Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH METODE KANGAROO MOTHER CARE (KMC) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN STABILITAS SUHU TUBUH BBLR DI RSUD dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Sari, Dina Aulia; Salmarini, Desilestia Dwi; Meldawati, Meldawati; Yuliana, Fitri
Jurnal Delima Harapan Vol 11 No 2 (2024): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v11i2.270

Abstract

Background: Low birth weight (LBW) babies are babies whose birth weight is less than 2500 grams. Problems that may arise in LBW cases include unstable body temperature, respiratory problems, digestive and nutritional disorders, weak suction reflex, intestinal morbidity which results in decreased body weight, liver immaturity, anemia, seizures, infections, hypoglycemia, hyperglycemia and hypocalcemia. The intervention that can be carried out is the use of the kangaroo mother care (KMC) method. The KMC concept imitates the way kangaroos store their babies in a pouch on their stomachs, allowing heat to flow from the mother's body to the baby kangaroo so that it stays alive and avoids hypothermia. Objective: This study aims to analyze the effect of the KMC method on increasing body weight and stability of LBW body temperature at RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Method: This quantitative research uses a pre-experimental design with one group pretest-posttest. The sampling technique used purposive sampling and obtained 15 respondents. Data analysis uses 2 types of tests. Paired sample T-Test was used to analyze LBW body weight before and after KMC method treatment because the data was normally distributed. Meanwhile, the Wilcoxon test was used to analyze the effect of LBW body temperature before and after KMC treatment because the data was not normally distributed. Results: Analysis of the effect of LBW body weight before and after KMC method treatment obtained a p-value of 0.000. The p-value in the test for the effect of LBW body temperature before and after KMC treatment was found to be 0.001. Conclusion: Looking at the existing results, it can be seen that there is a p value of less than <0.05, meaning that there is a significant difference in the data in the positive direction or an increase before and after the KMC method treatment for both the weight variable and the stability of LBW body temperature at RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Based on these results, it was concluded that there was an influence between the KMC method and increasing body weight and stability of LBW body temperature at RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Analisis Ekonometrika Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Dengan Pendekatan Regresi Linier Panggabean, Vivian Ester; Tarihoran, Rut Natal Ria; Sari, Dina Aulia; Sinambela, Agustian; Banjarnahor, Andryno Totty N.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi di Indonesia dengan pendekatan ekonometrika melalui pemodelan regresi linear berganda. Dalam konteks perekonomian Indonesia, sejumlah faktor makroekonomi diprediksi akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi, termasuk inflasi, investasi, serta ekspor. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami sejauh mana variabel-variabel tersebut berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk deret waktu dari tahun 2000 sampai 2023. Data tersebut diperoleh dari sumber yang resmi, yaitu Bank Dunia. Variabel primer dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel pendukung meliputi inflasi, investasi, dan ekspor. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan memanfaatkan perangkat lunak EViews. Sebelum analisis regresi dilaksanakan, perlu dilakukan pengujian asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, guna memastikan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi syarat dasar dalam analisis ekonometrika. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, variabel inflasi, investasi, dan ekspor memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Secara terpisah, investasi dan ekspor menunjukkan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan inflasi memiliki pengaruh yang bervariasi tergantung pada kondisi ekonomi selama periode studi berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan dalam investasi dan kinerja ekspor dapat merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di Indonesia. Sebaliknya, stabilitas inflasi tetap menjadi elemen yang krusial dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi, investasi, dan ekspor memainkan peran penting dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia
Persepsi Mahasiswa Ekonomi terhadap Kondisi Ketengakerjaan dan Prospek Penyerapan Tenaga Kerja Terdidik di Indonesia Siregar, Najwa Adelia; Butarbutar, Geby Natalia; Nasution, Nazira Maulidia; Nababan, Amanda Agustina; Sari, Dina Aulia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7443

Abstract

Meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak diimbangi pertumbuhan lapangan kerja formal melahirkan fenomena pengangguran terdidik sebagai persoalan struktural yang kian mendesak untuk diatasi. Penelitian ini bertujuan memetakan cara pandang mahasiswa ekonomi terhadap berbagai aspek ketenagakerjaan terdidik, mulai dari akar penyebab pengangguran, pengaruh digitalisasi, efektivitas intervensi pemerintah, relevansi pendidikan tinggi, hingga kesiapan personal memasuki dunia kerja. Studi ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel purposif terhadap 100 mahasiswa aktif dari program studi Ekonomi Universitas Negeri Medan, menggunakan kuesioner daring sebagai instrumen pengumpulan data yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui tabulasi frekuensi dan interpretasi naratif. Mayoritas responden menilai ketersediaan lapangan kerja masih jauh dari memadai, dengan standar kualifikasi rekrutmen yang terlampau tinggi sebagai hambatan terbesar bagi lulusan baru, diikuti ketidaksesuaian kompetensi antara lulusan dan kebutuhan industri. Teknologi digital dipandang secara ambivalen: di satu sisi membuka peluang baru di sektor ekonomi digital, namun di sisi lain menggerus posisi pekerjaan konvensional melalui otomasi. Kebijakan pemerintah dinilai belum menghasilkan dampak nyata dalam menjembatani lulusan dengan dunia industri, sementara mahasiswa secara personal mengaku siap bersaing dengan mengandalkan jejaring profesional dan sertifikasi kompetensi sebagai strategi utama. Hasil studi ini menegaskan urgensi penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi, kebijakan ketenagakerjaan, dan agenda transformasi digital guna memperluas penyerapan tenaga kerja terdidik secara berkelanjutan.