasi tidak teratur di jawa barat prevalensi gangguan menstruasi di Jawa Barat 14,4%. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMK Raflesia pada bulan Juli, ditemukan bahwa dari 30 siswa yang mengalami siklus menstruasi normal berkisar antara 21 sampai 35 hari sebanyak 11 orang (36,67%). Siswa dan mengalami siklus menstruasi < 21 hari sebanyak 18 (58,1%) mahasiswa yang mengalami siklus menstruasi. 35 hari sebanyak 1 (3,2%) mahasiswa. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswa remaja putri di SMK TI Raflesia Depok tahun 2024. Metodologi: jenis survei penelitian dengan penelitian deskriptif dan analitis. Sampel penelitian ini adalah teknik simple random sampling sebanyak 79 responden. Analisis menggunakan Chi-square. Hasil: Hasil yang diperoleh dari tingkat Chi-square stres (nilai p 0,000), aktivitas fisik (nilai p 0,910), BMI (nilai p 0,002), diet (nilai p 0,001), dan gaya hidup (nilai p 0,002). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan menstruasi. gangguan siklus, ada hubungan stres, BMI, dan diet terhadap siklus menstruasi 
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Gaya Hidup dengan Kejadian Anemia pada Calon Pengantin Perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024 Feni Aryani; Eka Bati Widyaningsih; Wiwin Nur Fitriani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.381

Abstract

Anemia pada calon pengantin perempuan adalah kondisi calon pengantin yang mengalami jumlah sel darah merah atau kandungan Hemoglobin dalam darah lebih rendah dari batas normal. Hal ini berdampak pada saat terjadinya kehamilan yang menyebabkan kehamilan menjadi beresiko. Kadar hemoglobin normal pada perempuan adalah 12 gr/dl. Masih tingginya kasus anemia baik di Dunia, Indonesia dan pada tahun 2021 terdapat 184.227 wanita usia subur (WUS) di Kabupaten wonosobo 14,1% diantaranya mengalami anemia (Dinkes Kab. Wonosobo, 2021). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Gaya Hidup dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan penelitian analitik. Dimana variabel yang diteliti diukur dalam waktu yang sama dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Teknik pengambilam sampel yang dilakukan peneliti Accidental sampling adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari kuesioner terhadap 51 sampel calon pengantin perempuan di Puskesmas Sauran. Analisis data menggunakan ChiSquare. Hasil uji Chi Square Test terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000), Sikap (p value = 0,000) dan Gaya hidup (p value = 0,000), dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan. Terdapat hubungan hubungan antara pengetahuan, Sikap dan Gaya Hidup dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Sapuran Tahun 2024. Saran dari penelitian ini yaitu dilakukan pengembangan penelitian dengan meneliti faktor lain seperti faktor predisposisi, faktor enabling, faktor reinforcing, agar dapat diketahui secara signifikan penyebab anemia pada catin.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Skrining Pranikah Pada Calon Pengantin Perempuan Di Puskesmas Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan Tahun 2024 Putri Amalia; Wiwin Nur Fitriani; Eka Bati Widyaningsih
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.395

Abstract

Background : premarital screening is a medical examination that will be carried out by health officials such as midwives on prospective brides before marriage to prepare for a healthy and planned pregnancy. According to data from the World Health Organization (WHO) in 2023, there are an estimated 12.7 million births among teenage girls aged 15-19, and nearly half a million births among very young girls aged 10-14, all of which represent 10% of all births worldwide. Based on preliminary studies conducted by researchers, data on visits by prospective brides at the Pancoran Sub-District Health Center in 2021 were 976 prospective female brides who conducted pre-wedding screening, in 2022 there was a slight decrease in visits by 928 prospective brides and in 2023 the number of visits by prospective female brides was 848 people, based on the latest data obtained by researchers bride visits until June 2024 were 397 people. Objective : to determine the factors related to the implementation of premarital screening on prospective brides in the Puskesmas area of Pancoran District, South Jakarta in 2024. Methodology : type of survey research with descriptive and analytical research sample this study is a Purposive sampling technique as many as 200 respondents. Analysis using Chi-square. Result : the result obtained from The Chi-square. age (p-value 0.590), occupation (p-value 0.030), knowledge (p-value 0.036), attitude (p-value 0.026). Conclusion : there is no relationship between age and the implementation of premarital screening. there is a relationship of employment, knowledge, and attitudes towards the implementation of premarital screening. Suggestion : in couples prospective brides be positive, seek information about pre-wedding screening to increase knowledge of prospective brides, and can take the time to carry out pre-wedding screening at least 6 months before marriage.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Ibu Hamil di TPMB Bdn. Aan Karyati S.ST Tahun 2024 : Indonesia Indah Septiani; Wiwin Nur Fitriani; Eka Bati Widyaningsih
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.411

