Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Tadibiya

PENGURUSAN JENAZAH COVID-19 DALAM PANDANGAN MEDIS DAN ISLAM Hidayat, Ahmad; Masitoh, Imas; Irodat, Ahsan; Slamet, Hasan; Meliawati, Meliawati
Ta'dibiya Vol 1 No 2 (2021): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v1i2.4

Abstract

The Covid-19 issue is a dangerous global disease that cannot be avoided, including deaths from the outbreak.However, in this study, he wants to explain how his death should get a decent position like death in general.Thisresearch is a qualitative research. The formulation of this research is: (1) How to take care of the corpse in generalaccording to Islam (2) How to manage the COVID-19 body according to the medical (3) How to manage theCOVID-19 body according to Islam.This research method uses content analysis research methods. for collectingdata, researchers used the method of interview, observation, based on exposure to data on research findings codedby the management of the bodies of COVID-19 in Islamic and medical viewpoints, it can be concluded that themanagement of the corpse is Fardu Kifayah by bathing, kafaning, tithing, and burying, according to Islamic andmedical views. the method prescribed by Islamic law.Thus, handling the bodies of Muslims infected with COVID19, must pay attention to the provisions of the shari'ah and the implementation of handling the bodies must meet theprovisions in the Standard Operating Procedures (SOP) of the medical party
ANALISIS YURIDIS TENTANG POLIGAMI DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM STUDI KASUS DI KAMPUNG BAMA Irodat, Ahsan; Warsih, Warsih
Ta'dibiya Vol 2 No 2 (2022): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v2i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap praktik poligami dalam konteks hukum keluarga Islam, dengan fokus pada kasus yang terjadi di Kampung Bama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan empiris. Pendekatan normatif digunakan untuk mengkaji aspek hukum keluarga Islam yang mengatur poligami, sementara pendekatan empiris melibatkan studi lapangan dan wawancara dengan para pelaku poligami, keluarga, dan tokoh masyarakat di Kampung Bama. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kritis untuk memahami dinamika praktik poligami dan dampaknya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana hukum keluarga Islam mengatur poligami dan sejauh mana implementasinya di Kampung Bama. Analisis yuridis ini juga diarahkan untuk memberikan kontribusi pada perdebatan hukum dan sosial terkait poligami, serta merumuskan saran-saran kebijakan yang dapat meningkatkan perlindungan hak-hak perempuan dan masyarakat secara keseluruhan.
PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA TERHADAP IMPLEMENTASI HUKUM KELUARGA ISLAM: KASUS DI DESA SENANGSARI khaerunnizar, Khaerunnizar; Budiana, Budiana; Irodat, Ahsan; Zahro , Siti Fatimatu; Mustafid, Hidayat
Ta'dibiya Vol 2 No 1 (2022): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v2i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh perubahan sosial dan budaya terhadap implementasi hukum keluarga Islam di Desa Senangsari. Desa ini dipilih sebagai kasus studi karena mengalami transformasi signifikan dalam struktur sosial dan nilai budaya, yang dapat memengaruhi pelaksanaan hukum keluarga Islam di komunitas tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial, seperti urbanisasi dan globalisasi, telah membawa dampak signifikan pada tatanan keluarga dan nilai-nilai tradisional di Desa Senangsari. Hal ini menciptakan tantangan baru dalam implementasi hukum keluarga Islam, di mana norma-norma tradisional seringkali bertentangan dengan nilai-nilai modern yang berkembang di masyarakat. Selain itu, perubahan budaya juga memainkan peran penting dalam memodifikasi pola pikir dan sikap terhadap hukum keluarga Islam. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pendekatan yang inklusif dan adaptif terhadap hukum keluarga Islam perlu diadopsi untuk mengatasi konflik antara tradisi dan modernitas. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang prinsip-prinsip hukum keluarga Islam juga dianggap krusial dalam merespons perubahan sosial dan budaya yang terus berkembang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang dinamika kompleks antara perubahan sosial, budaya, dan implementasi hukum keluarga Islam di konteks lokal. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya pembaharuan pendekatan dalam menyusun kebijakan dan pendekatan pendidikan masyarakat guna mendukung harmonisasi antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan zaman modern.
ANALISIS QOWAIDUL FIQHIYAH; SOLUSI TERHADAP TANTANGAN KONTEMPORER DALAM HUKUM ISLAM Muhajir, Abdul Hanan; Mustafid, Hidayat; Khaerunnizar; Irodat, Ahsan; Slamet, Hasan
