Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengujian Saturasi Trafo Arus terhadap Pengaruh Kerja Rele Proteksi Muhammad Ikhwan Fahmi; Mhd Fahmi Syawali Rizki; Muhammad Fadlan Siregar; Sri Indah Rezkika; Arif Milando; Ahmad Arif; Zahrul Ulum
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.960

Abstract

Fenomena saturasi pada trafo arus memiliki dampak krusial terhadap kinerja rele proteksi dalam sistem tenaga listrik. Pengujian eksperimental dilakukan untuk menganalisis karakteristik trafo arus, dengan fokus pada hubungan antara arus masukan primer (I1​), arus keluaran sekunder (I2​), dan tegangan keluaran (V). Hasil menunjukkan korelasi positif antara I1​ dengan I2​ dan V. nilai V tetap konstan pada 5,5 Volt meskipun I1​ meningkat dari 600 mA ke 800 mA, dan nilai I yang kembali ke 1,3 A pada tegangan tertentu dalam pengujian terpisah. potensi saturasi inti trafo atau perilaku non-linear komponen yang diuji, yang berpotensi memengaruhi akurasi pengukuran arus oleh rele proteksi. khususnya saat mendekati atau memasuki kondisi saturasi. Perilaku non-linear, seperti yang ditunjukkan oleh nilai V yang stabil pada dua titik I1​ yang berbeda, dan penurunan I pada tegangan yang meningkat, pengujian karakteristik trafo arus secara menyeluruh untuk memastikan rele proteksi dapat beroperasi secara akurat dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi kondisi gangguan yang mungkin menyebabkan saturasi trafo.   The saturation phenomenon in current transformers has a crucial impact on the performance of protection relays in electric power systems. Experimental testing was conducted to analyze the characteristics of current transformers, focusing on the relationship between primary input current (I1), secondary output current (I2), and output voltage (V). The results showed a positive correlation between I1 and I2 and V. The V value remained constant at 5.5 Volts even though I1 increased from 600 mA to 800 mA, and the I value returned to 1.3 A at a certain voltage in a separate test. potential saturation of the transformer core or non-linear behavior of the components under test, which could potentially affect the accuracy of current measurement by the protection relay. especially when approaching or entering saturation conditions. Non-linear behavior, as indicated by stable V values at two different points of I1, and a decrease in I at increasing voltage, thorough testing of the current transformer characteristics to ensure the protection relay can operate accurately and timely, especially in the face of fault conditions that might cause transformer saturation.
Evaluasi Kinerja Antena UWB Cone Es Krim untuk Aplikasi IoT Berbasis 5G melalui Simulasi Pola Radiasi Ahmad Arif; Riski Titian Ginting
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1143