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah global dan nasional yang dapat meningkatkan resiko morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Anemia pada ibu hamil merujuk pada suatu kondisi di mana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari 11 g/L pada trimester I dan III, kadar hemoglobin kurang dari 10,5 g/L pada trimester II. Tujuan Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di TPMB Bdn. Aan Karyati, S.ST, Tahun 2024. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan penelitian analitik. Dimana variabel yang diteliti diukur dalam waktu yang sama dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Teknik pengambilam sampel yang dilakukan peneliti Accidental sampling adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari kuesioner terhadap 50 sampel ibu hamil yang memeriksan kehamilan. Analisis data menggunakan ChiSquare dan Fisher exact test. Hasil uji Chi Square Test terdapat hubungan antara usia (p value = 0,002), Pritas (p value = 0,000), Pengetahuan (p value = 0,000), Konsumsi Tablet Fe (p value = 0,000) dengan kejadian anemia pada ibu hamil dan Hasil uji Fisher’s Exact Test hubungan antara Kunjungan ANC (p value = 0,002) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Terdapat hubungan antara usia, paritas, pengetahuan, konsumsi tablet Fe dan kunjungan ANC dengan Anemia pada Ibu Hamil di TPMB Bdn. Aan Karyati, S.ST, Tahun 2024. Saran dari penelitian ini yaitu dilakukan pengembangan penelitian dengan variable faktor predisposisi, Faktor dan faktor penguat.
Hubungan Pengetahuan, Lama Pemakaian Dan Jenis Kontrasepsi Suntik Terhadap Gangguan Menstruasi Pada Akseptor KB Suntik Di TPMB Bd. Aan Karyati, S.ST Tahun 2024: Indonesia Rahmawati, Delima; Eka Bati Widyaningsih; Wiwin Nur Fitriani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.414

