Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kajian Deteksi Dini Partial Discharge pada Kabel XLPE Tegangan 20 kV Menggunakan Metode Acoustic Emission Mhd Fahmi Syawali Rizki; Arif Milando Setiawan; Oni Afriyandi; Adam Pangestu
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1791

Abstract

Partial discharge (PD) merupakan salah satu indikator awal degradasi sistem isolasi pada kabel tegangan menengah. Pada kabel XLPE 20 kV, aktivitas PD dapat muncul akibat rongga udara, ketidaksempurnaan sambungan, cacat terminasi, kontaminasi, kelembapan, atau konsentrasi medan listrik lokal. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, PD dapat mempercepat penuaan isolasi dan berkembang menjadi kegagalan permanen. Artikel ini mengkaji penerapan metode acoustic emission (AE) sebagai pendekatan deteksi dini PD pada kabel XLPE tegangan 20 kV. Metode AE bekerja dengan menangkap gelombang mekanik atau ultrasonik yang timbul akibat pelepasan energi lokal pada proses PD. Kajian dilakukan melalui analisis literatur, perancangan skema pengukuran konseptual, identifikasi parameter sinyal AE, serta evaluasi faktor teknis yang memengaruhi keberhasilan deteksi. Parameter utama yang dianalisis meliputi amplitudo, nilai RMS, energi sinyal, jumlah pulsa, spektrum frekuensi, rasio sinyal terhadap derau, dan pelemahan sinyal terhadap jarak sensor. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode AE memiliki potensi sebagai sistem peringatan dini terutama pada area sambungan dan terminasi kabel, tetapi tidak menggantikan pengukuran muatan semu berbasis IEC 60270. Keandalan diagnosis meningkat apabila AE dikombinasikan dengan verifikasi visual, pengukuran listrik, serta pemrosesan sinyal yang memadai. Dengan demikian, AE lebih tepat diposisikan sebagai metode pendukung pemantauan kondisi isolasi untuk menurunkan risiko kegagalan kabel 20 kV secara mendadak   Partial discharge (PD) is an early indicator of insulation degradation in medium-voltage cable systems. In 20 kV XLPE cables, PD activity may arise from voids, joint imperfections, termination defects, contamination, moisture, or local electric-field enhancement. If it is not detected at an early stage, PD may accelerate insulation ageing and lead to permanent failure. This paper reviews the application of the acoustic emission (AE) method as an early detection approach for PD in 20 kV XLPE cables. AE detects mechanical or ultrasonic waves generated by local energy release during PD events. The study is conducted through literature analysis, conceptual measurement design, identification of AE signal parameters, and evaluation of technical factors affecting detection performance. The main parameters include amplitude, RMS value, signal energy, pulse count, frequency spectrum, signal-to-noise ratio, and attenuation as a function of sensor distance. The review indicates that AE has potential as an early warning method, particularly for cable joints and terminations, but it does not replace apparent-charge measurement based on IEC 60270. Diagnostic reliability can be improved by combining AE with visual verification, electrical measurements, and adequate signal processing. Therefore, AE should be positioned as a complementary condition-monitoring method to reduce the risk of sudden 20 kV cable failure
Identification of Partial Discharge Phenomena in Glass Insulator Testing Using HFCT Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar; Muhammad Ikhwan Fahmi; Mhd Fahmi Syawali Rizki; Ahmad Faisal
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 11, No 2 (2026): : Edisi June
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v11i2.13301

Abstract

Insulators are vital components in electrical power transmission systems, yet they are susceptible to degradation caused by electrical and environmental stresses. This study aims to analyze Partial Discharge (PD) characteristics in glass and porcelain insulators as an early indicator of insulation failure. Experimental testing involved a step-wise increase in AC voltage from 5 kV to 20 kV, alongside simulations of extreme conditions using exposure to a flame to trigger flashover phenomena. Discharge activity was detected using a PMDT PDetector instrument in accordance with the IEC 60270 standard. The results indicate that within the 5–15 kV range, the insulators exhibited stable performance with PD magnitudes below 20 dB. However, at 20 kV, a significant anomaly was observed in the glass insulator, characterized by a magnitude spike reaching 174 dB across the 360° phase, signaling a transition toward total failure. Phase-Resolved Partial Discharge (PRPD) pattern analysis demonstrated that thermal stress drastically lowers the air breakdown voltage threshold near the insulator surface. The study concludes that high-frequency detection methods are highly effective for the non-intrusive monitoring of insulation conditions, thereby helping to prevent catastrophic failures in electric power systems.
Karakterisasi Partial Discharge pada Pengujian Isolator Keramik dengan Metode HFCT Mhd Fahmi Syawali Rizki; Muhammad Fadlan Siregar; Ahmad Arif; Sri Indah Rezkika; Arif Milando; Ahmad Faisal; Jhoni Hidayat
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1304

