Arif Nurwaskito
Universitas Muslim Indonesia

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Geomine

Analisis Losses pada Pemindahan Material Lgso di Front Penambangan Bukit Hilux Menuju Stockyard Pelabuhan PT Antam UBPN Sultra Habibie Anwar; Sri Widodo; Muhammad Nur Alim; Emi Prasetyawati Umar; Dirgahayu Lantara; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.782 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.295

Abstract

Salah satu front penambangan yang dimiliki PT.ANTAM Tbk. UBPN SULTRA adalah Bukit Hilux. Kegiatan produksi penambangan di Bukit Hilux difokuskan pada penambangan material Low Grade Saprolith Ore (LGSO). Material LGSO adalah kelompok bijih nikel kadar rendah yang diperuntukkan untuk ekspor dengan batas kadar tertentu. Sebelum diekspor, hasil penambangan material LGSO ini diangkut menuju Stockyard Transito yang ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Transit Ore (ETO) kemudian dilakukan rechek sampel. Setelah hasil rechek sampel keluar, maka material LGSO tersebut diangkut menuju Stockyard Pelabuhan dan ditumpuk menjadi tumpukan  Eksportable Final Ore (EFO) yang siap untuk diekspor. Adanya tahapan pemindahan material LGSO dari front penambangan Bukit Hilux hingga ke Stockyard Pelabuhan menyebabkan losses material. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis berapa persentase losses material LGSO tersebut dan penyebab terjadinya dengan melakukan perhitungan tonase menggunakan metode survey dan ritase alat angkut yang dikalibrasikan dengan data timbangan serta pengamatan kegiatan pemindahan. Adapun losses yang dihasilkan sebesar 2,17 % untuk pemindahan dari front menuju Stockyard Transito dan 1,33 % untuk pemindahan dari Stockyard Transito menuju Stockyard Pelabuhan. Penyebab terjadinya losses antara lain adanya material yang melekat pada alat berat dan faktor dumping yang membuat sebagian material menjadi landasan.
Karakterisasi Kandungan Mineral dan Sifat Kerentanan Magnetik Pasir Besi Pantai Galesong Takalar Sulawesi Selatan Suriyanto Bakri; Alfian Nawir; Miftah Farid; Muhammad Idris Juradi; Firdaus F; Muhamad Hardin Wakila; Emi Prasetyawati Umar; Arif Nurwaskito; Abdul Salam Munir; Hasbi Bakri; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 9, No 3 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i3.1115

Abstract

Pasir besi adalah endapan pasir yang mengandung partikel besi yang terdapat di sepanjang pantai terbentuk karena proses penghancuran oleh cuaca, air dan gelombang terhadap batuan asal. Keterdapatan pasir besi di Pantai Galesong Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan cukup menjanjikan untuk dimanfaatkan namun belum pernah dilakukan karakterisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan kerentanan magnetik pasir besi Pantai Galesong. Metode yang digunakan menggunakan analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk jenis dan kadar mineralnya dan pada penentuan kerentanan magnetik yaitu dengan menggunakan alat Magnetic Susceptibility Meter. Hasil penelitian menunjukkan pasir besi daerah penelitian tersusun dari mineral kalsium magnesium, kuarsa, hornblende, biotit, siderite, magnetit dan hematit dengan kadar Fe2O3 sampel SB-1 dan sampel SB-2 masing-masing yaitu 19,89% dan 17,32% dengan kerentanan magnetik antara 68,51 x 10-5 m3kg-1 – 151,06 x 10-5 m3kg-1.
PENENTUAN LAPISAN AKUIFER BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI GEOLISTRIK (TAHANAN JENIS) DI DESA NONONG PROVINSI SULAWESI TENGAH Habibie Anwar; Sri Widodo; Muhammad Nur Alim; Emi Prasetyawati Umar; Dirgahayu Lantara; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.925 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.212

