Ni Ketut Desia Tristiantari
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Pembelajaran Berbasis Bermain dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Systematic Literature Review Berdasarkan Prisma 2020 Putu Gitta Fortuna; Nice Asril Maylani; Ni Ketut Desia Tristiantari
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i3.8007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis berbagai model pembelajaran berbasis bermain dalam pendidikan anak usia dini, mengkaji pola implementasinya, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan anak berdasarkan literatur ilmiah terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memperoleh sintesis yang sistematis dan komprehensif mengenai model pembelajaran berbasis bermain dalam PAUD. Penelusuran literatur dilakukan pada rentang 2014–2025 melalui basis data seperti Google Scholar, Scopus, ERIC, DOAJ, dan jurnal terakreditasi Sinta dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Artikel yang lolos seleksi dianalisis secara deskriptif-analitis melalui sintesis naratif untuk mengidentifikasi jenis model bermain, aspek perkembangan anak yang diteliti, serta pola temuan yang muncul. Hasil Systematic Literature Review menunjukkan bahwa terdapat lima klasifikasi utama model pembelajaran berbasis bermain dalam PAUD yang terstruktur, aplikatif, dan berpusat pada anak sebagai subjek aktif pembelajaran. Sintesis temuan menegaskan bahwa seluruh model tersebut secara konsisten memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak usia dini. Dampak yang paling dominan terlihat pada peningkatan kreativitas dan perkembangan kognitif, disertai penguatan motorik kasar, motorik halus, serta perkembangan sosial-emosional dan karakter anak.
Trilingual Animated Videos Based on Balinese Fables for Enhancing Elementary Students’ Listening Literacy Kadek Adrian Surya Indra Wirawan; Ida Bagus Putrayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari; I Gusti Ayu Agung Manik Wulandari; Ida Bagus Kade Sudika Puja; Ketut Mita Widiastrini; Putu Ayu Nopitayanti
International Journal of Language and Literature Vol. 9 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v9i4.113979

Abstract

The low level of literacy among elementary school students, particularly in listening skills, remains a significant challenge in education. Conventional text-based learning tends to be less engaging and has not adequately addressed students’ learning needs. Therefore, there is a need for technology-based learning media that not only enhances student engagement but also integrates local cultural values. This study aimed to analyze the effectiveness of trilingual animated videos based on Balinese animal fables in improving elementary students’ listening skills. This research employed a Research and Development (R&D) approach with a one-group pretest-posttest design involving 47 students. Data were collected through listening tests, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the Wilcoxon test and paired sample t-test according to the data characteristics. The findings revealed a significant improvement in students’ listening skills after the implementation of the trilingual animated video compared to conventional learning methods. In addition, students demonstrated increased motivation, participation, and engagement during the learning process. These findings indicate that the integration of digital technology and local wisdom through trilingual animated media can create more contextual and meaningful learning experiences. The implications of this study suggest that culturally based and multilingual learning media can serve as an innovative alternative to enhance language literacy while supporting character development and the preservation of local cultural values from an early age.
Digitalisasi Desain Pembelajaran Literasi Membaca melalui Pemberdayaan Komunitas Belajar Ni Ketut Desia Tristiantari; Ni Luh Putu Era Adnyayanti; I Wayan Ardana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 15 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v15i1.105718

Abstract

Permasalahan yang dihadapi komunitas belajar Gugus II Kecamatan Seririt berkaitan dengan masih rendahnya kompetensi guru dalam mengoptimalkan teknologi digital interaktif untuk mendukung pembelajaran literasi membaca siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan guru tentang desain pembelajaran modern berbasis teknologi serta penguatan keterampilan dalam merancang media literasi digital yang interaktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi, pedagogis, dan teknologi guru sekolah dasar. Metode pelaksanaan program difokuskan pada penguatan kompetensi guru melalui serangkaian kegiatan terstruktur meliputi: sosialisasi, pretes, pelatihan, workshop penyusunan pembelajaran berbasis digital interaktif, implementasi penggunaan teknologi, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru. Pada aspek literasi, mayoritas guru berada pada kategori baik dan sangat baik. Pada aspek pedagogis, seluruh guru menunjukkan capaian baik dan sangat baik. Pada aspek teknologi, sebagian besar guru berada pada kategori baik dan sangat baik. Selain itu, motivasi guru juga sangat tinggi, dengan dominasi kategori baik dan sangat baik. Secara keseluruhan, program ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru dalam bidang literasi, pedagogis, dan teknologi. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan kemampuan guru dalam mendesain serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi interaktif secara kreatif dan produktif.