Abstract

Karakteristik Partial Discharge (PD) pada isolator piring keramik berbahan porselen di bawah berbagai tingkat tegangan uji, yaitu 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV. Data yang dikumpulkan meliputi amplitudo PD tertinggi dan terendah dalam desibel (dB) serta fase PD dalam derajat, yang divisualisasikan dalam bentuk grafik garis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pola distribusi fase PD sehubungan dengan amplitudo dan tegangan yang diterapkan, yang dapat memberikan indikasi mengenai kondisi isolasi material. analisis menunjukkan adanya pola fase PD yang berulang (90°, 180°, 270°, 360°) pada sebagian besar kondisi tegangan dan amplitudo. Fluktuasi fase PD seiring perubahan amplitudo menunjukkan dinamika aktivitas pelepasan parsial dalam satu siklus gelombang tegangan. Pola ini konsisten pada tegangan yang lebih rendah dan menengah, namun pada tegangan uji tertinggi (20 kV), piring keramik berbahan porselin yang diuji pada variasi tegangan 5 kV, 10 kV, 15 kV, dan 20 kV, pola fase PD yang konsisten berulang pada 90°, 180°, 270°, dan 360° di seluruh rentang tegangan yang diuji. Meskipun amplitudo PD bervariasi antara nilai tertinggi dan terendah pada setiap titik tegangan, pola fase cenderung mempertahankan bentuk dasarnya.   The characteristics of partial discharge (PD) on porcelain-based ceramic disc insulators under various test voltage levels, namely 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV, were investigated. The collected data included the highest and lowest PD amplitudes in decibels (dB) and PD phase angles in degrees, which were visualized using line graphs. The purpose of this study was to understand the phase distribution patterns of PD in relation to amplitude and applied voltage, which can provide indications of the insulation condition of the material. The analysis shows the presence of repetitive PD phase patterns (90°, 180°, 270°, and 360°) under most voltage and amplitude conditions. Phase fluctuations accompanying changes in amplitude indicate the dynamic behavior of partial discharge activity within one voltage waveform cycle. These patterns are consistent at low and medium voltage levels; however, at the highest test voltage (20 kV), porcelain-based ceramic discs tested at 5 kV, 10 kV, 15 kV, and 20 kV still exhibit consistent repeating PD phase patterns at 90°, 180°, 270°, and 360° across the entire tested voltage range.Although PD amplitudes vary between maximum and minimum values at each voltage level, the phase patterns tend to preserve their basic shape.
Sosialisasi Hemat Energi dan Keamanan Listrik Bertegangan Rendah Kepada BKM Masjid di Kabupaten Deli Serdang Syofyan Anwar Syahputra; Muhammad Fadlan Siregar; Abdullah Yusuf Pulungan; Tomi Abdillah; Mhd Fahmi Syawali Rizki
Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Juni
Publisher : Karya Unggul: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan listrik yang efisien dan aman merupakan bagian penting dalam pengelolaan fasilitas publik, termasuk masjid, guna mendukung keberlanjutan operasional dan menjamin keselamatan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan pemahaman Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di Kabupaten Deli Serdang terkait hemat energi dan keamanan listrik bertegangan rendah sosialisasi. Sebanyak 15 peserta BKM dari Masjid Al-Musyawarah Kabupaten Deli Serdang mengikuti kegiatan sosialisasi yang dilakukan melalui metode ceramah interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test (sebelum kegiatan) dan post-test (setelah kegiatan) pada empat indikator utama: Kemampuan Menganalisis Masalah, Pengetahuan Instalasi 1 Fasa, Pemahaman Bahaya Kebakaran, dan Pemahaman PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Kemampuan menganalisis masalah meningkat dari 55 menjadi 95, pengetahuan instalasi 1 fasa dari 55 menjadi 100, pemahaman bahaya kebakaran dari 60 menjadi 100, dan pemahaman PUIL dari 60 menjadi 100. Peningkatan drastis ini mengindikasikan bahwa sosialisasi efektif dalam meningkatkan literasi BKM terhadap pengelolaan listrik yang hemat dan aman. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di masjid-masjid lain guna menciptakan lingkungan masjid yang lebih efisien energi dan bebas dari risiko kelistrikan.