Ta'dibiya Vol 3 No 1 (2023): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v1i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan aplikasi prinsip-prinsip Qowaidul Fiqhiyah dalam menemukan solusi terhadap tantangan kontemporer dalam hukum Islam. Tantangan-tantangan tersebut meliputi isu-isu seperti teknologi modern, perubahan sosial, dan globalisasi yang mempengaruhi interpretasi dan implementasi hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur, dengan mempelajari teks-teks klasik dan kontemporer dalam bidang hukum Islam serta karya-karya cendekiawan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Qowaidul Fiqhiyah, seperti maslahah (kepentingan umum), dharurat (keadaan darurat), istihsan (analogi), dan maqashid al-shariah (tujuan hukum Islam), memiliki relevansi yang kuat dalam menemukan solusi terhadap tantangan kontemporer. Contohnya, konsep maslahah memungkinkan penyesuaian hukum Islam dengan perubahan sosial dan teknologi, sementara prinsip dharurat memungkinkan pengecualian dalam situasi-situasi darurat yang tidak terduga. Selain itu, penggunaan istihsan memungkinkan untuk menemukan analogi antara kasus-kasus baru dengan prinsip-prinsip yang telah ada, sedangkan maqashid al-shariah membantu dalam memahami tujuan-tujuan utama hukum Islam dan menerapkannya dalam konteks kontemporer. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang fleksibel dan kontekstual dalam penerapan prinsip-prinsip Qowaidul Fiqhiyah. Hal ini memungkinkan hukum Islam untuk tetap relevan dan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip pokok agama. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana prinsip-prinsip Qowaidul Fiqhiyah dapat digunakan secara efektif untuk menanggapi tantangan-tantangan kontemporer dalam hukum Islam.
TRANSFORMASI MAQOSIDUS SYARI’AH; REVITALISASI QOWAIDUL FIQHIYAH Irodat, Ahsan; Afifi, Efi
Ta'dibiya Vol 4 No 2 (2024): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v4i2.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi Maqasid al-Shari'ah dan revitalisasi Qawa'id al-Fiqhiyah dalam konteks kontemporer. Maqasid al-Shari'ah, atau tujuan-tujuan hukum Islam, dan Qawa'id al-Fiqhiyah, atau prinsip-prinsip hukum Islam, merupakan dua konsep penting dalam pemahaman dan penerapan hukum Islam. Namun, dalam menghadapi perubahan zaman dan tantangan-tantangan baru, terdapat kebutuhan untuk mentransformasi dan merevitalisasi kedua konsep tersebut agar tetap relevan dan berdaya guna. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk kitab-kitab klasik, artikel-artikel akademis, dan dokumen-dokumen resmi terkait. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tren transformasi Maqasid al-Shari'ah dan revitalisasi Qawa'id al-Fiqhiyah dalam berbagai konteks, seperti sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Maqasid al-Shari'ah melibatkan upaya untuk menafsir ulang tujuan-tujuan hukum Islam dalam konteks zaman sekarang, termasuk pemberdayaan individu, perlindungan hak asasi manusia, dan pemeliharaan lingkungan hidup. Sementara itu, revitalisasi Qawa'id al-Fiqhiyah melibatkan penyesuaian prinsip-prinsip hukum Islam dengan realitas kontemporer, termasuk pengembangan metode ijtihad baru dan penggunaan teknologi dalam pengambilan keputusan hukum. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang peran Maqasid al-Shari'ah dan Qawa'id al-Fiqhiyah dalam menghadapi tantangan-tantangan kontemporer. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya terus-menerus merefleksikan dan mengkaji ulang pemahaman dan penerapan hukum Islam agar tetap relevan dan memberikan solusi bagi masalah-masalah zaman sekarang
KERJA ARTIKULATIF PEREMPUAN PESANTREN DI SUMENEP MADURA DALAM MENJAGA BUMI rahem, zaitur; Irodat, Ahsan; Kosasih, Kosasih; Nurkhairina, Nurkhairina
Ta'dibiya Vol 5 No 1 (2025): Ta'dibiya: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam
Publisher : Staisman Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61624/japi.v5i1.171

Abstract

Islamic boarding schools are the locomotive in driving environmental rescue actions. Groups of students from several levels of educational units at this Islamic boarding school, through mentoring from educators (Teachers, Lora, Neng, Nyai, and Kiai), take direct action, competing to save the environment from the onslaught of plastic waste. This movement symbolically marks the total involvement of Islamic boarding school circles in saving the earth from an unfriendly climate. Students who are members of the Waste Scavenger group are specifically involved in socializing the dangers of plastic waste or non-organic waste and environmental issues in general. One of the benefits of this Waste Scavenger Movement among students is to educate people's mindsets and lifestyles about waste and their environment. The santri movement as an anticipation in reducing (reduce, or reusing (reuse) and/or recycling (recycle). At the local level, namely in the Islamic boarding school environment, this group of santri strives to become pioneers in society to be more concerned with waste, cleanliness, environmental sustainability and healthy living. This Garbage Scavenger has three teams. Namely, the plastic waste team, the organic fertilizer team and the local food team. The santri movement to care about the environment through recycling waste substantially strengthens the identity of santri as mundziru al qaum, people who have scientific disciplines and use them for the benefit of life around them. The santri mobilize and ground the understanding of the yellow book text whose breath is environmental fiqh or ecological fiqh.