Abstract

Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan yang berkaitan dengan lapisan akuifer di Daerah Nonong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah adalah metode geolistrik (tahanan jenis), dengan melakukan pengukuran tahanan jenis, analisis dan interpretasi data yang bertujuan untuk menentukan nilai resistivitas sebagai parameter dalam penentuan kedalaman, ketebalan lapisan akuifer dan penentuan lokasi yang baik untuk dilakukan pemboran. Metode geolistrik merupakan salah satu cara untuk mengetahui keberadaan akuifer, dengan menggabungkan data hasil geolistrik menggunakan konfigurasi sclumberger dan data geologi regional daerah penelitian untuk menentukan nilai tahanan jenis semu, selanjutnya diolah dengan menggunakan software Res2dinv ver. 3.53 untuk menentukan nilai tahanan jenis yang sebenarnya. Nilai resistivitas hasil inversi kemudian diinterpretasikan sebagai struktur bawah permukaan yang diperkirakan sebagai daerah prospek memiliki lapisan akuifer. Dari sembilan lintasan yang disurvei, secara umum pada daerah tersebut berpotensi mengandung air tanah, hal tersebut dapat dilihat dari nilai tahanan jenisnya yaitu 20-200 Ωm dengan kedalaman antara 20-210 meter di bawah permukaan laut dengan ketebalan rata-rata ±190 meter. Dari sembilan lintasan tersebut semua berpotensi untuk dilakukan pemboran.
Studi Mineralogi Batuan Basal Sebagai Source-rock Bijih Besi Daerah Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Hasbi Bakri; Anshariah Anshariah; Firdaus F; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 10, No 2 (2022): Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i2.1374

Abstract

Research has been carried out regarding the source rock of iron ore deposits. This area became the object of research because of the discovery of iron ore deposits and several other metals. In this research, the focus of the study is the source rock that carries Fe metal. The results of the initial study indicate that the basalt is thought to have carried the metal intruding the wall rock causing a reaction to occur. The analysis in this paper consists of field research, sampling, preparation, and analysis of petrography and XRD. Based on petrographic observations, basalt is composed of the main minerals in the form of pyroxene minerals, plagioclase, and base mass with a distinctive texture in the form of a porphyry texture where pyroxene and plagioclase minerals as phenocrysts are embedded in the base mass and opaque minerals. The secondary minerals found were epidote, actinolite, hornblende, anatase, staurolite, carbonate minerals, chlorite, sericite, magnesite, clay minerals, and quartz. The ore minerals are magnetite, goethite, chamosite, and pyrope.
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
Analisis Karakteristik Geokimia Batuan Potensi Pembentuk Air Asam Tambang Daerah Tanjung Kabupaten Bone Firman Nullah Yusuf; Andi Fahdli Heriansyah; Arif Nurwaskito; Suriyanto Bakri; Mubdiana Arifin
Jurnal Geomine Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v11i1.1705

Abstract

Mining materials can be in the form of material (over-burden) and potentially contain sulfide minerals, the research location is a former iron ore mining, it is known that iron ore is an acid mine drainage forming material. This characterization test of acid mine drainage forming samples can be used as a consideration in environmental management design to minimize unwanted environmental impacts. This study aims to analyze the mineralogical content of rocks, the potential of rocks as acid mine drainage formers, and determine management methods if the potential for acid mine drainage is indicated. The samples used were 5 rock samples in the pit and disposal, using petrography, mineragraphy, and XRD mineralogy analysis to determine the mineral composition contained, and kinetic testing to determine the reaction rate of acid mine drainage formation. The results of the analysis obtained the composition of metal minerals contained in samples 4 and 5, namely pyrite, hematite, magnetite, and geotite. Whereas in samples 1, 2, and 3 not enough metal minerals were detected. The results of the kinetic test analysis produce accurate data for samples 4 and 5 which have low or acidic pH values 6. So it can be concluded that the potential for the formation of acid mine drainage is found in samples in the disposal, namely iron ore with a low pH value 6 (acidic), methods that can be used in the process of preventing and controlling acid mine drainage can be done passively by using NAF material to stockpile polluted PAF material.