Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kapasitas Paru Maksimal Pemain Sepak Bola Persija FC M. Bagus Teguh Tabrani; Rubbi Kurniawan; Hari Pamungkas; Dedy Irawan; Agusti Mardikaningsih
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 5 No. 2 (2024): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v5i2.596

Abstract

Pemain sepak bola umumnya memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang rendah hingga normal karena kebutuhan untuk menjaga kecepatan dan mobilitas yang optimal. Obesitas diartikan sebagai berat badan berlebih akibat dari penumpukan lemak yang dapat beresiko bagi kesehatan seseorang. Kapasitas paru maksimal atau VO2maks adalah volume maksimum oksigen yang dikonsumsi dalam satu menit selama latihan maksimal. Pengukuran VO2maks berguna untuk menganalisis status kebugaran seseorang dengan mempertimbangkan resiko kardiovaskular, sehingga subjek dapat mengetahui status VO2maks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi atau hubungan IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan kapasitas paru maksimal pemain Persija FC. Penentuan pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah dengan teknik total sampling, jadi seluruh 16 pemain Persija menjadi sampel. Prosedur tes yang dilakukan adalah tes antropometri dan Multistage Fitness Test (MFT). Hasil analisis data yang diperoleh mempunyai signifikansi <0,05, yang artinya data berkolerasi sig=0,002. Nilai Pearson Correlation menjelaskan bahwa, ada korelasi kuat antara dua variabel indeks massa tubuh dengan VO2maks (nilai Pearson Correlation= -,713). Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kapasitas paru maksimal pada pemain. Semakin besar indeks massa tubuh, berakibat gangguan fungsional kardioresprasi terutama pada kemampuan paru maksimal.
Pengaruh Latihan Pliometrik Terhadap Daya Ledak Otot Ekstensor Gerak Bawah Pada Pemain Sepak Bola Liga 1 Johan Ahmat Farizi; Muhammad Nidomuddin; Rubbi Kurniawan; Luthfie Lufthansa; Sudari
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 4 No. 3 (2023): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v4i3.388

Abstract

Daya ledak otot merupakan penyumbang utama kinerja dalam olahraga sepak bola dan dalam beberapa aktivitas olahraga yang lainnya. Kaki sebagai alat untuk menendang, namun esensinya kekuatan dan kecepatan menendang dibantu oleh otot tungkai sebagai komponen utamanya. Dalam hal ini, latihan pliometrik telah terbukti khususnya efektif untuk meningkatkan kinerja otot baik atlet atau umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh pliometrik terhadap daya ledak otot ekstensor gerak bawah pada pemain klub Liga 1 Indonesia, yaitu Arema FC. Sampel yang digunakan seluruh pemain, yaitu berjumlah 25 pemain Arema FC. Post-test only control group design merupakan desain eksperimen yang digunakan. Tes yang dilakukan pada pemain Arema FC adalah tes vertical jump. Prosedur pelaksanaan tes yang pertama dilakukan menyediakan meteran, bubuk kapur, dinding setinggi 365 cm. Pemain melakukan vertical jump sebanyak 3 kali dan hasil yang ditulis adalah yang terbaik. Berdasarkan uji t, diperoleh niali signifikansi = 0,000 lebih kecil dari 0,05. Artinya, ada pengaruh aktivitas pliometrik terhadap daya ledak ekstensor gerak bawah pada pemain Arema FC.
Analisis Daya Tahan Fisik (Tingkat VO_2 Max) Siswa SD Bina Insan Cendekia Kota Pasuruan Nur An-Nisaa'; Wiwik Kusmawati; Rubbi Kurniawan; Anangga Widya Pradipta; Sudari; Budijanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3564

Abstract

This study aims to determine the physical endurance (VO₂Max level) of students at Bina Insan Cendekia Elementary School, Pasuruan City. VO₂Max is the main indicator in assessing a person's aerobic capacity, which plays a very important role in physical performance, especially in sports that require high endurance. This study is a descriptive study with a quantitative approach. The population in this study were all students at Bina Insan Cendekia Elementary School, Pasuruan City in the 2024/2025 academic year. The sample of this study was all 5th grade students of Bina Insan Cendekia Elementary School, Pasuruan City, totaling 30 people. The data analysis technique used was descriptive statistical data analysis, with data presentation through tables. The average VO₂Max of Bina Insan Cendekia Elementary School students, Pasuruan City, was in the moderate category with a value of 40.17 ml/kg/minute.
PENGARUH METODE MULTI SHUTTLE TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK TEKNIK DROPSHOT DAN LOB DALAM PEMBELAJARAN BULU TANGKIS SISWA SMAN 2 PROBOLINGGO Akhmad Raikhan Nur Iswin; Rubbi Kurniawan; Anangga Widya Pradipta
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.55715

Abstract

This study aims to determine the effect of the multi shuttle method on students' psychomotor ability in performing dropshot and lob techniques in badminton learning at SMAN 2 Probolinggo. The study used a quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 students who participated in six badminton learning sessions using multi shuttle practices. Data were collected through performance tests of dropshot and lob techniques, assessed with a psychomotor rubric covering preparation, footwork, swing-contact, accuracy, and follow-through. Data analysis involved descriptive statistics, shapiro-wilk normality test, Levene's homogeneity test, paired sample t-test, N-Gain, and learning mastery analysis. The results showed an increase in the mean psychomotor score from 58.95 in the pretest to 81.78 in the posttest. The paired sample t-test indicated a significant difference between pretest and posttest scores, t(29) = 37.52, p < 0.001. The average N-Gain was 0.56, categorized as moderate improvement. Learning mastery also increased from 0% in the pretest to 93.33% in the posttest based on the minimum mastery criterion of 75. These findings indicate that the multi shuttle method has a positive effect on students' psychomotor ability in dropshot and lob techniques. The method can be used as an alternative practical strategy in badminton learning because it provides repeated, varied, and game-like motor experiences.