Fenomena hijrah figur publik di era digital telah banyak dikaji dalam perspektif dakwah digital dan komodifikasi agama, namun masih terbatas penelitian yang menghubungkan dakwah berbasis kemanusiaan dengan transformasi religius dan partisipasi sosial dalam satu kerangka analitis yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dakwah berbasis kemanusiaan pada Komunitas Musawarah serta dampaknya terhadap transformasi religius dan partisipasi sosial anggotanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas komunitas serta dokumentasi digital yang bersumber dari konten media sosial, laporan kegiatan, dan publikasi komunitas, kemudian dianalisis menggunakan teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah berbasis kemanusiaan diwujudkan melalui integrasi kajian keislaman, aksi sosial, dan mobilisasi digital yang diperkuat oleh peran figur publik sebagai opinion leader. Transformasi religius anggota tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga tercermin dalam perubahan orientasi nilai dan peningkatan keterlibatan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model dakwah humanis yang transformatif dalam konteks komunitas urban kontemporer. Kata kunci: dakwah berbasis kemanusiaan, transformasi religius, partisipasi sosial, Musawarah, difusi inovasi. Abstract The phenomenon of celebrity hijrah in the digital era has been widely examined from the perspectives of digital da'wah and religious commodification. However, limited studies have integrated humanitarian-based da'wah with religious transformation and social participation within a unified analytical framework. This study aims to analyze the implementation of humanitarian-based da'wah within the Musawarah Community (Muda Sakinah Mawaddah Warahmah) and its impact on members’ religious transformation and social participation. Employing a qualitative approach with a case study method, data were collected through observation and digital documentation derived from the community’s social media content and activity reports. The analysis was guided by Everett M. Rogers’ Diffusion of Innovation theory. The findings reveal that humanitarian-based da'wah is manifested through the integration of religious study sessions, social action programs, and digital mobilization, strengthened by the role of public figures as opinion leaders. Members’ religious transformation extends beyond symbolic change, reflected in shifts in value orientation and increased social engagement. This study contributes to the development of a transformative and humanistic da'wah model relevant to contemporary urban communities. Keywords: humanitarian-based da'wah, religious transformation, social participation, Musawarah, diffusion of innovation.