Abstract

Data BPS menyebutkan akseptor KB suntik di Indonesia mencapai 59,9%. Salah satu efek samping dari kontrasepsi suntik yaitu gangguan menstruasi yang terjadi tergantung dari lamanya pemakaian, adapun gejalanya seperti bercak (spotting), amenorea, kekeringan pada vagina, jerawat atau flek hitam pada wajah dan perdarahan yang lebih lama dari pada biasanya. Mengetahui hubungan lama pemakaian dan jenis kontrasepsi suntik terhadap gangguan menstruasi pada akseptor KB Suntik di TPMB Bdn. Aan Karyati S.ST Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan penelitian analitik. Dimana variabel yang diteliti diukur dalam waktu yang sama dengan menggunakan desain penelitian crossectional. Teknik pengambilam sampel yang dilakukan peneliti Accidental sampling adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari kuesioner terhadap 92 sampel akseptor KB yang memeriksan kehamilan. Analisis data menggunakan ChiSquare test. Hasil yang diperoleh dari uji Chi Square hubungan antara pengetahuan dengan ganguan mentruasi p value = 0,000 <α= 0,05. Hasil uji Chi Square hubungan antara jenis kontrasepsi dengan ganguan mentruasi p value = 0,006 <α= 0,05. Tidak terdapat hubungan signifikan antara lama pemakaian dengan gangguan menstruasi dengan nilai p value = 0,991 > α=0,005. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan jenis kontrasepsi suntik terhadap gangguan menstruasi pada akseptor KB Suntik di TPMB Bdn. Aan Karyati S.ST Tahun 2024. Saran dari penelitian ini yaitu dilakukan pengembangan penelitian dengan variable lain seperti penyakit ginekologi, usia, gangguan hormonal, kelainan uterus, gangguan psikologi, status gizi, kondisi fisik, agar dapat diketahui secara signifikan penyebab gangguan menstruasi bagi akseptor KB suntik.
Faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi tablet fe saat menstruasi pada remaja putri : Consumption of Fe Tablets, Menstruation, Adolescents eka bati widyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 1 No 1 (2022): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2018 Riskesdas results on the proportion of young women who received iron supplement tablets was 76.2% received blood supplement tablets with consumption of < 52 items. The 2017 Indonesia Health Profile showed that the coverage of iron supplement administration to young women in Indonesia was 29.51%. The data in the 2017 Indonesian Health Profile for DKI Jakarta Province is only 6.11%. The results of the validation test conducted on 30 class XI students at SMK Kartika X-2 Jakarta found that 18 people had less Fe tablet consumption behavior during menstruation. The purpose of this study was to determine the factors associated with the consumption behavior of Fe tablets during menstruation in class XI female adolescents at SMK Kartika X-2 South Jakarta in 2019. This research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. The research was conducted from 16 to 17 July 2019. The population in this study were all 194 class XI students and the samples in this study were some class XI students, totaling 91 respondents. The data in this study are primary data and the analysis was carried out using univariate and bivariate methods. The results of the study from 91 respondents showed that there was a relationship between knowledge (p-value = 0.0005) and attitude (p-value = 0.0005) with the consumption behavior of Fe tablets during menstruation in young women. While parental education (p-value=0.667), family income (p-value=0.104), family support (p-value=1.000), teacher support (p-value=0.443), friend support (p-value=1.000) with the consumption behavior of Fe tablets during menstruation in female adolescents. With this research it is hoped that the government program regarding the consumption of blood-supplemented tablets during menstruation can run optimally and adolescents can be free from the problem of anemia.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Ibu Primigravida dalam melakukan persiapan perencanaan kehamilan Siti Nurhalimatussadiah; Eka Bati Widyaningsih; Wiwin Nur Fitriani
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 3 No 1 (2024): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2014, WHO stated that 4 out of 10 women had unplanned pregnancies and in Indonesia 32,000 women did not plan their pregnancies between 2010 and 2014, this number is the highest in ASEAN. Data in Indonesia shows that there has been an increase in the average value before counseling is carried out by 4.63% and after counseling has increased by 7.04% from 24 respondents.To know the factors that correlate the prinigravida mother in doing pregnancy planning. This research is analytic descriptive by cross sectional approach. Analysis Test in this research is Chi Square. Technique of collecting data used non probability with whole sampling. Sampling in this research is 43 respondents who came to Pondok Ranji public health center in January- February 2023. Based on the result of Bivariat, there was a significant correlation between outcome variable (p= 0,027), OR4,46. Family support (p= 0,004) OR= 6,69, attitude (= 0,004) OR= 6,69 and role of midwife (p= 0,002) OR= 14,06. The most dominant factor of Primigravida mothers in pregnancy planning is Midwife Role. Suggestion: Society should pay attention to pregnancy planning especially primigravida mother in pre-conception period by taking care the influenced factors, especially a midwife role. Keyword : Primigravida mother behavior, age, education, job, income, family support, attitude, midwife role.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Sman 29 Kabupaten Tangerang: FACTORS RELATED TO THE INCIDENT OF ANEMIA IN ADOLESCENT GIRLS IN SMAN 29 TANGERANG DISTRICT Rita Tri Wahyuningsih; Eka Bati Widyaningsih; Fitrya Ayu Anggraini
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 3 No 2 (2024): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO) the world prevalence of anemia in young women is around 53.7%, while in Tangerang Regency in 2018 it was 37.1%. One of the programs from the Ministry of Health to overcome anemia in young women is to run a program of giving blood-added tablets to young women with a target of 30%, but there are still young women who experience anemia. One of the factors that influence the occurrence of anemia is knowledge, adherence to taking iron tablets, rest patterns, menstrual patterns, and eating patterns. Objective: to find out the factors associated with the incidence of anemia in young women at SMAN 29 Tangerang Regency in 2023. Methodology: The research method is quantitative analytic research using a cross sectional research design. The sample in this study were 140 young women who had experienced menstruation at SMAN 29 Tangerang Regency using a purposive sampling technique. Data were analyzed using the Chi Square test. Results: There is a relationship between knowledge (p value=0.000), adherence to taking blood supplement tablets (p value=0.000), rest patterns (p value=0.000), menstrual patterns (p value=0.000) and eating patterns (p value=0.025) with the incidence of anemia in young women.