Abstract

Kemajuan pesat teknologi komunikasi nirkabel membutuhkan sistem antena efisien yang mendukung transmisi data berkecepatan tinggi dan latensi rendah, terutama untuk aplikasi 5G dan IoT. Penelitian ini mengevaluasi pola radiasi dua dimensi (2D) antena berbentuk kerucut es krim yang beroperasi pada frekuensi pusat 6 GHz dalam spektrum Ultra-Wideband (UWB). Menggunakan MATLAB dan model matematika yang disederhanakan, sepuluh variasi pola radiasi disimulasikan berdasarkan fungsi sinus dan kosinus pada sudut elevasi (θ) dan azimuth (φ). Hasilnya menunjukkan bahwa pola seperti sin²(θ), |cos(3φ)|, dan sin(θ)·cos(θ) memberikan distribusi daya yang sesuai untuk berbagai skenario IoT, baik statis maupun dinamis. Beberapa konfigurasi sangat efektif di lingkungan multipath atau dalam ruangan dengan cakupan tersegmentasi. Kinerja radiasi simetris dan omnidirectional dari desain kerucut mendukung konektivitas yang konsisten di semua arah. Selain itu, struktur geometrisnya memungkinkan fabrikasi dan penyetelan praktis untuk frekuensi tertentu. Secara keseluruhan, antena kerucut es krim menunjukkan potensi yang kuat untuk sistem komunikasi modern yang membutuhkan jangkauan luas dan efisiensi energi. Temuan ini berfungsi sebagai referensi dasar untuk desain fisik di masa mendatang dan implementasi antena UWB di dunia nyata dalam jaringan 5G dan IoT.   The rapid advancement of wireless communication technology necessitates efficient antenna systems that support high-speed, low-latency data transmission, particularly for 5G and IoT applications. This research evaluates the two-dimensional (2D) radiation pattern of an ice cream cone-shaped antenna operating at a center frequency of 6 GHz within the Ultra-Wideband (UWB) spectrum. Using MATLAB and a simplified mathematical model, ten radiation pattern variations were simulated based on sine and cosine functions over elevation (θ) and azimuth (φ) angles. The results reveal that patterns such as sin²(θ), |cos(3φ)|, and sin(θ)·cos(θ) provide power distributions suitable for various IoT scenarios, both static and dynamic. Some configurations are particularly effective in multipath or indoor environments with segmented coverage. The symmetrical and omnidirectional radiation performance of the cone design supports consistent connectivity across directions. Additionally, its geometric structure allows practical fabrication and tuning for specific frequencies. Overall, the ice cream cone antenna demonstrates strong potential for modern communication systems requiring broad coverage and energy efficiency. These findings serve as a foundational reference for future physical design and real-world implementation of UWB antennas in 5G and IoT networks.
Karakterisasi Partial Discharge pada Pengujian Isolator Keramik dengan Metode HFCT Mhd Fahmi Syawali Rizki; Muhammad Fadlan Siregar; Ahmad Arif; Sri Indah Rezkika; Arif Milando; Ahmad Faisal; Jhoni Hidayat
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1304

Abstract

Karakteristik Partial Discharge (PD) pada isolator piring keramik berbahan porselen di bawah berbagai tingkat tegangan uji, yaitu 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV. Data yang dikumpulkan meliputi amplitudo PD tertinggi dan terendah dalam desibel (dB) serta fase PD dalam derajat, yang divisualisasikan dalam bentuk grafik garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola distribusi fase PD sehubungan dengan amplitudo dan tegangan yang diterapkan, yang dapat memberikan indikasi mengenai kondisi isolasi material. analisis menunjukkan adanya pola fase PD yang berulang (90°, 180°, 270°, 360°) pada sebagian besar kondisi tegangan dan amplitudo. Fluktuasi fase PD seiring perubahan amplitudo menunjukkan dinamika aktivitas pelepasan parsial dalam satu siklus gelombang tegangan. Pola ini konsisten pada tegangan yang lebih rendah dan menengah, namun pada tegangan uji tertinggi (20 kV), piring keramik berbahan porselin yang diuji pada variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV, pola fase PD yang konsisten berulang pada 90°, 180°, 270°, dan 360° di seluruh rentang tegangan yang diuji. Meskipun amplitudo PD bervariasi antara nilai tertinggi dan terendah pada setiap titik tegangan, pola fase cenderung mempertahankan bentuk dasarnya.   The characteristics of partial discharge (PD) on porcelain-based ceramic disc insulators under various test voltage levels, namely 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV, were investigated. The collected data included the highest and lowest PD amplitudes in decibels (dB) and PD phase angles in degrees, which were visualized using line graphs. The purpose of this study was to understand the phase distribution patterns of PD in relation to amplitude and applied voltage, which can provide indications of the insulation condition of the material. The analysis shows the presence of repetitive PD phase patterns (90°, 180°, 270°, and 360°) under most voltage and amplitude conditions. Phase fluctuations accompanying changes in amplitude indicate the dynamic behavior of partial discharge activity within one voltage waveform cycle. These patterns are consistent at low and medium voltage levels; however, at the highest test voltage (20 kV), porcelain-based ceramic discs tested at 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV still exhibit consistent repeating PD phase patterns at 90°, 180°, 270°, and 360° across the entire tested voltage range.Although PD amplitudes vary between maximum and minimum values at each voltage level, the phase patterns tend to preserve their basic shape.